Pemerintah Tetap Siaga Menjaga Rupiah di Tengah Kondisi Global Saat Ini

  • Fakta.News - 11 Sep 2018 | 07:01 WIB
Pemerintah Tetap Siaga Menjaga Rupiah di Tengah Kondisi Global Saat Ini
Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati(Foto: Istimewa)

Pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat saat ini menjadi perhatian banyak pihak. Kondisi ini pun menimbulkan kekhawatiran bagi masyarakat. Sebab, secara otomatis akan berdampak langsung terhadap kenaikan sejumlah komoditas barang. Namun, pemerintah berharap masyarakat tetap tenang. “Kondisi memang berubah, namun pemerintah tetap siaga menjaganya,” kata Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati, Rabu pekan lalu.

Baca juga:

Dia menjelaskan, Gejolak perekonomian global telah memberikan tekanan bagi neraca transaksi berjalan (current account) di berbagai negara. Terutama emerging countries, termasuk Indonesia. Berdasarkan data Kemenkeu, pada semester I tahun 2018, defisit neraca transaksi berjalan Indonesia mencapai USD13,5 miliar (2,6% terhadap PDB). Salah satu penyebabnya adalah pertumbuhan impor yang jauh lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan ekspor.

Untuk menghadapi kondisi ini, Sri Mulyani mengatakan pemerintah telah menyiapkan berbagai kebijakan fiskal untuk mengendalikan defisit transaksi berjalan dengan menerapkan penyesuaian tarif PPh Pasal 22. Terutama bagi komoditas barang impor yang bisa disubstitusi di dalam negeri dan memperhatikan perkembangan industri nasional.

Untuk komoditas non migas, Kementerian Keuangan bersama Kementerian Perindustrian dan Perdagangan telah mengidentifikasi 1.147 pos tarif yang akan di lakukan tindakan pengendalian melalui instrumen PPh. “Kami berharap, dengan policy ini, industri-industri di dalam negeri kita bisa melihat kesempatan untuk maju,” paparnya.

Dalam konferensi pers terkait PMK Kenaikan PPh impor 10% yang digelar di Aula Juanda, Gedung Juanda I Kementerian Keuangan, yang juga dihadiri Fakta.news, Sri Mulyani memaparkan secara detail kebijakan pemerintah dalam menyikapi kondisi pelemahan rupiah ini, serta terkait dengan kondisi transaksi berjalan. Berikut kutipannya.

BACA JUGA:

Tulis Komentar