Diah Saminarsih Wanita Indonesia Pertama di Posisi Direktur Penasihat WHO

  • Fakta.News - 13 Apr 2018 | 12:29 WIB
Wanita Indonesia Pertama di Posisi Direktur Penasihat WHO
Diah Saminarsih(Foto: Dok. Pribadi)

Selalu ada tempat layak untuk orang yang berusaha dan bekerja keras. Setidaknya, itulah yang diyakini Diah Saminarsih, Direktur Penasihat di Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).

Ya, Diah adalah wanita Indonesia pertama yang memiliki posisi tingkat D1 atau direktur di Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). Posisinya tepat di bawah direktur jenderal sehingga punya peran besar dalam menentukan kebijakan dunia.

Dengan posisinya itu sebagai Penasihat “Gender and Youth” di Kantor Direktur Jenderal, Diah bisa membawa isu kesehatan Indonesia. Sebuah pencapaian yang tentunya membanggakan.

Namun perempuan bernama lengkap Diah Satyani Saminarsih tentu tak begitu saja sampai di sana. Sebelumnya ia lama terlibat menjadi Asisten Utusan Khusus Presiden RI untuk MDGs (millneium Development Goals) Nila F Moeleok pada tahun 2010-2014.

Rupanya, di situlah kecakapannya menuntaskan tugas terasah. Kreativitasnya sebagai perempuan muda saat itu pun juga dinilai telah menginspirasi banyak pemuda.

Ada dua inisiatif yang patut dicatat selama ia di Kantor Utusan Khusus Presiden RI (KUPRI). Pertama adalah MDG Awards, lalu kedua Pencerah Nusantara.

MDG Awards memberikan penghargaan kepada individu, korporasi, ataupun birokrasi (pemerintah provinsi, pemerintah kota, dan pemerintah kabupaten) yang berprestasi. Tentunya dalam upaya pencapaian MDGs yang terdiri atas delapan sasaran.

Selain pemberantasan kemiskinan dan memajukan pendidikan, kesehatan menjadi sasaran penting, yakni mengurangi tingkat angka kematian anak. Serta meningkatkan kesehatan ibu, memerangi HIV/Aids malaria, dan penyakit menular lain.

Nah, dari keterlibatan dalam program MDGs ini, Diah mendapat jalan untuk mengembangkan minat dan kemampuan dalam pencapaian sasaran kedelapan MDGs. Apalagi kalau bukan pengembangan kemitraan global untuk pembangunan.’

Sementara Pencerah Nusantara adalah program yang dirancang dan dipimpin Diah untuk menerjunkan dokter-dokter muda ke tujuh daerah terpencil. Dalam tugas pengabdian tersebut, paling banyak ke wilayah timur dan barat Indoensia.

Kemudian ketika MDGs menjelang berakhir, Diah terlibat dalam sejumlah prakarsa strategis dalam porposes Agenda pasca-2015. Hal ini lalu dikenal sebagai SDGs (Sustuinable Development Goals), yang berisi 17 sasaran untuk mentransformasikan dunia.

Diah lantas dinilai berhasil menjalankan tugas dan tanggung jawabnya. Ia kemudian diangkat sebagai Staf Khusus Menteri Kesehatan, saat Prof. Nila F Moelek diangkat jadi Menteri Kesehatan oleh Presiden Joko Widodo.

  • Halaman :
  • 1
  • 2
  • 3

BACA JUGA:

Tulis Komentar