Connect with us

Kabar Duka: Tio Hui Eng, Istri Indrajono Sangkawang Meninggal Dunia

Surabaya – Kabar duka datang dari keluarga besar Indrajono Sangkawang, istri tercintanya Tio Hui Eng dikabarkan telah meninggal dunia pada Sabtu (5/2/2022) di Mayapada Hospital, Surabaya, pukul 00.58 WIB.

Almarhumah Tio Hui Eng meninggal dunia pada umur 62 tahun. Dari pernikahannya dengan Indrajono Sangkawang, beliau meninggalkan empat anak tercintanya.

Rencananya upacara tutup peti akan dilaksanakan pada hari Senin, 7 Februari 2022, pukul 09.00-11.00 WIB di Adijasa, Ruang E, F, dan G. Sementara pemakaman akan dilaksanakan berangkat dari rumah duka pada hari Jumat 11 Februari 2022, pukul 09.00 WIB.

Kami segenap keluarga besar redaksi Fakta.News mengucapkan duka yang sangat mendalam bagi almarhumah dan keluarga yang ditinggal.

Semoga almarhumah diberikan tempat yang terbaik di sisiNya dan untuk keluarga yang ditinggalkan diberi kekuatan oleh Allah Yang Maha Pengasih untuk menghadapi cobaan ini.

Baca Selengkapnya
Tulis Komentar

BERITA

Mencermati Demonstrasi Anti Pemerintah di Iran

Oleh

Fakta News

Demonstrasi besar pecah di Iran setelah kematian Mahsa Amini, seorang wanita Kurdistan yang tewas mengenaskan dalam tahanan polisi moral. Demonstrasi itu terjadi bukan hanya di Ibukota Iran Teheran tetapi meluas ke kota-kota lain di negara mullah tersebut. Sejauh ini, media mengabarkan ada 36 orang meninggal akibat unjuk rasa menentang pemerintah. Hingga saat ini belum ada tanda-tanda demonstrasi ini akan berakhir.

Presiden Iran Ebrahim Raisi telah memerintahkan penyelidikan atas kasus ini. Dan dalam pernyataannya kepada dunia internasional, Raisi menyampaikan tidak dapat menerima kekacauan yang terjadi di negaranya akibat demonstrasi di berbagai kota yang mengecam pemerintahan Republik Islam Iran. Nampaknya Pemerintah Iran akan menghadapi unjuk rasa tersebut dengan keras sebagaimana sebelumnya.

Semakin Otoriter

Kasus kematian Mahsa Amini sesungguhnya adalah momentum bagi masyarakat Iran yang sudah sangat jenuh menghadapi pemerintahan para mullah yang otoritarian. Semakin meningkatnya ketidakpuasan terhadap sistem politik Iran tercermin dari rendahnya partisipasi pemilu Iran tahun 2020. Jumlah pemilih yang mengikuti pemilu tidak sampai 50% dari wajib pilih terdaftar. Tingginya golput disebabkan semakin memburuknya kondisi ekonomi serta semakin otoriternya pemerintahan Islam Iran.

Di bawah sangsi ekonomi Amerika Serikat dan memburuknya perekonomian dunia, Iran menghadapi penurunan Gross National Income dari US$5.240 per kapita menjadi US$2.870 per kapita. Penurunan ini telah menghilangkan setengah pendapatan nasional per kapita. Sementara inflasi di dalam negeri Iran telah melonjak menjadi 52,5%. Hal inilah yang memicu ketidakpuasan yang luas di masyarakat.

Kasus kematian bunuh diri veteran perang Iran, Ruhollah Parazideh di tahun 2021 menjadi cerita pilu bagaimana seorang veteran perang memutuskan bunuh diri akibat tidak dapat memenuhi hajat hidup diri dan keluarganya. Kisah ini belum lama terjadi dan menyisakan luka yang menganga di hati rakyat Iran yang menderita karena ekonomi Iran yang tenggelam, pengangguran melonjak dan harga makanan meroket.

Berangkat dari kisah ini, dapat dipahami jika kematian Mahsa Amini di tangan polisi moral Iran telah menjadi momentum bagi rakyat Iran untuk menggugat sistem politik di negerinya sendiri yang tidak lagi memberi harapan akan kehidupan yang lebih baik. Rakyat Iran selama 40 tahun di bawah pemerintahan kaum mullah yang otoriter, yang telah membunuh puluhan ribu pejuang hak azasi. Dengan rekor pembunuhan diluar peradilan yang kejam ini, tentu saja kematian 36 orang akibat demonstrasi bukan menjadi sesuatu yang cukup berharga bagi pemerintah Iran saat ini.

Merebaknya demonstrasi di 50 kota di Iran ini menjadi lampu kuning bagi sistem politik Iran yang selama ini dianggap aneh. Sistem politik satu-satunya di dunia yang berusaha menyatukan pemerintahan ulama yang konservatif dengan sistem pemerintahan demokratis. Meskipun di Iran ada Pemilu yang memilih anggota parlemen dan presiden, namun kekuasaan tertinggi tetap di tangan pemimpin agung, Ayatullah Ali Khamenei, yang telah berkuasa selama 33 tahun.

Fenomena di Iran semakin menarik untuk dicermati, bagaimana sebuah bangsa yang besar menghadapi gejolak di dalam negeri yang demikian hebat. Tentu saja gejolak sosial seperti saat ini bukan kali pertama dihadapi oleh Iran. Di tahun 2019 juga terjadi gelombang protes besar yang menuntut Pemimpin Iran lengser.

Demonstrasi besar ini disebabkan kenaikan harga bahan bakar dan maraknya kasus-kasus korupsi di pemerintahan. Namun unjuk rasa tersebut dapat diakhiri setelah Pemerintah melakukan tindakan represif yang menewaskan 1.500 orang. Pemerintah kemudian menuding ada provokasi dari lawan-lawan Iran yang menghasut terjadinya kerusuhan.

Perubahan Sistem Politik

Akankah demonstrasi saat ini mampu mengganti Pemimpin Agung yang telah berkuasa lebih dari tiga dekade tersebut? Tentu saja hal ini akan berpulang pada seberapa kuat ketahanan para demonstran menghadapi represi yang dilakukan negara terhadap aksi-aksi mereka. Pemerintah menghadapi demonstran dengan peluru tajam, pellet gun, dan gas air mata.

Tidak seperti demontrasi sebelumnya, demonstrasi kali ini terbilang lebih beringas. Para pengunjuk rasa dengan berani merusak bahkan membakar potret Pemimpin tertinggi Iran, Ayatullah Ali Khamenei. Di Teheran, kerumunan massa meneriakkan “Mojtaba, semoga anda mati dan tidak akan menjadi pemimpin tertinggi”. Teriakan ini merujuk pada putra Khamenei yang dipercaya akan menggantikan ayahnya di puncak politik Iran. Sikap acuh para demonstran ini menunjukkan ketidakpuasan yang sangat tinggi di masyarakat terhadap Pemerintah Iran saat ini.

Pembatasan terhadap kebebasan pribadi yang semakin ketat yang dilakukan Pemerintah Iran menjadi salah satu pemicu demonstrasi yang telah membuat 50 kota di Iran membara. Pemerintah yang didominasi ulama-ulama garis keras telah bertekad untuk menegakkan aturan-aturan disiplin dalam berpakaian dan hal-hal lain yang bertentangan dengan hukum agama.

Situasi di Iran tentu saja membawa keprihatinan yang mendalam. Setiap nyawa manusia adalah berharga. Jauh lebih berharga dari jilbab panjang yang tidak menutup dada.***

 

____

Ir. Bambang Sutrisno

*) Penulis adalah Sekretaris Dewan Pengarah KAPT

Baca Selengkapnya

BERITA

RSTKA Bantu Persalinan Bayi ke-77 dalam Misi Pendampingan dan Pelayanan Kesehatan Ibu dan Anak Kepulauan di Pagerungan Kecil

Oleh

Fakta News

Jakarta – Tiga pekan Rumah Sakit Terapung Ksatria Airlangga (RSTKA) menjalankan misi kemanusian memberikan pendampingan dan layanan kesehatan bagi ibu dan anak di 20 pulau sekitar Madura. Kapal RSTKA meninggalkan Pulau Sadulang Besar dan selanjutnya berlabuh di Kepulauan Sapeken, Sumenep, tepatnya di Pulau Pagerungan Kecil.

Selain layanan Kesehatan, tim RSTKA juga melaksanakan edukasi serta layanan yang meliputi sosialisasi mengenali dan pencegahan kanker payudara, sosialisasi pencegahan penyakit stroke serta mengenal dan mencegah penyakit kanker rahim dan serviks. Peserta sosialisasi terdiri dari TP-PKK Desa Pagerungan Kecil, Kader Posyandu, Kader KB dan Kader Kesehatan HIV/AIDS.

Tim RSTKA sempat dijamu di Pesantren Al-Barkah Pagerungan Kecil, sebagai salah satu bentuk penghormatan dan keakraban yang ditunjukkan oleh masyarakat sekitar terhadap keberadaan dan misi kemanusiaan RSTKA. Masyarakat Pagerungan Kecil, terutama ibu-ibu dan anaknya sangat antusias dengan pelayanan RSTKA. Mereka berbondong-bondong ke kapal RSTKA guna mendapatkan layanan pemeriksaan kesehatan dari para relawan yang turut dalam misi kali ini.

Dalam pelayanan di Pagerungan Kecil ini, RSTKA jembali mengukir sejarah, dengan membantu persalinan warga setempat. Pada Jumat malam, 23 September 2022, melalui operasi sesar (sectio cesarea), telah lahir bayi laki-laki yang hadir ke dunia dengan selamat berkat kerja tim RSTKA dalam membantu proses kelahiran bayi ke-77 dari pasangan Bapak Roni dan Ibu Linda. Adapun tim relawan yang menangani diantaranya : dr. Riska Wahyuningtyas, Sp.OG. (Ketua), dr. Amilah Anis, dan dr. Ega (asisten), Marlyn dan Riesmawaty (instrumen), dr. Yoppie, Sp.An. (anestesi),dr. Mos dan dr. Berta (asisten), dr. Deon (pediatri) dr. Jeff dan dr. Litha (asisten).

Sebelumnya, pada misi yang diberi tajuk BHAKTI PENAKIB” ini telah mengunjungi beberapa pulau dan membantu persalinan para ibu hamil. Di Pulau Sapungkur, telah lahir “bayi RSTKA” ke-65 dan 66 (14 September). Di Kangean, lahir bayi ke-67 (15 September). Di Pajang Barat, Sepanjang lahir bayi ke 68, 69 dan 70 (16 September). Serta bayi ke-71, 72, 73, 74, 75, 76 (lahir antara 17-22 September 2022).

Direktur Rumah Sakit Terapung Ksatria Airlangga (RSTKA), Dr. Agus Harianto, Sp.B. yang mendapatkan kabar mengenai persalinan tersebut, tidak dapat menyembunyikan kegembiraannya. Ia mengapresiasi dan terus memberikan semangat pada tim relawan yang berangkat.

Walaupun pada misi kali ini ia tidak sempat bergabung mendampingi para relawan di lapangan, namun ia tetap memantau dan mengikuti perkembangan melalui group whatsapp dan zoom meeting yang dilakukan hamper tiap pagi. Saat ditunjukkan foto keberhasilan penanganan persalinan “bayi ke-77 RSTKA” ia pun langsung tersenyum lebar.

“Wajah boleh tertutup masker…tapi maskerpun tidak mampu menyembunyikan kebahagiaan dan sukacita setiap orang yg terlibat dalam pelayanan ini. Hormat dan terimakasih atas pengabdian dan cinta kasihnya,” ungkap dr Agus bangga.

Dr Agus juga menekankan bahwa misi RSTKA kali ini akan berfokus pada pelayanan, dan pendampingan, kesehatan ibu dan anak di daerah kepulauan sangatlah tepat. Ini berangkat dari pengalaman pada misi MARCO RSTKA sebelumnya, yakni ketika berlayar di daerah kepulauan Sapeken dan sekitarnya, kita melakukan operasi kepada 15 ibu hamil.

Pengalaman dan kondisi itu membuat kami galau, dan akhirnya kami tergerak untuk kembali lagi ke daerah itu didukung oleh para donator dan relawan. Kesehatan ibu dan anak masih dan menjadi perhatian serius kita bersama.

Waisul Karni, Sekretaris Desa Pagerungan Kecil sangat antusian dan berterima kasih atas kunjungan RSTKA ke desanya. Atas nama seluruh warga desa, ia menyampaikan rasa terima kasihnya.

“Syukur kepada Tuhan, yang telah memberi kekuatan, kesehatan, kepada tim dokter sehingga dengan semua itu tim dokter RSTKA dapat memberi mamfaat yang cukup besar bagi warga desa Pagerungan Kecil, terimakasih yang tak terhingga,” ujar Karni.

Dengan semboyan “Mengarungi Samudera Menyelamatkan Anak Bangsa”, RSTKA yang merupakan Rumah Sakit yang beroperasi di atas kapal, dibawah naungan Yayasan Ksatria Medika Airlangga yang diketua oleh Dr. Christrijogo Sumartono W, dr., Sp.An. (KAR) akan bertekad menyelesaikan misi kali ini dalam rangka mendukung pelayanan kesehatan rujukan untuk masyarakat di kepulauan sekitar Madura, khususnya dalam upaya penurunan angka kematian ibu dan bayi (PENAKIB) di kepulauan.

Apalagi misi kali ini secara resmi dilepas oleh Menteri Kesehatan RI. Bersama para sivitas akademika Unair dan para relawan kemanusiaan, RSTKA akan memberikan pelayanan dan pendampingan komprehensif ibu dan anak di kepulauan dengan mengunjungi 20 pulau terpencil, diantaranya Saobi, Gili Iyang, Sapudi, Raas, Kangean, Sabunten, Saur, Saebus, Saseel, Sepanjang, Sapeken, Paliat, Sadulang Besar, Sadulang Kecil, Pagerungan Kecil, Pagerungan Besar, Sakala, Sapeken, Gili Genting, Gili Raja.

Baca Selengkapnya

BERITA

Komisi XI Tinjau Akses Pembiayaan UMKM Mitra BI dan OJK di Bogor

Oleh

Fakta News
Komisi XI Tinjau Akses Pembiayaan UMKM Mitra BI dan OJK di Bogor
Anggota Komisi XI DPR RI Ecky Awal Mucharam saat kunjungan di Pasar Kebon Kembang Blok F di Kota Bogor, Jumat (23/9/2022). Foto: DPR RI

Jakarta – Komisi XI DPR RI melakukan kunjungan kerja spesifik untuk meninjau lebih lanjut seputar akses pembiayaan bagi pelaku UMKM mitra binaan Bank Indonesia (BI) dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) di Provinsi Jawa Barat. Adapun mitra binaan yang dikunjungi berada di Pasar Kebon Kembang Blok F di Kota Bogor.

Bertindak sebagai ketua tim kunjungan, Anggota Komisi XI DPR RI Ecky Awal Mucharam mengatakan tinjauan ini juga berfungsi untuk melihat pemulihan ekonomi di sektor riil. “Karena tidak bisa hanya mengandalkan pemulihan ekonomi di sektor pasar keuangan saja, tetapi juga sektor riil. Kalau ingin melihat apakah ekonomi itu sudah pulih kembali, maka coba lihat pasar tradisionalnya,” ungkapnya kepada Parlementaria saat kunjungan di pasar tersebut, Jumat (23/9/2022).

Ia berharap pemangku kebijakan terkait harus dapat mendorong perbankan agar dapat menyalurkan kredit, tidak hanya fokus pada pertumbuhan simpanan perbankan saja. “Bank perlu didorong sebagai mediator antara investor atau penabung dengan debitur, sebab tanpa berkembangnya aktivitas pinjaman maka perekonomian tidak ikut tumbuh,” ungkap Ecky.

Menurut Legislator Dapil Jawa Barat III ini, peran perbankan sangat vital dalam mencapai target pertumbuhan ekonomi nasional yang berada pada level diatas 5 persen, yakni menjadi penyalur bagi kredit-kredit di beragam sektor riil, salah satunya pelaku usaha di pasar tradisional. Adapun kondisi Pasar Kebon Kembang yang dikunjungi kali ini ia nilai, meski tergolong pasar yang baru direvitalisasi dan menemui beberapa kendala, namun pasar masih punya potensi untuk maju.

“Semoga saja Pasar Kebon Kembang ini bisa maju, kemudian juga kreditnya lancar semuanya kalau ada yang tengah mengambil kredit. Kami akan berusaha supaya jenis-jenis Kredit Usaha Rakyat (KUR) bisa diperbanyak lagi platform-nya. Sehingga semua bisa memanfaatkan KUR dengan baik demi pemulihan ekonomi,” urai Ecky.

Lebih lanjut, Politisi Fraksi PKS ini mengatakan dukungannya kepada pasar tradisional agar bisa tetap tumbuh, berkembang dan eksis di Indonesia. “Jangan sampai pasar tradisional yang tersingkir oleh pasar-pasar modern. Tetap dia yang menjadi denyut ekonomi rakyat,” tuturnya.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Kepala Perwakilan BI Provinsi Jawa Barat Herawanto. Pihaknya menjelaskan, dalam rangka mendorong percepatan pemulihan ekonomi di Jawa Barat, BI selama ini telah melakukan pengembangan UMKM baik dari sisi peningkatan produksi, pemasaran, dan akses keuangan. Berbagai kegiatan yang dilaksanakan melalui sinergi dan kolaborasi dengan berbagai pihak dalam bentuk pameran, pelatihan, business matching dan pendampingan UMKM.

Baca Selengkapnya