Connect with us
Bimo Adityarahman

Menangi Kompetisi Matematika Internasional di Bulgaria, Mahasiswa ITB Ini Raih Medali Emas

Bimo Adityarahman
Bimo Adityarahman.(Foto: Humas.itb)

Bandung – Mahasiswa Prodi Teknik Informatika Institut Teknologi Bandung (ITB) Bimo Adityarahman Wiraputra  berhasil meraih medali emas, menyisihkan ratusan peserta dari berbagai negara di dunia pada ajang International Mathematic Competition (IMC) 2018 di Bulgaria.

Dalam siaran pers ITB, Bimo berhasil mendapatkan medali emas atau first prize setelah bersaing dengan 351 peserta lain dari berbagai negara di dunia. Kompetisi tersebut berlangsung sejak 22-28 Juli 2018 di Kota Blagoevrad.

Bimo sendiri mengaku tak menyangka dirinya bisa meraih medali emas di kompetisi tersebut. Ia bersyukur karena bisa membawa nama harum ITB di dunia internasional. Medali tersebut dia persembahkan kepada almamater tercinta, orangtua, teman-teman satu tim dan pembimbing.

“Pastinya senang dan bersyukur bisa meraih juara, ini suatu kebanggan tersendiri,” kata Bimo.

Dia mengatakan, tak ada persiapan khusus untuk ikut kompetisi tersebut, hanya saja dengan pembimbing dan rekan-rekan se-tim sering mengerjakan soal bersama. Bimo bahkan mengakui bahwa soal-soal yang diujikan di IMC lebih sulit levelnya dibanding dengan olimpiade.

Baca Juga:

  • Halaman :
  • 1
  • 2
  • 3
Baca Selengkapnya
Tulis Komentar

SOSOK

Abdul Aziz, Pahlawan Penyelamat Saat Teror di Masjid New Zealand

Oleh

Fakta News
abdul aziz
Abdul Aziz.

Jakarta – Sosok Abdul Aziz, 48 (tahun), sedang disorot berkat aksi nekatnya menghalangi tindakan penembakan brutal di Masjid Linwood, Christchurch, Selandia Baru. Abdul Aziz, yang merupakan jemaah di Masjid Linwood, dengan berani menghadapi si penembak dan berhasil mencegah jatuhnya korban lainnya.

Dilansir dari The Telegraph, Minggu (17/3/2019), saat ada penyerangan Abdul Aziz memilih tidak melarikan diri, dia justru mengambil benda apapun di dekatnya untuk menarik perhatian pelaku.

“Sini!” ujar Abdul Aziz ke pelaku kala kejadian sembari berlari ke luar masjid.

Aziz sempat saling kejar dan kucing-kucingan dengan pelaku. Sementara empat putra Aziz dan sejumlah jemaah lain masih berada dalam masjid dan mereka ‘diberi’ kesempatan melarikan diri oleh Aziz.

Dikejar-kejar Aziz, pelaku kemudian masuk ke dalam mobilnya. Tak berapa lama, pelaku melarikan diri. Masjid Linwood sendiri berlokasi sekitar 5 kilometer dari Masjid Al Noor atau sasaran teror pertama.

“Ketika dia melihat saya membawa pistol, dia menjatuhkan senapannya dan lari ke mobilnya. Saya mengejarnya,” katanya kepada kantor berita Reuters. “Dia duduk di mobilnya dan … saya melempar (pistol) melalui jendelanya seperti panah. Dia hanya mengumpat pada saya dan pergi.”

Baca Juga:

Baca Selengkapnya

BERITA

Alasan Abuya Muhtadi Dimyati Dukung Jokowi-KH Maruf Amin

Oleh

Fakta News
Abuya Muhtadi Dimyati
Abuya Muhtadi Dimyati saat menerima kunjungan Presiden Joko Widodo di Ponpes Roudotul Ulum, Pandeglang (Foto: Istimewa)

Pandeglang – Di usianya yang sudah setengah abad lebih, Abuya Muhtadi Dimyati masih masih mau menghadiri acara deklarasi dukungan Relawan Ababil terhadap pasangan calon (Paslon) Joko Widodo-Maruf Amin. “Semua warga Banten harus berupaya memilih pemimpin yang amanah bagi masyarakat muslimin, yaitu Jokowi-Maruf Amin,” katanya.

Acara Deklarasi Dukungan Relawan Ababil atau Angkatan Baru Banten Sabilillah ini, digelar pada Kamis (7/3/2019), di Gedung Serbaguna RPM Kp Kotamanik Pegadungan, Karangtanjung Pandeglang, Provinsi Banten. Ulama kharismatik pengasuh Pondok Pesantren (Ponpes) Roudotul Ulum Cidahu, Pandeglang yang hadir di acara tersebut, dengan tegas sangat mendukung Jokowi-KH Maruf Amin sebagai capres dan cawapres, serta mendoakan agar terpilih menjadi Presiden Indonesia periode 2019-2024.

“Untuk warga Banten usahakanlah supaya kita bisa memilih Jokowi-Maruf Amin, ini sikap kita agar kita bisa kembali menata sunah Rasulullah dengan benar di Banten,” katanya

Abuya mengaku, dirinya mendapat kabar dari tamunya dari Yaman, bahwa banyak orang-orang Islam Indonesia yang dari luar negeri seperti orang-orang HTI (yang kini sudah dibubarkan pemerintah), itu sudah keluar dari sunah. Nah mantan-mantan HTI itu sendiri, diduga kini bergabung dengan koalisi partai pendukung capres dan cawapres nomor urut 02 Prabowo Subianto-Sandiaga Uno.

Mereka, lanjut Dimyati, mengaku-ngaku ahli sunah tapi tidak tahu apa isi sunah itu sendiri. “Saya berharap dengan terpilihnya Jokowi-Maruf Amin, mereka dapat menjaga sunah nabi di Indonesia. Kalau tak bisa ngaji mana akan tahu sunah nabi,” katanya.

Baca Selengkapnya

BERITA

Petenis Asia Pertama yang Jadi Pemain Nomor 1 di Dunia

Oleh

Fakta News
Naomi Osaka
Petenis putri Jepang, Naomi Osaka.(Foto: Istimewa)

Jakarta – Di Benua Asia, cabang olahraga tenis, mungkin tidak semarak dan seheboh cabang sepakbola. Namun demikian, bukan berarti atlet asal Benua Asia yang berkiprah di cabang ini tidak bisa menorehkan hasil maksimal. Yang pasti itu, anggapan telah dipatahkan petenis wanita asal Jepang, Naomi Osaka.

Naomi Osaka berhasil mencetak sejarah baru sebagai pemenang Grand Slam Australia Terbuka 2019 usai mengalahkan Petra Kvitova dari Republik Ceko dalam pertarungan tiga set 7-6, (2), 5-7, dan 6-4 di Rod Laver Arena, Sabtu (26/1) WIB.

Keberhasilan Naomi merebut gelar di Australia Terbuka 2019 telah mengantarkannya merebut peringkat satu dunia. Dia menjadi pemain Asia pertama yang berhasil mendapatkan stempel Ratu tenis dunia.

Mengetahui hal ini, Naomi mengaku bangga karena salah satu mimpinya sudah terwujud di usia muda.

“Saya sangat antusias akan menjadi petenis nomor satu dunia versi WTA,” kata Naomi dikutip dari situs web WTA.

“Saya selalu bermimpi berada di posisi ini dan saya bangga bisa menjadi bagian dari petenis elite yang pernah menjadi nomor satu dunia,” ujar Naomi menambahkan.

CEO dan Ketua WTA Steve Simon, merasa Naomi sangat pantas menyandang predikat nomor satu dunia karena determinasinya hingga saat ini.

“Menjadi nomor satu dunia adalah prestasi yang luar biasa. Saya ingin mengucapkan selamat kepada Naomi karena mencapai hal itu di awal kariernya,” kata Steve Simon.

Baca Juga:

Baca Selengkapnya