Connect with us

Hanya Perlu Dicas Seminggu Sekali, Ini Baterai Ponsel di Masa Depan

baterai
Ilustrasi.(Foto: Istimewa)

Jakarta – Bukan rahasia umum lagi bahwa dilemma yang dihadapi oleh sebagian besar pengguna smartphone di Indonesia adalah selain mendapatkan fitur yang mumpuni, akan tetapi mereka harus menerima kenyataan bahwa smartphone yang mereka miliki tidak dapat bertahan lama dalam hal baterai.

Smartphone mengonsumsi baterai dengan sangat rakus sehingga pemakaian si smartphone pun tidak dapat bertahan lama. Hal tersebut kadang membuat pengguna kesal dan jengkel. Bayangkan jika ada baterai yang hanya perlu diisi ulang satu kali seminggu. Sangat memudahkan, bukan?

Impian tersebut semakin dekat dengan kenyataan berkat para peneliti dari berbagai institusi. Mereka berfokus kepada fluoride yang bisa menampung lebih banyak daya (sebelumnya kebanyakan baterai berasal dari lithium-ion).

Sejauh ini, para peneliti telah berhasil membuat cairan baterai fluoride yang dapat diisi ulang di suhu ruangan yang biasa kita tempati. Terobosan ini dilaporkan dalam jurnal Science.

Penggunaan fluoride pada baterai mengalami beberapa tantangan dalam beberapa tahun. Pada 1970-an, berbahan dasar fluoride pernah dibuat, tapi mereka membutuhkan suhu yang sangat tinggi sehingga tidak dapat digunakan dalam perangkat sehari-hari.

Namun, karena manfaatnya yang besar, para ilmuwan pun pantang menyerah untuk menelitinya hingga saat ini.

“Fluoride memiliki kepadatan energi yang lebih tinggi. Artinya, mereka dapat bertahan lebih lama–delapan kali lipat dari baterai yang digunakan saat ini,” kata Profesor Robert Grubbs, ahli kimia dari California Institute of Technology dan penerima Nobel di bidang Kimia pada 2005.

Baca Juga:

  • Halaman :
  • 1
  • 2
Baca Selengkapnya
Tulis Komentar

TEKNOLOGI

Ilmuwan Ciptakan Laser yang Bisa Mendeteksi dan Menghancurkan Sel Kanker

Oleh

Fakta News
KANKER

Jakarta – Para ilmuwan telah menciptakan sebuah teknologi yang dapat mendeteksi dan menghancurkan sel tumor di bawah kulit kita. Perawatan ini memungkinkan para dokter dengan cepat memindai darah pasien tanpa harus mengambilnya dari mereka.

Biasanya, para dokter harus mengampil sampel darah pasien dulu untuk melihat sel-sel tumor yang bersirkulasi (CTC), yang dapat menyebar ke seluruh tubuh dan menjadi metastasis mematikan.

Ya, para ilmuwan telah lama menjadikan CTC sebagai cara untuk memahami risiko metastasis pada pasien. Jika berhasil menemukan CTC, dokter dapat mengetahui seberapa besar kemungkinan kanker menyebar dan bisa dengan cepat melakukan terapi laser yang mampu membunuh sel-sel tersebut.

Namun sayangnya, cara tersebut masih memiliki hambatan karena dokter hanya dapat mengambil sejumlah kecil darah yang kemungkinan tidak mengandung CTC sama sekali.

Untuk mengatasinya, ilmuwan kemudian menciptakan sistem yang mereka sebut dengan Cytophone. Cara ini menggunakan laser untuk melihat ke dalam kulit pasien dengan melanoma, serta mencari CTC yang mengalir di pembuluh darah mereka.

Dengan melakukan hal tersebut, peneliti berhasil menemukan CTC bermasalah dengan sukses pada 27 dari 28 pasien yang menjadi subjek studi. Yang lebih menakjubkan, sel tumor dapat terdeteksi hanya dalam waktu 10 detik–menunjukkan bahwa sistem ini 1.000 kali lebih sensitif dari metode yang sudah ada.

Baca Juga:

Baca Selengkapnya

TEKNOLOGI

Berhasil Rebut Perhatian Pengguna, Kini Telegram Hadirkan Fitur Baru

Oleh

Fakta News
telegram
Ilustrasi.

Jakarta – Telegram merupakan aplikasi pengirim pesan singkat yang terkenal dengan keamanan yang diberikan saat kita berkomunikasi dengan orang lain.

Pada pertengahan tahun ini, Telegram kembali meghadirkan fitur terbaru yang hadir dalam versi 5.8, setidaknya ada dua fitur terbaru yang dihadirkan, yaitu tema, dan people nearby.

Dilansir dari Phone Arena, Senin (24/6/2019), kini para pengguna Telegram bisa menemukan lokasi berdasarkan obrolan grup dan membuat grup baru berdasarkan lokasi.

Pembaruan tersebut memungkinkan Telegram untuk memiliki kontrol baru “Tambahkan ke Kontak” atau “Add to Contacts” di bagian atas ruang obrolan.

Fitur ini memungkinkan Anda menambahkan dengan cepat nomor ke daftar kontak berbasis lokasi. Selain Add to Contact, pengguna juga akan melihat opsi lain yakni Block bila orang yang mengirimi pesan dianggap mengganggu.

“Pembaruan ini membuka kemungkinan baru, komunikasi grup berdasarkan lokasi. Baik untuk obrolan konferensi, festival hingga obrolan orang-orang yang ada di kafe yang sama,” kata Telegram seperti dikutip dari Phone Arena.

Baca Juga:

Baca Selengkapnya

TEKNOLOGI

Wajib Tahu! Inilah Penyebab Smartphone Cepat Panas

Oleh

Fakta News
smartphone
Ilustrasi.

Jakarta – Sebagai salah satu kategori barang elektronik, ponsel pintar atau smartphone pasti mengeluarkan panas karena ada gerakan listrik di dalamnya. Tapi, kamu seringkali risih dan khawatir apabila mendapati ponselmu sudah terlalu panas atau overheat.

Lalu, ada juga ponsel yang terlalu mudah panas, padahal pemakaiannya tidak ekstrem dan biasa saja.

Apa yang menyebabkan ponsel menjadi terlalu panas dan mudah panas? Bagaimana cara menghindarinya? Berikut penjelasannya.

1. Pakai smartphone mengisi daya baterai

Penggunaan smartphone sambil mengisi daya baterai adalah kebiasaan yang kurang baik. Karena selain menyebabkan smartphone cepat panas, umur baterai juga lebih pendek. Tidak hanya itu, Selain proses pengisian akan memakan waktu yang lebih lama jika gunakan sambil nge-charge. Jadi sebaiknya tunggu hingga pengisian selesai bagi digunakan, atau copot dulu pengisian daya.

2. Main game terlalu lama

Bermain game dalam jangka waktu yang lama juga bisa menyebabkan smartphone cepat panas. Hal Ini dikarenakan aplikasi game sangat membutuhkan sumber daya smartphone yang yang cukup banyak. Penggunaan prosesor, grafis dan RAM yang maksimal, mengakibatkan sumber daya energi menjadi lebib besar. Dari situlah, smartphone jadi lebih cepat panas.

Apalagi saat pengguna bermain game dalam jangka waktu yang lama. Aktivitas gaming memang tidak bisa sebentar, terutama ketika kamu sedang menyelesaikan satu level dan memainkan level berikutnya.

Baca Juga:

Baca Selengkapnya