Wawancara Dirjen Cipta Karya Kementerian PUPR Proses Rekonstruksi dan Rehabilitasi Infrastruktur Rampung Akhir 2019

  • Fakta.News - 20 Okt 2018 | 16:04 WIB
Proses Rekonstruksi dan Rehabilitasi Infrastruktur Rampung Akhir 2019
Dirjen Cipta Karya, Kementerian PUPR, Danis Hidayat Sumadilaga (Foto: Fakta.news/Ong)

Pemerintah kini sedang giat membangun di wilayah bencana, melakukan proses rekonstruksi dan rehabilitasi infrastruktur. Maklum saja, musibah bencana alam seara berturut-turut mengguncang beberapa wilayah Indonesia, mulai dari Gempa Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB) hingga gempa dan tsunami yang menghantam sebagian wilayah Sulawesi Tengah (Sulteng) mengakibatkan puluhan ribu warga kehilangan tempat tinggal. Tak hanya itu saja, sejumlah fasilitas umum termasuk infrastruktur lainnya ludes ditelan musibah alam tersebut.

Hingga saat ini, seluruh instansi pemerintah hingga relawan terus membantu pemulihan sejumlah sarana dan prasarana di dua provinsi terdampak musibah gempa dan tsunami ini. Sebut saja Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) yang hingga saat ini terus melakukan upaya proses rekonstruksi dan rehabilitasi infrastruktur di wilayah-wilayah terdampak bencana alam tersebut.

Baca juga:

Di Lombok, NTB, setelah masa tanggap darurat, Kementerian PUPR langsung bergerak cepat melakukan proses rekonstruksi dan rehabilitasi infrastruktur  atau pembangunan kembali bangunan perumahan yang rusak, dan fasilitas umum lainnya. “Proses rekonstruksi dan rehabilitasi infrastruktur ini ditargetkan rampung pada akhir 2019,” ungkap Danis Hidayat Sumadilaga kepada Fakta.news.

Sedangkan untuk penanganan bencana gempa dan tsunami Sulteng, Direktur Jenderal (Dirjen) Cipta Karya, Kementerian PUPR itu mengatakan, pemerintah masih memperpanjang masa tanggap darurat. Sebab, masih banyak proses yang belum selesai, seperti proses evakuasi dan sebagainya. Setelah itu, baru kami melakukan proses rekonstruksi dan rehabilitasi infrastruktur.

Dalam masa tanggap darurat ini, Danis mengatakan, pihaknya tengah berupaya membangun hunian sementara agar masyarakat tidak terlalu lama tinggal di tenda pengungsian. “Kami targetkan harus selesai dalam waktu dua bulan,” ungkap Danis.

Kepada Ade Nyong dari Fakta.news, Jumat dua pekan lalu, di ruang kerjanya, lantai dua Gedung Dierktorat Jenderal Cipta Karya, Kementerian PUPR, Jalan Pattimura, Nomor 20, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Danis membeberkan progress rehabilitasi infrastruktur pasca gempa Lombok, serta upaya penanggulangan musibah gempa dan tsunami di Sulawesi Tengah mulai dari tanggap darurat hingga saat ini. Berikut kutipan wawancaranya.

Bagaimana perkembangan proses rehabilitasi perumahan masyarakat hingga fasilitas umum pasca gempa Lombok?

Di sana kita melakukan tiga hal. Pertama membantu pengungsi dalam konteks tanggap darurat. Nanti jumlah tengki air minum, dukungan air bersih berjalanan. Kemudian kita juga bantu distribusi air, menambah sanitasi dan sebagainya. Kemudian tugas kedua adalah membangun fasilitas umum, seperti fasilitas pendidikan, pasar, kesehatan. Ini harus selesai sebelum Desember 2018 ini. Itu kurang lebih tersebar di 700 lokasi. Nanti harus kami selesaikan yang urgent terlebih dahulu. Itu ada sekitar sekitar awal November sudah bisa di manfaatkan.

BACA JUGA:

Tulis Komentar