Connect with us

Benarkah Panglima TNI dan Kapolri Pose Dua Jari Terkait Pilpres?

panglima tni
Foto Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto mengacungkan jempol dan telunjuk yang identik dengan nomor pasangan calon presiden.(Foto: Istimewa)

Jakarta – Beredarnya foto-foto Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto dan Kapolri Jenderal Polisi Tito Karnavian yang sempat viral dengan pose simbol salam dua jari yang melambang pasangan capres dan cawapres tertentu mendapat tanggapan dari kedua jenderal tersebut.

Dalam foto itu, Panglima TNI bersama dengan Laksamana Madya Aan Kurnia (tengah) dan Letnan Jenderal Muhammad Herindra (kiri) yang sama-sama mengacungkan jempol dan telunjuk. Foto itu menjadi viral setelah diunggah oleh akun Samsul Prime di Facebook pada 11 Januari 2019. Foto tersebut menjadi viral setelah dibagikan oleh 12 ribu kali akun dan mendapat komentar 896 kali.

Akun Samsul Prime menuliskan dalam unggahannya:

Panglima TNI salam dua jari.

biarkan cebong bunuh diri hahaha..

laporkan tuh bong…

Dalam foto itu, Panglima TNI bersama dengan Laksamana Madya Aan Kurnia (tengah) dan Letnan Jenderal Muhammad Herindra (kiri) yang sama-sama mengacungkan jempol dan telunjuk.

Laksamana Madya Aan Kurnia sejak 2 Maret 2018 menjabat sebagai Komandan Jenderal Akademi TNI. Sedangkan Letjen Muhammad Herindra saat ini menjabat Inspektur Jenderal TNI.

Salam dua Jari dalam tahun politik saat ini diidentikkan dengan Calon Presiden RI nomor urut dua yakni Prabowo Subianto-Sandiaga Uno.

Benarkah foto dua Jari ketiga jenderal itu adalah bentuk dukungan untuk Prabowo Subianto?

  • Halaman :
  • 1
  • 2
  • 3
Baca Selengkapnya
Tulis Komentar

BERITA

Cek Fakta, Benarkah Harga Daging dan Beras Indonesia Termahal di Dunia?

Oleh

Fakta News
harga daging dan beras
Prabowo Subianto.(Istimewa)

Jakarta – Saat mengunjungi Blora, Jawa Tengah, Prabowo Subianto melontarkan pernyataan bahwa harga daging dan beras di Indonesia merupakan salah satu tertinggi di Dunia. Benarkah demikian?

Dilansir dari DetikFinace, harga beras di Indonesia berada di urutan 80 dari 89 negara. Urutan ini berdasarkan harga beras tertinggi. Peringkat tersebut dikeluarkan oleh penyedia basis data terbesar di dunia, Numbeo.

Berdasarkan data tersebut, Jepang menduduki peringkat pertama dengan harga beras per kilo sebesar Rp59.122. Bandingkan dengan Indonesia yang hanya Rp12.404 per kilogram.

Indonesia sendiri hanya kalah dari beberapa negara. Misalnya saja, Polandia dengan harga Rp11.857 per kilo. Setelah itu, Vietnam Rp11.262 per kilo, Nepal Rp10.996 per kilo, Kazakhstan Rp10.049 per kilo, India Rp9.895 per kilo, Bangladesh Rp9.746 per kilo, Mesir Rp9.035 per kilo, Tunisia Rp8.134 per kilo, dan Sri Lanka Rp7.847 per kilo.

Di Asia Tenggara, beras Indonesia lebih murah dari Singapura, Malaysia, dan Thailand. Di Singapura, beras per kilo dibanderol Rp26.852. Singapura menduduki peringkat 22.

Sementara, di Malaysia, beras dibanderol Rp13.711 per kilo dan menduduki peringkat 70. Thailand berada di urutan 52 dengan harga beras Rp16.925 per kilo.

Baca Juga:

Harga Daging di Indonesia di Urutan 49

Nah, untuk harga daging, Indonesia berada di urutan 49 dari 89 negara dari data yang sama. Data tersebut diurutkan dari harga yang tertinggi ke harga terendah.

Harga daging di Indonesia menurut data tersebut adalah Rp118.373 per kilo. Posisi teratas diduduki Swiss dengan harga daging mencapai Rp675.498 per kilo. Norwegia berada di urutan kedua dengan harga daging Rp385.302 per kilo.

Di Asia, Korea Selatan menjadi negara dengan daging sapi termahal. Harganya mencapai Rp312.577 per kilo. Kemudian, disusul Hong Kong dengan harga Rp276.390 per kilo.

Di Asia Tenggara, Thailand menjadi negara dengan harga daging termahal. Sekilo daging sapi dibanderol Rp155.570. Singapura dengan harga Rp117.981 per kilo berbeda tipis dengan di Indonesia. Sementara Malaysia dengan harga Rp94.646 per kilo dan menduduki peringkat 65.

Dwi

Baca Selengkapnya

BERITA

[HOAKS] Video Demo Pekerja Lokal PT IMIP karena Gaji Tidak Setara dengan TKA

Oleh

Fakta News
Hoaks, demo karyawan PT IMIP
Tangkapan layar cuitan penyebar berita palsu.(Faktanews).

Jakarta – Beredar secara viral video yang menyebut bahwa ada aksi demonstrasi pekerja lokal PT IMIP karena gaji tidak setara dengan pekerja asing dari Tiongkok. Video tersebut ternyata hoaks.

Video ini pertama disebarkan di akun Twitter oleh akun Abiyyu #2019PrabowoPresidenRI (@abiyyu231299). Ia membangun narasi dengan tulisan “Imbas dari ketidaksetaraan kesejahteraan gaji pekerja lokal dan TKA. Demo para pekerja lokal PT IMIP morowali sulteng.”

Video tersebut dicuit ulang sebanyak ribuan kali. Bahkan YouTube Channel “MEDIA PRABOWO SANDI” mengunggah video dengan takarir (caption) “Viral!! Ribuan TKA asal Tiongkok akhirnya keluar dari persembunyian. Video ini ditonton puluhan ribu.

Menurut Aribowo Sasmito, Co-Founder Masyarakat Anti-Fitnah Indonesia (Mafindo), video unggahan tersebut tergolong kategori konten yang salah. Kesimpulan ini didapat setelah pihak Mafindo melakukan kroscek informasi.

“Cuitan-cuitan yang dibuat sejumlah akun di atas menambahkan narasi yang tidak ada hubungannya dengan konteks asli dari video, untuk memelintir dan membangun premis mengenai TKA (Tenaga Kerja Asing),” tulisnya dalam debunk di laman grup FB Forum Anti Fitnah, Hasut, dan Hoax (FAFHH), Jumat.

Sementara, fakta di lapangan, video tersebut tidak ada kaitannya dengan TKA. Video demo karyawan PT IMIP di Morowali ditujukan ke manajemen mengenai upah minimum sektoral kabupaten/kota (UMSK). Saat ini, pembahasan UMSK tersebut sedang dilakukan.

“Tidak ada hubungannya dengan TKA. Demo karyawan PT IMIP di Morowali adalah antara karyawan vs manajemen mengenai UMSK (Upah Minimum Sektoral Kabupaten/Kota),” tulisnya.

Baca Juga:

Baca Selengkapnya

BERITA

Kades di Jatim Dipenjara karena Dukung Prabowo? Ini Faktanya

Oleh

Fakta News
debat perdana
Prabowo-Sandi.(Foto: Istimewa)

Jakarta – Debat perdana Capres dan Cawapres Indonesia akhirnya digelar perdana pada Kamis (17/1) malam kemarin. Masing-masing pasangan calon (paslon) telah mengemukakan gagasan mereka yang terkait dengan hukum, hak asasi manusia (HAM), korupsi, dan terorisme.

Debat tersebut dihadiri oleh kedua paslon beserta para pendukungnya. Debat perdana dimoderatori oleh Ira Koesno dan Imam Priyono.

Pada saat itu, Calon Presiden Indonesia nomor urut 02, Prabowo Subianto, menyinggung masalah adanya dugaan aparat berat sebelah dalam menangani kasus hukum. Ia mencontohkan melalui adanya kepala desa yang ditangkap lantaran mendukung dirinya. Namun, jika mendukung petahana, maka tidak diproses hukum.

“Begini Pak jokowi, kalau ada kepala daerah menyatakan dukungan kepada paslon nomor urut 1 tidak apa-apa. Tapi ada kepala desa di Jawa Timur mendukung kami ditangkap, bagaimana itu pak, tolong bilang ke anak buahnya jangan lebay,” kata Prabowo.

Baca Juga:

Baca Selengkapnya