Connect with us
Jerman

Kemlu Pastikan Bantu Pemulangan Jenazah Mahasiswi Indonesia yang Tenggelam di Jerman

Pemulangan jenazah
Direktur Perlindungan WNI dan Bantuan Hukum Indonesia Kementerian Luar Negeri Lalu Muhammad Iqbal.(Foto: Breaking news)

Jakarta – Kementerian Luar Negeri Indonesia (Kemenlu) mengaku siap mengakomodasi keperluan pemulangan jenazah ‘SPDP’ yang meninggal akibat tenggelam di Jerman. SPDP tewas tenggelam saat berenang di Danau Trebgas Badesse, Bavaria, Jerman pada Kamis (9/8) waktu setempat.

Dalam keterangan Direktur Perlindungan WNI dan Badan Hukum Indonesia Kementerian Luar Negeri Lalu Muhamad Iqbal, pihaknya serta perwakilan RI di Jerman akan melakukan yang terbaik untuk membantu pemulangan jenazah SPDP.

“Kami sangat prihatin dengan kejadian ini. Kami ikut merasakan kesedihan keluarga. Kami pastikan akan membantu keluarga sesuai kebutuhannya,” kata Lalu Muhamad Iqbal di Jakarta, Selasa (14/8).

Selain itu, dia mengatakan biaya pemulangan jenazah bisa ditanggung pemerintah, keluarga tinggal mengajukan surat permohonan secara tertulis.

“Kalau keluarga mampu membiayai pemulangan, kami akan bantu seluruh aspek administratifnya, termasuk penanganan di bandara. Tapi kalau keluarga tidak mampu membiayai pemulangan jenazah, tentu kami akan bantu membiayai pemulangannya,” kata Iqbal.

Iqbal memastikan, perwakilan Indonesia di Jerman melakukan upaya semaksimal mungkin untuk memulangkan jenazah tersebut.

Baca Juga:

  • Halaman :
  • 1
  • 2
  • 3
Baca Selengkapnya
Tulis Komentar

BERITA

Manfaatkan Revolusi Digital, Kini Pengemis di China Terima Sumbangan Pakai QR Code

Oleh

Fakta News
Pengemis di China memakai QR Code

Jakarta – Dengan revolusi digital yang ada saat ini, peminta-minta menemukan solusinya dengan QR Code. Jadi tidak perlu uang kecil jika ingin menyumbang pada mereka.

Ya, sebagian pengemis di China mengenakan semacam ID Card dengan QR Code yang tercetak di selembar kertas. Dikutip dari Financial Express, mereka menerima pembayaran dengan Alipay dan WeChat Wallet, perusahaan e-wallet besar di sana.

Peminta-minta ini tak membutuhkan ponsel untuk mengoperasikan akun mereka karena sistemnya adalah uang bisa langsung masuk ke dompet digital pengemis.

Lembar QR Code itu bisa digunakan untuk membeli barang apapun yang ada di dompet digital mereka dengan memindainya saja di toko.

Brookings Fellow Aaron Klein dan Brookings Senior Fellow David Dollar pun mendiskusikan hal ini dalam podcast terbaru mereka.

China memang termasuk negara yang cukup siap dalam era non-tunai. Menjamurnya sistem pembayaran dengan platform Alipay dan WeChat adalah buktinya.

Namun demikian, pembayaran cashless bukannya tanpa kritikan. Misalnya kecemasan soal perlindungan data yang terangkut saat transaksi pembayaran secara digital.

Baca Juga:

 

Munir

Baca Selengkapnya

BERITA

Pertama Kalinya, Arab Saudi Terbitkan Visa Turis dan Terbuka untuk Pariwisata

Oleh

Fakta News
Kota Riyadh

Riyadh – Pemerintah Arab Saudi, pada Jumat (27/9/2019), resmi akan mulai terbuka untuk pariwisata dan menawarkan visa turis untuk pertama kalinya. Langkah tersebut akan semakin membuka negara kerajaan Islam ultra-konservatif itu bagi wisatawan sebagai bagian dari menghidupkan perekonomian di sektor pariwisata.

Pariwisata juga menjadi salah satu upaya pemerintah Arab Saudi untuk mendiversifikasikan ekonominya menjauh dari minyak bumi. Sebagai konsekuensi dibukanya pariwisata di kerajaan itu, pemerintah juga akan melonggarkan aturan berpakaian bagi turis wanita asing yang tidak diharuskan mengenakan abaya di tempat umum.

“Kita membuat sejarah pada hari ini,” ujar Kepala Pariwisata Arab Saudi Ahmed al-Khateeb dalam sebuah pernyataan.

“Untuk pertama kalinya, kami akan membuka negara kami untuk wisatawan dari seluruh dunia,” tambahnya, dikutip AFP.

Dengan dibukanya pintu pariwisata di Arab Saudi, warga negara dari 49 negara akan berhak mendapatkan visa online maupun visa on arrival, termasuk warga Amerika Serikat, Australia, dan sejumlah negara Eropa.

Baca Selengkapnya

BERITA

Kasus Pembunuhan Khashoggi, Putra Mahkota Arab Saudi Ambil Alih Tanggung Jawab

Oleh

Fakta News
Mohammed Bin Salman

Jakarta – Putra mahkota Arab Saudi, Mohammed bin Salman mengatakan bertanggung jawab terhadap pembunuhan sadis jurnalis dan kolumnis Washington Post, Jamal Khashoggi pada Oktober tahun lalu.

Untuk pertama kali MBS berbicara terbuka tentang pembunuhan Khashoggi di dalam Konsulat Arab Saudi di Istanbul, Turki oleh satu regu pembunuh yang terbang dari Arab Saudi. Saat itu, Khashoggi mengurus dokumen pernikahannya dengan seorang wanita Turki.

MBS, begitu putra mahkota Arab Saudi ini disapa, menjelaskan peristiwa pembunuhan Khashoggi terjadi dalam pengawasannya. Namun pangeran ini mengaku tidak mengetahui tentang operasi khusus untuk membunuh Khashoggi.

“Itu terjadi di bawah pengawasan saya. Saya mengambil semua tanggung jawab itu, karena itu terjadi di bawah pengawasan saya,” kata MBS dalam wawancara televisi PBS bersama Martin Smith yang publikasi lengkap wawancara akan dibuka pada 1 Oktober 2019, bertepatan dengan setahun peristiwa pembunuhan Jamal Khashoggi.

Menurut laporan Reuters, 26 September 2019, Smith menanyakan MBS mengapa tidak mengetahui adanya operasi pembunuhan Khashoggi. MBS memberi jawaban: Kami memiliki 20 juta orang. Kami memiliki 3 juta pegawai pemerintah.”

Begitu juga ketika Smith mempertanyakan apakah para pembunuh itu dapat mengambil pesawat jet pemerintah? MBS berujar:”Saya memiliki pejabat, menteri yang mengikuti sejumlah hal, dan mereka bertanggung jawab. Mereka memiliki wewenang untuk melakukan itu.”

Sebanyak 11 tersangka warga Arab Saudi telah diadili. Namun tidak banyak informasi diperoleh. Laporan PBB telah meminta MBS dan pejabat senior Arab Saudi lainnya untuk diselidiki.

Badan intelijen Amerika Serikat, CIA, dan sejumlah pemerintahan Barat menyakini MBS memerintahkan pembunuhan Khashoggi. Namun pejabat Arab Saudi mengatakan, MBS tidak memiliki peran apapun dalam pembunuhan Khashoggi.

Putra mahkota Arab Saudi dalam konferensi investasi di Riyadh beberapa pekan setelah pembunuhan itu mengatakan pembunuhan Jamal Khashoggi merupakan kejahatan sadis, insiden menyakitkan, dan menjanjikan keadilan bagi mereka.

 

Mujafi

Baca Selengkapnya