Tribute To Prof. Dr. Mathias Aroef, Bapak Teknik Industri Indonesia “Decision Making Science”: Menemukan Jalan Bijak Hadapi Dilema

  • Fakta.News - 2 Apr 2018 | 16:18 WIB
“Decision Making Science”: Menemukan Jalan Bijak Hadapi Dilema
Prosesi Pelepasan Jenazah Prof. Dr. Matthias Aroef, di Aula ITB(Foto: itb.ac.id)

Ada karya Jaap Schaveling and Bill Bryan berjudul “Making Better Decisions Using Systems Thinking.” Buku terbitan Algrave Macmillan 2018 ini, kembali saya ingat ketika dalam perjalanan dari Jakarta-Bandung ditengah kemacetan mengantar jenazah Prof Matthias Aroef, jam 3 pagi, Kamis (29/3/2018)

Mengapa?

Ketika jenazah almarhum disemayamkan di rumah saya, banyak sahabat dan kolega serta murid-murid beliau hadir takziah. Karangan bunga silih berganti. Jika dijejer karangan bunga itu memenuhi jalan kiri dan kanan, menutupi puluhan rumah tetangga. Begitu juga di Aula Barat ITB, semua kolega Profesor dan Maha Guru ITB serta para dosen, alumni dan mahasiswa banyak yang hadir

Karangan bunga juga menyertai. Kami keluarga Prof Mathhias Aroef, Arita (Anak tertua), Arwin Masiando dan Poppy Airina, seta cucu dan menantu hanya dapat berdoa dan sekaligus mengucap Innalillahi wa Innaillahi Rojiun. Semuanya kembali kepangkuan Illahi Rabbi, pemilik Alam Semesta.

Para muridnya seperti Prof Kadarsyah, Andi Achmad, Syahril, Aburizal Bakri, dan generasi baru Teknik Industri dalam kehadirannya di rumah duka bercerita tentang mata kuliah dan keunikan beliau sebagai Dosen dan Guru Besar.

BACA JUGA:

Tulis Komentar