Connect with us
Amerika Serikat

Nahas, Pasien Koma Selama 10 Tahun Alami Pelecehan hingga Melahirkan

koma
(Ilustrasi)

Jakarta – Kejadian miris baru saja dialami seorang wanita di Phoenix, Arizona, Amerika Serikat. Dalam keadaan koma hampir 10 tahun, tiba-tiba ia melahirkan seorang anak laki-laki

Dilansir dari The Washington Post, Selasa (8/1/2019), juru bicara kepolisian setempat tengah melakukan investigasi atas peristiwa yang diduga sebagai kasus pelecehan seksual ini.

Seorang saksi mengatakan bahwa pasien tersebut merintih dan para perawat di sana tidak ada yang mengetahui penyebabnya. Bahkan selama ini tidak ada yang menyadari bahwa pasien wanita koma yang berada pada kondisi vegetatif ini tengah mengandung seorang anak.

Dengan bantuan salah seorang perawat, pada tanggal 29 Desember 2018, seorang bayi laki-laki yang selama ini “tersembunyi” pun terlahir ke dunia. Kondisi bayi itu pun dilaporkan sehat.

Peristiwa ini menimbulkan pertanyaan atas kondisi rumah sakit nirlaba yang menyebut dirinya sebagai penyedia perawatan kesehatan terkemuka bagi warga Phoenix ini. Atas kejadian tersebut, Pejabat tertinggi rumah sakit Hacienda Healthcare, Bill Timmons pun mengundurkan diri.

Hingga berita ini disiarkan, belum ada orang yang ditahan atas insiden tersebut. Dilansir dari New York Times, Sersan Thompson, juru bicara kepolisian Phoenix enggan untuk memberikan rincian atas penyelidikan yang telah mereka lakukan.

Baca Juga:

  • Halaman :
  • 1
  • 2
Baca Selengkapnya
Tulis Komentar

BERITA

Atas Kematian Mohamed Mursi, PBB Serukan Penyelidikan Independen

Oleh

Fakta News
Mohamed Mursi, PBB
Mantan Presiden Mesir Mohamed Mursi, meninggal dunia dalam tahanan pemerintah Mesir(Foto: Reuters)

Jakarta – Atas kematian mantan Presiden Mesir Mohamed Mursi, Kantor Komisaris Tinggi PBB untuk Hak Asasi Manusia menyerukan penyelidikan independen. Kematian Mursi terjadi saat dia berada dalam tahanan negara.

“Setiap kematian mendadak dalam penahanan harus ditindaklanjuti dengan investigasi yang cepat, menyeluruh, dan transparan oleh suatu badan independen untuk mengklarifikasi penyebab kematian,” kata juru bicara Kantor Komisaris Tinggi PBB untuk HAM, Rupert Colville, sebagaimana dilansir AFP, Selasa (18/6/2019).

Mursi adalah presiden Mesir pertama yang dipilih lewat mekanisme pemilu demokratis pada 2012. Terpilihnya Mursi terjadi saat Musim Semi Arab (Arab Spring) dan lengser pada 2013.

Mursi meninggal dunia pada Senin (17/6) setelah pingsan dalam persidangan di Pengadilan Kairo. Colville menyoroti perlakuan aparat Mesir terhadap kondisi Mursi.

“Perhatian ditingkatkan berkenaan dengan kondisi penahanan Bapak Mursi, termasuk akses terhadap layanan kesehatan yang layak, juga berkenaan dengan akses yang cukup terhadap pengacara dan keluarganya, selama masa penahanannya yang berlangsung hampir enam tahun,” kata Colville.

Baca Juga:

Mursi juga disebutnya tampak ditahan dalam kurungan isolasi dalam waktu yang lama. Investigasi harus meliputi semua aspek dari otoritas-otoritas terkait perlakuan terhadap Mursi. Semua itu demi pemeriksaan yang saksama apakah kondisi penahanan Mursi punya dampak terhadap kematiannya atau tidak.

M Riz

Baca Selengkapnya

BERITA

Amerika Serikat Bersihkan Jutaan Imigran Gelap Pekan Depan

Oleh

Fakta News
donald trump sebut amerika serikat bersihkan imigran gelap
Presiden Amerika Serikat Donald Trump(istmewa)

Jakarta – Presiden Donald Trump mengatakan Amerika Serikat tengah menyiapkan pembersihan jutaan imigran gelap. Ia juga menyebut Guatemala sedang bersiap menandatangani perjanjian dengan AS terkait imigran.

“Pekan depan, ICE akan memulai proses penyingkiran jutaan imigran gelap yang secara ilegal masuk ke Amerika Serikat. Mereka akan disingkirkan dengan cepat, secepat mereka masuk ke sini,” ungkap Trump merujuk kepada keimigrasian AS yang dilansir afp, Selasa (18/6).

Selanjutnya, Trump menyebut Guatemala tengah bersiap menandatangani perjanjian Safe-Third Agreement. Perjanjian ini menegaskan bahwa imigran wajib menyertai permohonan status pengungsi ke Guatemala.

Dalam beberapa bulan terakhir, AS menghadapi gelombang imigran dari Guatemala dan beberapa negara dengan ekonomi terpuruk lainnya dari Amerika Tengah. Mereka meninggalkan negara masing-masing agar terbebas dari kemiskinan dan dapat menemukan hidup yang lebih baik di Negeri Paman Sam.

Tingginya jumlah imigran dari Amerika Tengah membuat AS kewalahan. Pusat penampungan sementara untuk memproses para imigran sudah kelebihan kapasitas.

Baca juga:

Baca Selengkapnya

BERITA

Israel Resmikan Pemukiman Bernama ‘Dataran Tinggi Trump’

Oleh

Fakta News
dataran tinggi trump di golan israel
PM Israel Benjamin Netanyahu resmikan pemukiman bernama Dataran Tinggi Trump(istimewa)

Tel Aviv – Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mengumumkan sebuah permukiman baru di dataran Golan bernama Ramat Trump. Jika diartikan pada bahasa Ibrani, nama tersebut berarti ‘dataran tinggi Trump’. ‘Ramat’ sendiri mempunyai arti dataran tinggi, sementara Trump merujuk nama Presiden Amerika Serikat ke 45.

Dalam seremoni pemberian nama pada Minggu (16/6), PM Netanyahu menegaskan nama tersebut merupakan bentuk penghargaan kepada Trump yang mengakui kedaulatan Israel di Dataran Tinggi Golan. Hal ini tentunya bertentangan dengan pendapat mayoritas yang menyebut area tersebut dimiliki oleh Suriah.

Meski konstruksi pemukiman belum dikerjakan, namun papan nama Trump sudah terlihat di lokasi. Bendera AS dan Israel juga terlihat berkibar di area proyek.

Sejumlah kritikus menilai penamaan permukiman baru tersebut merupakan manuver publisitas ilegal.

Israel merebut Dataran Tinggi Golan dari Suriah dalam Perang Timur Tengah di tahun 1967. Maret lalu, AS menjadi negara pertama yang mengakui kedaulatan Israel atas area tersebut, sejak dicaplok Tel Aviv pada 1981.

“Ini adalah hari bersejarah. Trump adalah sahabat Israel,” ungkap PM Netanyahu dilansir laman bbc.

Baca juga:

Baca Selengkapnya