Connect with us
Rich Brian

Rapper Muda Indonesia Cetak Rekor di AS

Rich Brian
Rich Brian.(Foto: Nation of Billions)

Jakarta – Sosok Rich Brian melambung tinggi di industri musik Amerika Serikat. Remaja 18 tahun asal Jakarta ini mencetak sejarah sebagai artis Asia pertama yang menduduki posisi pertama di iTunes untuk musik hip hop.

Pemilik nama asli Brian Imanuel itu bahkan tampil di acara bincang-bincang The Late Late Show with James Corden membawakan dua lagu dari album terbarunya, Amen.

Jika menilik ke Wikipedia, Rich Brian ditulis sebagai rapper Indonesia, produser rekaman, dan penulis lagu. Dia juga dikenal dari debut lagunya yang menjadi viral Dat $tick, yang rilis pada Februari 2016.

Sebelumnya, Brian memilih nama panggung Rich Chigga, namun kini menggantinya dengan Rich Brian. Berdasarkan laporan dari Time, Brian lahir pada 3 September 1999 dan anak terakhir dari empat saudara.

Baca Juga:

  • Halaman :
  • 1
  • 2
  • 3

Baca Selengkapnya
Tulis Komentar

BERITA

Kisah Erwin Siahaan dari Pengemudi Ojol Jadi Anggota DPRD Medan

Oleh

Fakta News
Caleg PSI Erwin Siahaan yang berhasil menjadi Anggota DPRD Kota Medan (ist)

Medan – Kesungguhan, mungkin menjadi satu kata yang pantas disematkan pada pria yang satu ini. Betapa tidak? Erwin Siahaan, seorang pengemudi ojek online ini, menjadi wakil rakyat Medan.

Pasca ditetapkanya Rekapitulasi Suara Tingkat Kota Medan, Erwin berhasil mendapatkan kursi DPRD Kota Medan dari Dapil Medan V, yaitu Medan Johor, Medan Maimun, Medan Polonia, Medan Tuntungan, Medan Sunggal dan Selayang.

Dilansir Tribunnewscom, warga Jalan Pintu Air Kota Medan ini menuturkan pengalamannya selama terjun ke kancah perpolitikan untuk pertama kali.

Erwin mengaku awalnya ia tak memiliki isi kocek yang cukup untuk membiayai kampanyenya. Baginya modal keberanianlah yang paling utama.

“Sejak Januari aku tak punya uang, bang. Aku hanya berprofesi sebagai tukang ojek online (ojol) dan sudah lama resign dari pekerjaan lamaku,” katanya, Minggu (12/5/2019).

Namun menurut Erwin, sang ibundalah yang awalnya memberikan semangat. Pada suatu malam, sang ibunda membawakan makanan favoritnya sambil menanyakan tekadnya menjadi Caleg.

“Saat itu aku baru pulang narik, mamakku membawa ayam gulai kesukaanku. Ia mengatakan padaku, oh amang bila memang ini jalanmu menjadi caleg, percayalah Tuhan akan membantumu kemudian aku diberkatinya,” katanya.

Namun siapa sangka? Tak lama dari peristiwa magis itu, ibunda Erwin meninggal dunia.

“Beberapa hari setelah itu bang, ibuku meninggal. Beliau menghembuskan nafas terakhirnya di tanganku ketika kami berdua di dalam becak. Tiba-tiba dingin tubuhnya,” katanya.

Baca Selengkapnya

BERITA

Putra-Putri Papua Berhasil Lulus Universitas AS, Salah Satunya Magna Cum Laude

Oleh

Fakta News
papua
Tujuh putra-putri Papua (satu orang tidak ada di foto) hari Sabtu (4/5) lulus dari Universitas Corban, Oregon; seorang di antaranya berpredikat magna cum laude. (Foto: Gubernur Papua Lukas Enembe)

Jakarta – Mahasiswi asal Papua yang mengenyam pendidikan di Universitas Corban Oregon Amerika Serikat, Sherina Fernanda Msen berhasil lulus dengan predikat Magna Cum Laude atau predikat kehormatan.

Rilis yang diterima Jubi dari Biro Otsus Papua, Minggu malam (5/5/2019) menyebutkan, Sherina dan enam mahasiswa Papua lainnya, Sabtu siang (4/5/2019) diwisuda di Auditorium Universitas Corban Oregon, Amerika Serikat.

Wisuda mahasiswa Papua tersebut disaksikan langsung Gubernur Papua, Lukas Enembe didampingi Ny.Yulce W Enembe bersama sejumlah pejabat Pemerintah Provinsi Papua. Dia mengaku bangga dan bersyukur atas pencapaian putra-putri papua.

“Saya datang bersama ibu dan beberapa pejabat Papua untuk menyaksikan langsung wisuda tujuh mahasiswa Papua di universitas ini. Saya bangga sekali pada mereka!,” ujar Lukas.

Sementara itu, Sherina Fernanda Msen, mahasiswa jurusan akuntansi, kepemimpinan dan manajemen itu yang bahkan dianugerahi “Top Accounting Student” oleh Oregon Society of Certified Public Accountants OSCPA itu juga mengaku tidak menyangka atas prestasi yang didapatnya.

“Saya tidak sangka lulus dengan magna cum laude. Saya memang punya passion pada numbers (angka.red), matematika dan problem solving, karena itu memilih akuntansi dan manajemen. Tapi tidak sangka dapat predikat terbaik. Saya awalnya memilih jurusan ini karena akuntansi dan manajemen mempunyai peluang besar dalam karir. Setiap perusahaan membutuhkan sistem keuangan yang baik khan,” ungkap Sherina.

Baca Juga:

Baca Selengkapnya

BERITA

Ramesh Raju, Pahlawan Penyelamat Saat Teror di Gereja Sri Lanka

Oleh

Fakta News
ramesh raju

Jakarta – Sosok Ramesh Raju, 40 (tahun), sedang disorot berkat aksi nekatnya menghadang salah satu pelaku ledakan bom yang menghantam Sri Lanka pekan lalu. Raju, yang merupakan jemaah di Gereja Zion dengan berani  menghadang si pelaku hingga tewas.

Dilansir dari AFP, Sabtu (27/4/2019), hampir berselang sepekan setelah serangan mematikan tersebut, ruas jalan menuju rumah Raju di timur Kota Batticaloa masih dihiasi poster dan foto diri pria kelahiran 40 tahun silam tersebut.

Barisan warga mengular, menanti giliran untuk menyampaikan belasungkawa kepada istri Raju yang kini hidup bertiga dengan kedua anaknya setelah kepergian Raju.

Raju merupakan satu dari 29 orang, termasuk 14 anak-anak, yang menjadi korban tewas ketika pelaku bom bunuh diri melakukan aksinya di Gereja Zion. Saat ledakan mengguncang, ada sekitar 600 orang yang sedang merayakan Paskah di dalam gereja tersebut. Namun, hanya Raju yang melihat gelagat janggal sang pengebom dan berani menghardik.

“Saat dia melihat pelaku bertindak mencurigakan, dia seharusnya bisa menyelamatkan diri. Namun, dia memilih menghadapi guna mencegahnya masuk gereja,” kata sang ayah Velusami Raju.

“Saya sangat bangga karena dia telah menyelamatkan banyak nyawa. Terutama hidup anak-anak,” terang Velusami mengomentari sang anak yang berusia 40 tahun itu.

Kota di kawasan pesisir timur itu menjadi salah satu tempat yang ditargetkan oleh kelompok ekstremis, dengan pemerintah menyalahkan National Thawheeth Jamaath (NTJ). Berdasarkan keterangan saksi mata, saat itu Gereja Zion penuh oleh jemaat maupun peserta Sekolah Minggu, dengan Raju berinisiatif mengatur kerumunan.

Baca Juga:

Baca Selengkapnya