MUI dan Muhammadiyah Kritik Rencana Pemprov DKI Gelar Salat Tarawih di Lapangan Monas

  • Fakta.News - 20 Mei 2018 | 13:17 WIB
MUI dan Muhammadiyah Kritik Rencana Pemprov DKI Gelar Salat Tarawih di Lapangan Monas
Kawasan Monas(Foto: istimewa)

Jakarta – Rencana Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI untuk menggelar salat tarawih bersama warga di lapangan Monas, mendapat kritikan dari MUI dan Muhammadiyah. Mereka mempertanyakan maksud dan tujuan acara tersebut yang akan berlangsung Sabtu (26/5/2018) nanti.

Ketua Komisi Dakwah MUI KH Cholil Nafis dalam keterangannya Sabtu (19/5/2018) mempertanyakan maksud pelaksanaan tarawih bersama ini. Ia pun menyarankan sebaiknya tempat salat adalah di masjid. Menurutnya Masjid Istiqlal yang lokasinya tak jauh dari lapangan Monas sudah tepat sebagai tempat yang mewakili simbol kemerdekaan, persatuan, dan ketakwaan.

“Saya kok ragu ya kalau alasannya tarawih di Monas untuk persatuan. Logikanya apa ya? Bukankah Masjid Istiqlal yang megah itu simbol kemerdekaan, kesatuan, dan ketakwaan. Sebab, sebaik-baiknya salat itu di masjid karena memang tempat sujud. Bahkan Nabi SAW selama Ramadan itu iktikaf di masjid, bukan di lapangan,” tutur Cholil yang juga Pengasuh Pesantren Cendekia Amanah, Depok.

Cholil pun mengajak secara sehat menggunakan logika kebangsaan dan keagamaan. Jangan menggunakan ibadah mahdhah sebagai alat komunikasi yang memunculkan riya’ alias pamer. “Shalat Ied aja yang untuk syi’ar masih lebih baik di Masjid kalau bisa menampungnya. Meskipun ulama ada yang mengajurkan di lapangan karena syi’ar tapi Masjid masih lebih utama,” jelasnya.

Baca Juga: Kemenkes: Jangan Takut Gemuk Makan Usai Shalat Tarawih

BACA JUGA:

Tulis Komentar