Connect with us

Google Mulai Serius Untuk Membuat Chip Sendiri

chip

Jakarta – Raksasa mesin pencari Google membuat langkah besar dengan membuat chip sendiri. Kegiatan pembangunan secara substansial dipercepat dalam beberapa bulan terakhir, terlihat bahwa ada pertambahan insinyur microchip baru yang bekerja di Bengaluru, India.

Mengutip Reuters, sebanyak 16 pegawai baru tersebut adalah para ‘veteran’ dalam bidang pembuatan chipset, sementara empat lainnya berpengalaman di bidang rekrutmen dan pernah bekerja di perusahaan ternama seperti Intel, Qualcomm, dan Nvidia Corp.

Seluruh pegawai tersebut akan dipekerjakan di wilayah Bengaluru, India. Para pegawai itu disinyalir akan menjadi pioneer dalam tim ‘gChips’ yang tengah dibentuk.

Saat ini, Bengaluru sudah menjadi sebuah kota yang jadi pusat pembuatan teknologi semikonduktor di India. Bahkan kota ini dijuluki sebagai ‘Sillicon Valley of India’. Tak mengherankan jika Bengaluru menjadi pusat desain chipset dalam beberapa tahun terakhir.

Google sejauh ini tercatat belum pernah menapakkan jejaknya di Bengaluru. Sehingga, kuat dugaan bahwa mereka memang tengah mulai menjajaki industri chip semikonduktor dengan mendirikan tim pengembang di wilayah ini.

Jika desain chip ini untuk prosesor, Google akan bersaing dengan Apple, Samsung, dan Huawei sebagai perusahaan yang menggunakan prosesor sendiri yang dipasang pada perangkatnya. Karena Google merupakan pemilik Android ke produsen, ini berarti Google dapat mengintegrasikan perangkat keras dan perangkat lunak lebih ketat dari sebelumnya.

Baca Juga:

  • Halaman :
  • 1
  • 2
Baca Selengkapnya
Tulis Komentar

TEKNOLOGI

Ini Peraturan Standar Komunitas Facebook yang Harus Dipahami Pengguna

Oleh

Fakta News
facebook

Jakarta – Masyarakat seluruh dunia semakin melek teknologi. Jutaan orang di dalamnya semakin tak bisa lepas dari interaksinya, baik dengan sekitar maupun dengan dunia luar, lewat aplikasi semisal media sosial seperti Facebook.

Namun, platform tersebut tidak hanya sebagai sarana komunikasi, Facebook juga digunakan untuk menyebarkan kebencian dan misinformasi, memicu ketegangan, dan memicu kekerasan.

“Kami sangat prihatin terhadap penyalahgunaan di platform kami, dan ingin melakukan semua yang dapat kami lakukan untuk mengidentifikasi, menghapus, dan mencegah hal tersebut,” kata Kepala Kebijakan Publik Facebook Indonesia Ruben Hattari, Senin, (18/2).

Dengan demikian, Facebook pun mengupayakan sejumlah langkah untuk menghilangkan hal-hal negatif itu dari situsnya. Salah satu caranya, dengan menerapkan Standar Komunitas. Dirangkum dari Tempo.com, berikut Standar Komunitas Facebook yang baru saja diluncurkan lebih detail.

1. Keamanan, Opini, Kesetaraan

Facebook mengklaim keamanan sebagai prioritas utama mereka. Karena dengan merasa aman, pengguna baru bisa membangun hubungan bermakna dan mengekspresikan diri secara utuh di sebuah platform. Meskipun begitu, perusahaan teknologi yang didirikan oleh Zuckerberg itu mengaku akan memastikan kebebasan berekspresi tak disalahgunakan.

Ruben berkata, “Kami berkomitmen untuk memastikan bahwa kebebasan berekspresi tidak disalahgunakan, dan tidak digunakan untuk merugikan orang lain.”tutur Ruben.

Prinsip ketiga, kesetaraan, merujuk pada penegakan kebijakan yang adil dan setara, yang Facebook upayakan untuk diimplementasikan secara konsisten kepada 2,2 miliar orang di komunitas global. Dengan komunitas besar dan beragam, bukan hal yang mudah bagi Facebook, karena kebijakannya harus cukup luas agar dapat diaplikasikan ke semua orang, di manapun berada.

Baca Juga:

Baca Selengkapnya

TEKNOLOGI

Waspada! Twitter Simpan Obrolan Pengguna Meski Telah Dihapus

Oleh

Fakta News
pengguna
Ilustrasi. (Foto: Getty Images)

Jakarta –  Media sosial Twitter ternyata tidak seaman yang diperkirakan. Twitter diketahui masih mempertahankan dan menyimpan chat, bahkan jika chat itu sudah dihapus pengguna.

Hal tersebut berhasil diketahui oleh Karan Saini, seorang peneliti keamanan. Ia berhasil mengumpulkan data Direct Messages dalam sebuah dokumen arsip akun yang sudah tidak aktif lagi di Twitter melalui internet. Dirinya mengklaim mendapatkan pesan yang sudah bertahun-tahun dihapus.

Saini mengatakan, platform tersebut menyimpan pesan yang telah dihapus penggunanya, baik yang dikirim ke akun lain maupun yang diterima. Dirinya khawatir bahwa Twitter memang menyimpan data tersebut sejak lama.

Dalam laman kebijakan privasinya, Twitter menjelaskan pengguna yang ingin berhenti menggunakan platformnya dapat menonaktifkan dan menghapus akunnya. Setelah 30 hari, akun tersebut akan hilang bersama datanya.

Namun dari hasil temuan Saini, pengguna dapat mengakses pesan yang telah dihapus hanya dengan mengunduh data yang memang otomatis diarsipkan dalam akun. Hal tersebut dianggap bertentangan dengan kebijakan privasinya sendiri, karena Twitter menyimpan data tersebut.

Pada awalnya, ketika pengguna menghapus DM dari inbox pribadi mereka maka pesan itu juga dihapus dari inbox penerima. Namun, Twitter mengubah aturan tersebut.

Baca Juga:

Baca Selengkapnya

TEKNOLOGI

Tiru iPhone X, Tombol ‘Back’ di Android P Bakal Dihilangkan

Oleh

Fakta News
android
Ilustrasi.

Jakarta – Navigasi di handphone sedang mengalami perubahan. Alih-alih menggunakan tombol, sekarang navigasi mengarah pada penggunaan gestur atau gerakan jari di layar. iPhone X mengawali hal itu, dan Android P juga mengadaptasi sistem navigasi gestur.

Hal ini diketahui dari serangkaian uji coba yang dilakukan disalah satu situs tekno yang kerap mereview ponsel.

Dilaporkan Android Police, berdasarkan pengujian tersebut, fungsi tombol back diganti dengan menggeser kapsul navigasi ke kiri, serupa dengan menggeser kapsul navigasi ke kanan untuk menampilkan recent apps.

Langkah Android Pie ini sepertinya juga akan diikuti oleh Google yang tampaknya tertarik dengan ikon kapsul yang secara keseluruhan dan menghilangkan tombol back di versi Android selanjutnya, yakni Android Q. Hal ini dilaporkan oleh XDA Developers yang mencoba kode Android Q awal. Dari laporannya, tombol back telah tiada.

XDA menjelaskan bahwa tombol home nantinya akan berfungsi sebagai tombol back dan tombol recent apps. Pengguna nantinya hanya tinggal menggeser ikon kapsul ke kiri untuk kembali. Hal ini membuat pengoperasian Android akan jadi lebih mudah.

Jika fitur ini benar-benar masuk ke Android Q nantinya, ini adalah perubahan terbesar yang diusung Android, di mana penggunakan tombol navigasi masih sangat luas digunakan oleh sebagian besar pengguna Android.

Baca Juga:

Baca Selengkapnya