Connect with us
Rusia

Generasi Milenial Rusia Pilih Tinggalkan Alkohol Demi Hidup yang Lebih Sehat

milenial rusia
Ilustrasi.(Foto: TASS)

Moskow – Perubahan besar terjadi di kalangan milenial Rusia. Jika selama ini, sudah berabad-abad lamanya, vodka dan minuman beralkohol lainnya menjadi “sahabat” bagi orang Rusia, nah kini minuman itu makin tak diminati, khususnya di kalangan milenial.

Seorang pemuda, Yuri Khovansky (28) menceritakan kisah hari-harinya yang telah berhenti mengonsumsi alkohol.

“Sudah dua minggu berlalu sejak aku memulai eksperimen ’30 hari tanpa alkohol’,” tutur Khovansky di saluran situs pengunggah video pribadinya.

“Dua minggu lalu, aku berhenti minum (alkohol).”

Diketahui, Khovansky meraih popularitas di jagat maya berkat tingkah lakunya yang memalukan. Dengan sebotol bir yang hampir sepanjang waktu digenggam tangannya, ia dikenal sebagai pria pemabuk dan peminum berat.

“Pertama, ini adalah dua minggu terberat sepanjang hidupku!”, ungkap Khovansky seperti dikutip dari RBTH Indonesia, Jumat (10/8/2018).

Baca Juga:

  • Halaman :
  • 1
  • 2
  • 3
Baca Selengkapnya
Tulis Komentar

INTERNASIONAL

Paus Fransiskus Akui Telah Terjadi Skandal Korupsi di Vatikan

Oleh

Fakta News
Paus Fransiskus

Vatikan – Paus Fransiskus mengakui ada praktik korupsi yang terjadi di Vatikan. Ia menyebut hal tersebut sebagai sebuah “skandal”. Pernyataan Paus ini menandai pertama kalinya ia mengakui adanya praktik korupsi dalam sistem keuangan Vatikan. Sejumlah bukti pun juga sudah dikumpulkan.

“Ada korupsi, jelas. Dengan interogasi kita akan melihat apakah mereka bersalah atau tidak. Ini adalah perbuatan tercela, tidak pantas ini terjadi di Vatikan,” ujar Paus Fransiskus dalam konferensi persnya di dalam pesawat saat perjalanan pulang dari Jepang, Selasa (26/11).

Paus mengatakan kepada awak media bahwa saat ini penyelidikan tengah berlangsung terhadap dugaan penipuan dan penyalahgunaan anggaran Peter Pence, dana amal Paus, yang digunakan untuk membeli properti mewah di pusat kota London, Inggris, senilai €150 juta atau setara dengan Rp240 miliar.

Sebelumnya, Paus mengatakan bahwa pembelian properti tersebut belum tentu penyalahgunaan dana amal tapi sebagai bentuk investasi. “Anda bisa membeli properti, kemudian menyewakannya, menjualnya. Namun, itu dilakukan demi kebaikan bagi mereka yang membutuhkan,” terangnya.

“Apa yang terjadi, telah terjadi, sebuah skandal. Mereka melakukan perbuatan yang melanggar,” tambah Paus.

Ini adalah pernyataan publik pertama yang disampaikan Paus Fransiskus terkait isu praktik korupsi di Vatikan. Ia menekankan bahwa penyelidikan sejauh ini berjalan dengan baik. Ada lima petugas administrasi Vatikan yang diskors dan kini tengah menjalani pemeriksaan, dua di antaranya merupakan pejabat senior.

Terungkapnya praktik korupsi tersebut berawal dari kecurigaan auditor keuangan Vatikan akan adanya praktik tersebut.

“Untuk pertama kalinya, perbuatan kotor terungkap dari dalam Vatikan, bukan dari luar,” papar Paus.

 

Mujafi

Baca Selengkapnya

BERITA

Manfaatkan Revolusi Digital, Kini Pengemis di China Terima Sumbangan Pakai QR Code

Oleh

Fakta News
Pengemis di China memakai QR Code

Jakarta – Dengan revolusi digital yang ada saat ini, peminta-minta menemukan solusinya dengan QR Code. Jadi tidak perlu uang kecil jika ingin menyumbang pada mereka.

Ya, sebagian pengemis di China mengenakan semacam ID Card dengan QR Code yang tercetak di selembar kertas. Dikutip dari Financial Express, mereka menerima pembayaran dengan Alipay dan WeChat Wallet, perusahaan e-wallet besar di sana.

Peminta-minta ini tak membutuhkan ponsel untuk mengoperasikan akun mereka karena sistemnya adalah uang bisa langsung masuk ke dompet digital pengemis.

Lembar QR Code itu bisa digunakan untuk membeli barang apapun yang ada di dompet digital mereka dengan memindainya saja di toko.

Brookings Fellow Aaron Klein dan Brookings Senior Fellow David Dollar pun mendiskusikan hal ini dalam podcast terbaru mereka.

China memang termasuk negara yang cukup siap dalam era non-tunai. Menjamurnya sistem pembayaran dengan platform Alipay dan WeChat adalah buktinya.

Namun demikian, pembayaran cashless bukannya tanpa kritikan. Misalnya kecemasan soal perlindungan data yang terangkut saat transaksi pembayaran secara digital.

Baca Juga:

 

Munir

Baca Selengkapnya

BERITA

Pertama Kalinya, Arab Saudi Terbitkan Visa Turis dan Terbuka untuk Pariwisata

Oleh

Fakta News
Kota Riyadh

Riyadh – Pemerintah Arab Saudi, pada Jumat (27/9/2019), resmi akan mulai terbuka untuk pariwisata dan menawarkan visa turis untuk pertama kalinya. Langkah tersebut akan semakin membuka negara kerajaan Islam ultra-konservatif itu bagi wisatawan sebagai bagian dari menghidupkan perekonomian di sektor pariwisata.

Pariwisata juga menjadi salah satu upaya pemerintah Arab Saudi untuk mendiversifikasikan ekonominya menjauh dari minyak bumi. Sebagai konsekuensi dibukanya pariwisata di kerajaan itu, pemerintah juga akan melonggarkan aturan berpakaian bagi turis wanita asing yang tidak diharuskan mengenakan abaya di tempat umum.

“Kita membuat sejarah pada hari ini,” ujar Kepala Pariwisata Arab Saudi Ahmed al-Khateeb dalam sebuah pernyataan.

“Untuk pertama kalinya, kami akan membuka negara kami untuk wisatawan dari seluruh dunia,” tambahnya, dikutip AFP.

Dengan dibukanya pintu pariwisata di Arab Saudi, warga negara dari 49 negara akan berhak mendapatkan visa online maupun visa on arrival, termasuk warga Amerika Serikat, Australia, dan sejumlah negara Eropa.

Baca Selengkapnya