Connect with us
Diah Saminarsih

Wanita Indonesia Pertama di Posisi Direktur Penasihat WHO

Pentingnya Pemuda

Baginya juga, partisipasi pemuda untuk kesetaraan dalam hal kesehatan sangat penting. Perempuan dan pemuda adalah penggerak untuk perubahan. Tujuannya tentu saja agar bisa lebih terlibat di tingkat pengambil keputusan untuk bidang kesehatan.

Melalui berbagai mentoring, wawasan Diah terbuka, bahwa masalah kesehatan sumbernya hampir selalu kemiskinan dan ketidaktahuan. Dampak negatif dari keduanya paling cepat terlihat pada manusian dan status kesehatannya.

Masalah di Papua, misalnya, Diah berpandangan untuk menyelesaikan masalah di Papua butuh intervensi holistik lintas sektor dengan spektrum luas. Mulai dari kesehatan sosial ekonomi, tata kelola pemerintahan, khususnya dialog pusat-pusat daerah, akses infrastruktur, hingga akses informasi.

Dalam kaitan dengan Nusantara Sehat, program di mana Diah juga menjadi sosok penting di belakangnya, walaupun entry-point-nya adalah kesehatan, anggota tim dilatih untuk menjalin kolaboraso lintas sektor di daerah penempatan.

Nusantara Sehat sendiri adalah program strategis yang diprioritaskan Kementerian Kesehatan yang dirancang untuk memperkuat sistem layanan kesehatan.

Kemudian setelah sempat terperangkap dalam jadwal padat bolak-balik Jakarta-New york (markas PBB) untuk merundingkan berbagai isu kemitraan dan kerja sama internasional, kini Diah sementara waktu bertekun di Geneva, Swiss.

Kepada dua anaknya, ia menekankan bahwa ibu mereka sedang menjalankan tugas kemanusiaan untuk kesehatan orang banyak. Sesuai SDG, Program Kerja Global ke-13 WHO adalah “tiga miliar orang lagi harus diselamatkan hidupnya.”

Lahir: Jakarta, 8 Agustus 1973
Pendidikan” Master of Science dalam Psikologi, Seattle University, AS, 1998
Karier:
– Direktur/Penasihat Dirjen WHO Bidang Kesetaraan jende dan Kepemudaan (2018)
– Staf Khusus Menteri Kesehatan RI (2014-2018).
– Partner dan eksekutif beberapa perusahaan swasta

Novianto

  • Halaman :
  • 1
  • 2
  • 3
Baca Selengkapnya
Tulis Komentar

SOSOK

Abdul Aziz, Pahlawan Penyelamat Saat Teror di Masjid New Zealand

Oleh

Fakta News
abdul aziz
Abdul Aziz.

Jakarta – Sosok Abdul Aziz, 48 (tahun), sedang disorot berkat aksi nekatnya menghalangi tindakan penembakan brutal di Masjid Linwood, Christchurch, Selandia Baru. Abdul Aziz, yang merupakan jemaah di Masjid Linwood, dengan berani menghadapi si penembak dan berhasil mencegah jatuhnya korban lainnya.

Dilansir dari The Telegraph, Minggu (17/3/2019), saat ada penyerangan Abdul Aziz memilih tidak melarikan diri, dia justru mengambil benda apapun di dekatnya untuk menarik perhatian pelaku.

“Sini!” ujar Abdul Aziz ke pelaku kala kejadian sembari berlari ke luar masjid.

Aziz sempat saling kejar dan kucing-kucingan dengan pelaku. Sementara empat putra Aziz dan sejumlah jemaah lain masih berada dalam masjid dan mereka ‘diberi’ kesempatan melarikan diri oleh Aziz.

Dikejar-kejar Aziz, pelaku kemudian masuk ke dalam mobilnya. Tak berapa lama, pelaku melarikan diri. Masjid Linwood sendiri berlokasi sekitar 5 kilometer dari Masjid Al Noor atau sasaran teror pertama.

“Ketika dia melihat saya membawa pistol, dia menjatuhkan senapannya dan lari ke mobilnya. Saya mengejarnya,” katanya kepada kantor berita Reuters. “Dia duduk di mobilnya dan … saya melempar (pistol) melalui jendelanya seperti panah. Dia hanya mengumpat pada saya dan pergi.”

Baca Juga:

Baca Selengkapnya

BERITA

Alasan Abuya Muhtadi Dimyati Dukung Jokowi-KH Maruf Amin

Oleh

Fakta News
Abuya Muhtadi Dimyati
Abuya Muhtadi Dimyati saat menerima kunjungan Presiden Joko Widodo di Ponpes Roudotul Ulum, Pandeglang (Foto: Istimewa)

Pandeglang – Di usianya yang sudah setengah abad lebih, Abuya Muhtadi Dimyati masih masih mau menghadiri acara deklarasi dukungan Relawan Ababil terhadap pasangan calon (Paslon) Joko Widodo-Maruf Amin. “Semua warga Banten harus berupaya memilih pemimpin yang amanah bagi masyarakat muslimin, yaitu Jokowi-Maruf Amin,” katanya.

Acara Deklarasi Dukungan Relawan Ababil atau Angkatan Baru Banten Sabilillah ini, digelar pada Kamis (7/3/2019), di Gedung Serbaguna RPM Kp Kotamanik Pegadungan, Karangtanjung Pandeglang, Provinsi Banten. Ulama kharismatik pengasuh Pondok Pesantren (Ponpes) Roudotul Ulum Cidahu, Pandeglang yang hadir di acara tersebut, dengan tegas sangat mendukung Jokowi-KH Maruf Amin sebagai capres dan cawapres, serta mendoakan agar terpilih menjadi Presiden Indonesia periode 2019-2024.

“Untuk warga Banten usahakanlah supaya kita bisa memilih Jokowi-Maruf Amin, ini sikap kita agar kita bisa kembali menata sunah Rasulullah dengan benar di Banten,” katanya

Abuya mengaku, dirinya mendapat kabar dari tamunya dari Yaman, bahwa banyak orang-orang Islam Indonesia yang dari luar negeri seperti orang-orang HTI (yang kini sudah dibubarkan pemerintah), itu sudah keluar dari sunah. Nah mantan-mantan HTI itu sendiri, diduga kini bergabung dengan koalisi partai pendukung capres dan cawapres nomor urut 02 Prabowo Subianto-Sandiaga Uno.

Mereka, lanjut Dimyati, mengaku-ngaku ahli sunah tapi tidak tahu apa isi sunah itu sendiri. “Saya berharap dengan terpilihnya Jokowi-Maruf Amin, mereka dapat menjaga sunah nabi di Indonesia. Kalau tak bisa ngaji mana akan tahu sunah nabi,” katanya.

Baca Selengkapnya

BERITA

Petenis Asia Pertama yang Jadi Pemain Nomor 1 di Dunia

Oleh

Fakta News
Naomi Osaka
Petenis putri Jepang, Naomi Osaka.(Foto: Istimewa)

Jakarta – Di Benua Asia, cabang olahraga tenis, mungkin tidak semarak dan seheboh cabang sepakbola. Namun demikian, bukan berarti atlet asal Benua Asia yang berkiprah di cabang ini tidak bisa menorehkan hasil maksimal. Yang pasti itu, anggapan telah dipatahkan petenis wanita asal Jepang, Naomi Osaka.

Naomi Osaka berhasil mencetak sejarah baru sebagai pemenang Grand Slam Australia Terbuka 2019 usai mengalahkan Petra Kvitova dari Republik Ceko dalam pertarungan tiga set 7-6, (2), 5-7, dan 6-4 di Rod Laver Arena, Sabtu (26/1) WIB.

Keberhasilan Naomi merebut gelar di Australia Terbuka 2019 telah mengantarkannya merebut peringkat satu dunia. Dia menjadi pemain Asia pertama yang berhasil mendapatkan stempel Ratu tenis dunia.

Mengetahui hal ini, Naomi mengaku bangga karena salah satu mimpinya sudah terwujud di usia muda.

“Saya sangat antusias akan menjadi petenis nomor satu dunia versi WTA,” kata Naomi dikutip dari situs web WTA.

“Saya selalu bermimpi berada di posisi ini dan saya bangga bisa menjadi bagian dari petenis elite yang pernah menjadi nomor satu dunia,” ujar Naomi menambahkan.

CEO dan Ketua WTA Steve Simon, merasa Naomi sangat pantas menyandang predikat nomor satu dunia karena determinasinya hingga saat ini.

“Menjadi nomor satu dunia adalah prestasi yang luar biasa. Saya ingin mengucapkan selamat kepada Naomi karena mencapai hal itu di awal kariernya,” kata Steve Simon.

Baca Juga:

Baca Selengkapnya