Pro Kontra Tarawih Akbar di Monas Sandiaga Enggan Sebut Ulama yang Mengusulkan Tarawih Akbar di Monas

  • Fakta.News - 22 Mei 2018 | 12:49 WIB
Sandiaga Enggan Sebut Ulama yang Mengusulkan Tarawih Akbar di Monas
Ilustrasi Monas

Jakarta – Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akhirnya membatalkan rencananya mengadakan Tarawih Akbar di kawasan Monas, Sabtu (26/5). Pembatalan tersebut terjadi setelah mendapat desakan dan penolakan dari para ulama.

Sebelumnya, Wakil Gubernur DKI Sandiaga Uno justru sempat mengatakan bahwa usulan acara tersebut datang dari berbagai pihak.

Ajakan itu awalnya terpampang jelas di laman akun Twitter resmi milik Pemprov DKI @DKIJakarta, Jumat (18/5) lalu. Pada postingan itu, Pemprov DKI mengatakan punya program baru pada Bulan Ramadan.

“Mulai Ramadhan tahun ini, setiap hari Sabtu kedua di bulan #Ramadhan di Monas akan diadakan Tarawih Akbar.

Sabtu 26 Mei 2018 Pukul 20.00.Yuk, kita ikuti ibadah sholat Tarawih ini.

#WeLoveJakarta #TarawihAkbar”

Demikian pengumuman yang menurut Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno merupakan usulan yang datang kepada Pemprov DKI dari sejumlah kalangan, terutama ustaz.

Meski belakangan banyak dikritisi ulama, termasuk dari MUI, Sandiaga menegaskan bahwa Tarawih Akbar ini sudah dikoordinasikan dengan ulama.

“Sebelumnya tentunya kita ada koordinasi terus, Kepala Biro Dikmental yang memang fungsinya melakukan persiapan acara tarawih di sana,” ujar Sandiaga di Gedung Indosat, Jakarta, Senin (21/5) siang kemarin.

Bahkan, dia mengatakan banyak ulama yang mendukung gagasan untuk menggelar Tarawih Akbar di Monas. Padahal, sejak kabar gelaran ini bergulir, penolakan dan kritikan datang dari MUI serta kalangan Muhammadiyah dan Nahdlatul Ulama.

“Justru banyak ulama yang menginginkan tarawih di Monas untuk momen Lebaran ini atau momen Ramadan ini,” ucap Sandiaga.

Namun, Sandiaga menolak menyebutkan saat ditanya sosok ulama yang setuju serta diajak membahas rencana Tarawih Akbar sebelum kemudian disetujui pihak Pemprov DKI Jakarta.

Namun sejak pengumuman itu dirilis, komentar negatif terus mengalir ke Pemprov DKI, khususnya untuk Gubernur Anies Baswedan dan Sandiaga Uno.

Baca Juga: MUI dan Muhammadiyah Kritik Rencana Pemprov DKI Gelar Salat Tarawih di Lapangan Monas

Pendiri Partai Amanat Nasional (PAN) Abdillah Toha, misalnya, mempertanyakan rencana itu melalui akun Twitter miliknya @AT_AbdillahToha.

“Gubernur DKI 26 Mei akan gelar tarawih di Monas. Jangan sampai ini nanti dibilang tarawih politik. Masjid Istiglal disebelahnya kan tiap malam ada sholat tarawih. Kenapa tidak bergabung saja disitu kalau mau menunjukkan persatuan?” cuit Abdillah Toha, Sabtu (19/5) Mei.

  • Halaman :
  • 1
  • 2
  • 3

BACA JUGA:

Tulis Komentar