Connect with us

Awas! Foto Bisa Jadi Sasaran Hacker untuk Bobol Smartphone Android

android
Ilustrasi.

Jakarta – Android merupakan sistem operasi terbesar saat ini dengan 1,4 miliar pengguna. Ini berkat sifat keterbukaannya alias open source, sehingga fleksibel digunakan berbagai vendor perangkat mobile.

Meski demikian, ada dampak buruk dari keterbukaan Android, yakni keamanan yang tak terstandarisasi. Tiap ponsel Android memiliki jadwal update berbeda-beda, kadang rutin kadang tidak.

Alhasil, banyak celah keamanan yang ditemukan yang berpotensi untuk dibobol. Penyebaran malware menjadi masif beberapa tahun terakhir. Terkini, masalah keamanan yang menyerang sistem smartphone jenis ini, berasal dari gambar berformat PNG. Masalah keamanan ini muncul karena ada celah keamanan di Android versi 7.0 hingga 9.0.

Dikutip dari BGR, Senin (11/2/2019), temuan masalah keamanan ini pertama kali diketahui buletin bulanan keamanan Android yang baru saja dirilis.

Dari laporan itu, terungkap ada celah keamanan di Framework Android yang dapat dimanfaatkan hacker untuk mengakses perangkat smartphone secara diam-diam.

Para hacker tinggal memanfaatkan gambar berformat PNG yang sudah lebih dulu ditanamkan kode berbahaya. Jadi, saat pengguna Android membuka file PNG tersebut, perangkat akan langsung terinfeksi.

Namun, Google belum mengungkap lebih lanjut apa yang bisa dilakukan hacker begitu mendapat akses ke perangkat pengguna.

Baca Juga:

  • Halaman :
  • 1
  • 2
Baca Selengkapnya
Tulis Komentar

TEKNOLOGI

Hari Ini, Google Doodle Rayakan Pemilu 2019

Oleh

Fakta News
google doodle

Jakarta – Google Doodle hari ini Rabu (17/4/2019) turut merayakan Pemilihan Umum 2019 dengan memajang doodle di laman pencarian. Kali ini Google doodle mengabadikan momen pemilu 2019 dari dalam sebuah ilustrasi warga, ngantri nyoblos di TPS.

Dalam doodle terbaru Google itu, terlihat enam orang sedang mengantre untuk mencoblos di TPS. Masing-masing orang memegang lima surat suara, seperti yang memang diatur oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU).

Ketika doodle itu diklik, maka pengguna akan diarahkan ke laman berisi berita-berita tentang pemilu 2019, hasil pencarian dari frasa Indonesia Elections 2019 alias Pemilu Indonesia 2019.

Pengguna akan melihat artikel berita, baik berbahasa Inggris maupun yang berbahasa Indonesia, dari berbagai situs berita tentang Pemilu 2019 di Tanah Air.

Jadi, pengguna dapat mengetahui sejumlah informasi yang berkaitan dengan digelarnya Pemilu kali ini.

“Pemilih yang telah terdaftar di dalam Daftar Pemilih (DPT/DPTb/DPK), dapat menyalurkan suaranya dengan membawa Formulir C6 dan datang ke Tempat Pemungutan Suara yang telah ditentukan mulai pukul 07:00 – 13:00 waktu setempat,” tulis keterangan dalam laman tersebut.

Baca Juga:

Baca Selengkapnya

TEKNOLOGI

Lima Aplikasi Jitu yang Dapat Membantu Anda Kelola Waktu

Oleh

Fakta News
waktu
Ilustrasi.

Jakarta – Tidak ada yang berubah dengan waktu. Setiap harinya, selalu 24 jam sehari, seminggu 7 hari. Sama dan tidak berbeda. Tetapi, dalam kasus tertentu, waktu seolah begitu cepat berlalu. Terutama untuk para pekerja yang merasa waktu terlalu cepat sehingga pekerjaan menjadi terlambat.

Umumnya, kasusnya sama, merasa waktu begitu cepat sehingga tidak menyelesaikan pekerjaan sesuai waktunya. Padahal ada banyak antrian pekerjaan yang mungkin perlu diselesaikan.

Lalu bagaimana solusi menghadapi masalah ini? Sederhana, manajemen waktu. Pada akhirnya, kita sendirilah yang harus bisa mengatur waktu apa yang perlu kita kerjakan dalam waktu 24 jam.  Jika mengatur waktu terasa sulit, barangkali beberapa aplikasi/layanan ini bisa dicoba.

1. Toggl

Toggl merupakan aplikasi yang memudahkan entrepreneur menelusuri pekerjaa pada waktu yang sama dan menerima laporan berdasarkan waktu pemakaian. Toggl akan memberikan perkiraan penghitungan waktu yang efektif untuk sebuah target ke depan berdasarkan lama waktu pekerjaan atau target tersebut.

Target juga dapat dipisahkan ke beberapa kategori dengan tanda (tags). Aplikasi ini bisa digunakan oleh iOS, Android, juga Linux dan gratis untuk ponsel pintar, namun berbayar untuk versi komputer hingga $59 per bulan.

2. Rescue Time

Rescue Time dapat digunakan sebagai pengingat yang aman dan akan terus bekerja (running) pada komputer atau ponsel pintar, untuk mendeteksi situs atau aplikasi apa saja yang sedang dibuka. Pada akhir minggu, Rescue Time akan memberikan laporan tentang hal tersebut kepada pengguna untuk melihat apa saja hal yang menghambat pekerjaannya. Aplikasi ini berbayar sekitar $9 per bulan, bisa untuk Android, iOS, Blackberry dan Windows.

Baca Juga:

Baca Selengkapnya

TEKNOLOGI

Layanan Sempat Down, Facebook Akui Ada Kesalahan Data dalam Oculus

Oleh

Fakta News
down
Ilustrasi.

Jakarta – Facebook sempat down di sejumlah wilayah di kawasan Asia dan Pasifik beberapa waktu lalu. Namun, saat ini Facebook telah  bisa diakses normal kembali.

Selain Indonesia, beberapa daerah yang terkena dampak diantaranya Jepang, Taiwan, Malaysia, Sebagian Amerika Serikat bagian barat, Selandia Baru, Australia di bagian timur dan sebagian kecil di barat.

Perusahaan virtual reality Facebook, Oculus mengakui telah mengalami kesalahan pengiriman data paling aneh yang pernah terjadi.

Dilansir dari situs Naked Security, pesan yang bocor ke khalayak adalah karakter fisik yang tersembunyi dalam puluhan ribu pengendali gerak Oculus baru.

Juru Bicara Oculus Nate Mitchell mengungkap “adopter awal” yang dikirim ke tempat yang seharusnya yakni ke tangan pengulas dan pengembang adalah penghormatan kepada para ahli dekonstruksi perangkat iFixIt, yang mempublikasikan teardown yang rapi dan terperinci tentang apa saja.

Tetapi beberapa perangkat yang telah dikirim ke rantai pasokan pasar konsumen secara tidak sengaja dikirim dengan kata-kata seperti ada fitur tersembunyi.

Baca Juga:

Baca Selengkapnya