Eros Rosita Pahlawan Kesehatan Perempuan dan Anak Baduy

  • Fakta.News - 25 Jun 2018 | 12:17 WIB
Pahlawan Kesehatan Perempuan dan Anak Baduy

Baduy – Mobil berguncang-guncang di jalan rusak. Sebagian jalan menuju Kampung Ciranji, Desa Kanekes, Kecamatan Leuwidamar, Kabupaten Lebak, Banten belum diaspal. Jadi kalau hujan lubang-lubang menjadi genangan.  Begitulah jalan yang dirasakan Eros Rosita sehari-hari.

Tak bisa sembarangan orang bisa menuju lokasi. Tanjakannya curam, mobil kerap tergelincir. Pengemudi harus cekatan memindahkan tuas untuk memfungsikan penggerak empat roda. Beberapa pengendara mobil tanpa gardan ganda pasti akan kesusahan.

Perjalanan berjarak 28 km dari rumah Eros di Kampung Ciboleger, Desa Kanekes, harus menempuh 1,5 jam.

Desa Kanekes itu terletak di perbukitan. Jadi perjalanan antarkampung memang sulit, termasuk dengan berjalan kaki sekalipun.

Misalnya dari Kampung Ciboleger ke Ciranji,itu harus melewati Kecamatan Bojongmanik dan Cirinten yang jalannya berarti memutar. Bahkan dengan jalan kaki, lamanya bisa sampai 4 jam. Sesuatu yang sulit untuk Eros mengingat kakinya yang sudah ia rasakan sakit.

“Saya sudah kena esteoporosis,” katanya.

Baca Juga: Gus Rozin, Staf Khusus Presiden Jokowi Urusan ‘Pesantren’

Di Kampung Ciranji, Eros tetap berjuang. Ia mengunjungi beberapa rumah warga kader posyandu.

“Nanti malam, kaki saya pasti sakit sekali. Sudah terasa sakit sejak setahun lalu,” katanya.

Ia kadang juga datang ke RSUD Adjidarmo, Rangkasbitung, Kabupaten Lebak seminggu sekali.

Meski sakit, Eros keras kepala soal pelayanan kesehatan ke warga. Padahal dia sendiri padahal sudah dilarang dokter jalan menurun dan mendaki.

Tapi ya namanya Eros, ia pun tetap tegar mengantar beberapa bidan dan mantri ke posyandu di Kampung Ciranji untuk memeriksa ibu hamil, melakukan imunisasi, dan menimbang anak.

Ini dia masalahnya. Eros sudah kadung dipercaya warga Baduy. Merekalah suku yang mendiami Desa Kanekes sejak 1997. Eros sendiri merupakan bidan di desa itu.

BACA JUGA:

Tulis Komentar