Pro Kontra Tarawih Akbar di Monas Sandiaga Enggan Sebut Ulama yang Mengusulkan Tarawih Akbar di Monas

  • Fakta.News - 22 Mei 2018 | 12:49 WIB

Tarawih Akbar Terkesan Politis

Lalu ada lagi kritik dari Sekretaris Umum PP Muhammadiyah Abdul Mu’ti. Ia menilai kegiatan salat tarawih berjemaah di Monas bisa menimbulkan persepsi negatif. Apalagi publik tengah dihadapkan pada potensi polarisasi di tahun politik 2019.

“Ide melaksanakan Tarawih bersama itu bagus. Tapi sebaiknya diselenggarakan di masjid, tidak di Monas. Salat di Monas kesannya politis. Selain itu bisa menjadi preseden pemeluk agama lain akan melakukan hal yang serupa,” ujar Abdul Mu’ti.

Menurutnya, akan lebih bagus jika Monas difungsikan untuk kegiatan lain yang bersifat sosial kemasyarakatan.

“Sebaiknya Monas difungsikan untuk kegiatan sosial kemasyarakatan. Akan lebih bagus kalau Gubernur dan Wakil Gubernur salat Tarawih di masjid-masjid kampung. Selain untuk memakmurkan masjid, juga untuk lebih dekat dengan rakyat,” ujar dia.

Novianto

  • Halaman :
  • 1
  • 2
  • 3

BACA JUGA:

Tulis Komentar