Connect with us

Dianggap Mencuri Foto, Google Hapus 29 Aplikasi Beauty Camera

beauty camera
Ilustrasi.

Jakarta – Google baru saja menghapus 29 beauty camera dari Google Play Store. Dilansir dari Phone Arena (4/2), penghapusan ini dilakukan setelah peneliti keamanan Trend Micro, menemukan bahwa ke-29 aplikasi tersebut terpasang malware.

Google pun sudah menghapus aplikasi-aplikasi tersebut.

Trend Micro mengatakan bahwa ke 29 aplikasi yang terkena hampir semuanya adalah aplikasi pengeditan foto dan beberapa di antaranya merupakan aplikasi yang cukup populer, seperti “Pro Camera Beauty,” “Cartoon Art Photo,” dan “Emoji Camera,” yang tercatat telah di unduh lebih dari 1 juta.

Investigasi yang dilakukan oleh peneliti keamanan asal Jepang itu mengungkapkan bahwa di antara taktik yang digunakan aplikasi ini adalah menampilkan iklan pop-up layar penuh. Ketika iklan itu di ketuk, maka akan langsung mengunduh pemutar video porno online yang tidak berfungsi meski setelah pembayaran dari pengguna diterima.

Lebih buruk lagi, beberapa aplikasi mencoba teknik phishing untuk mendapatkan informasi pribadi pengguna. Selain itu, ada beberapa aplikasi filter kamera yang memungkinkan pengguna mengunggah gambar ke server developer untuk hasil yang lebih baik.

Namun alih-alih mendapatkan yang diinginkan, pengguna justru mendapatkan pemberitahuan palsu dalam sembilan bahasa. Aplikasi ini kemungkinan mengumpulkan foto-foto yang diunggah untuk digunakan di berbagai akun media sosial palsu.

Baca juga:

  • Halaman :
  • 1
  • 2
Baca Selengkapnya
Tulis Komentar

TEKNOLOGI

Tak Disangka, Ternyata Orang yang Suka Tidur Larut Malam Jauh Lebih Cerdas

Oleh

Fakta News
orang cerdas
Ilustrasi.

Jakarta – Mungkin kita sudah sering mendengar anggapan yang mengatakan bahwa orang cerdas itu identik dengan kebiasaan tidurnya yang larut malam. Anggapan ini pun sudah tersebar sejak dulu, ada yang percaya dan ada pula yang membantah.

Sejak dulu, anggapan ini masih saja menjadi kontroversi yang diperdebatkan tidak hanya oleh orang biasa saja, melainkan lara ilmuan juga. Berangkat dari perdebatan itu, akhirnya beberapa ilmuan mencoba untuk mencari jalan keluar atau kesimpulan yang tepat berdasarkan penelitian panjang.

Melansir Science Direct, Kamis (14/2/2019), studi ini mengungkapkan bahwa mereka yang terjaga hingga larut cenderung lebih cerdas dibandingkan yang pergi tidur lebih cepat. Mereka juga menemukan bahwa anak yang tidur lebih larut cenderung berkembang menjadi orang dewasa cerdas.

Hasil penelitian itu didasarkan pada konsep bahwa orang yang cerdas cenderung mengadopsi nilai-nilai evolusioner, seperti tidur lebih larut.

Pola tidur kita yang dimulai pada malam hari dan berakhir pada pagi hari sebenarnya sudah diwariskan oleh nenek moyang kita. Mengubah pola tidur tersebut, berarti menunjukkan bahwa kita mampu mengadaptasinya menjadi kehidupan modern.

Baca Juga:

Baca Selengkapnya

TEKNOLOGI

Kini Pengguna WhatsApp Bisa Tolak atau Terima Undangan Masuk Grup

Oleh

Fakta News
pengguna whatsapp
Ilustrasi.

Jakarta – Selama ini, para pengguna aplikasi WhatsApp seringkali mengalami tiba-tiba nomor miliknya dimasukkan kedalam grup tanpa konfirmasi terlebih dahulu kepada pengguna. Tentu hal ini termasuk mengganggu dan melanggar privasi dari pengguna.

Namun, hal ini tidak akan terjadi lagi kelak. WhatsApp diketahui sedang mengembangkan fitur bernama Grup Invitation. Fitur ini akan mencegah orang lain memasukkan Anda ke dalam grup yang tidak dikenali. Sistem tersebut akan membatasi undang-undangan masuk dalam grup percakapan.

Seperti halnya aplikasi pesan lain seperti Line, WhatsApp nantinya akan memberi notifikasi permohonan alias request terlebih dahulu untuk tiap pengguna saat mendapat invitasi masuk ke grup chat tertentu.

Kendati begitu, untuk fitur ‘Group Invitation’ atau Undangan Grup ini sendiri nantinya akan dihadirkan untuk pengguna WhatsApp bisnis, tetapi setelah itu akan dikembangkan untuk semua pengguna. Fitur ini pun masih dalam tahap uji coba dan sementara waktu baru disebarkan untuk pengguna yang terdaftar dalam program iOS Beta.

Mengutip situs wabetainfo.com, ada beberapa cara kerja yang nantinya dapat diaplikasikan. Pengguna akan diberi opsi Privacy di dalam Settings, yaitu Group. Ada tiga macam pilihan yang bisa dipilih ketika ada pengguna lain yang hendak mengirim undangan untuk bergabung ke grup percakapan:

Baca Juga:

Baca Selengkapnya

BERITA

Tangkal Order Fiktif, Gojek Kerahkan Kecerdasan Buatan

Oleh

Fakta News
ojek fiktif
Ilustrasi.

Jakarta – Manajemen Gojek menyatakan telah membangun sistem kecerdasan buatan (artificial intelligence) dalam rangka memberantas sindikat order fiktif. Dengan kecerdasaan ini, penyedia aplikasi transportasi daring asal Indonesia ini mampu mendeteksi fenomena ‘order tuyul’ dengan akurasi 98 persen.

“Salah satu keberhasilan sistem kami adalah mengindentifikasi yang kemudian Kami laporkan dan ditindak secara hukum oleh Polda Metro Jaya,” kata Chief operation officer Gojek Hans Patuwo, seperti dikutip CNNIndonesia.com, Kamis (14/2).

Banyaknya order fiktif yang diketahui menggunakan GPS Palsu atau GPS “Tuyul” sangat merugikan banyak pihak, termasuk mitra dan juga kenyamanan pelanggan. Karena itu, tegas Hans, sistem kecerdasan buatan itu diharapkan mampu mengentaskan masalah tersebut.

Namun, tak hanya berhenti di situ, untuk memberantas order fiktif GO-JEK juga menggandeng Polda Metro Jaya untuk menangkap sindikat pelaku. GOJEK dan Polda Metro Jaya, kata dia, berkomitmen untuk memproses secara hukum para pelaku order fiktif.

Sebelumnya, Unit Cyber Crime Polda Metro Jaya menjerat sindikat pelaku order fiktif berdasarkan laporan yang GO-JEK yang diajukan pada 28 Januari 2019. Beberapa oknum berhasil dibekuk karena terbukti bertindak sebagai koordinator sindikat pelaku order fiktif yang telah mengganggu ketenangan mitra driver GOJEK dalam mencari nafkah.

“Kami sangat mengapresiasi keberhasilan Polda Metro Jaya dalam mengungkap kasus ini. Laporan dan bukti-bukti yang kami berikan, diproses dengan cepat sehingga sindikat pelaku order fiktif dapat segera ditangkap untuk dilakukan proses penyelidikan lebih lanjut,” tutur Hans.

Baca Juga:

Baca Selengkapnya