Connect with us
Naomi Osaka

Petenis Asia Pertama yang Jadi Pemain Nomor 1 di Dunia

Naomi Osaka
Petenis putri Jepang, Naomi Osaka.(Foto: Istimewa)

Jakarta – Di Benua Asia, cabang olahraga tenis, mungkin tidak semarak dan seheboh cabang sepakbola. Namun demikian, bukan berarti atlet asal Benua Asia yang berkiprah di cabang ini tidak bisa menorehkan hasil maksimal. Yang pasti itu, anggapan telah dipatahkan petenis wanita asal Jepang, Naomi Osaka.

Naomi Osaka berhasil mencetak sejarah baru sebagai pemenang Grand Slam Australia Terbuka 2019 usai mengalahkan Petra Kvitova dari Republik Ceko dalam pertarungan tiga set 7-6, (2), 5-7, dan 6-4 di Rod Laver Arena, Sabtu (26/1) WIB.

Keberhasilan Naomi merebut gelar di Australia Terbuka 2019 telah mengantarkannya merebut peringkat satu dunia. Dia menjadi pemain Asia pertama yang berhasil mendapatkan stempel Ratu tenis dunia.

Mengetahui hal ini, Naomi mengaku bangga karena salah satu mimpinya sudah terwujud di usia muda.

“Saya sangat antusias akan menjadi petenis nomor satu dunia versi WTA,” kata Naomi dikutip dari situs web WTA.

“Saya selalu bermimpi berada di posisi ini dan saya bangga bisa menjadi bagian dari petenis elite yang pernah menjadi nomor satu dunia,” ujar Naomi menambahkan.

CEO dan Ketua WTA Steve Simon, merasa Naomi sangat pantas menyandang predikat nomor satu dunia karena determinasinya hingga saat ini.

“Menjadi nomor satu dunia adalah prestasi yang luar biasa. Saya ingin mengucapkan selamat kepada Naomi karena mencapai hal itu di awal kariernya,” kata Steve Simon.

Baca Juga:

  • Halaman :
  • 1
  • 2
Baca Selengkapnya
Tulis Komentar

BERITA

Tujuh Relawan Jokowi Terluka saat Ledakan di Parkir Timur Senayan

Oleh

Fakta News
tujuh relawan
Petugas kepolisian mengamankan lokasi usai terdengar ledakan di kawasan parkir timur Senayan, Jakarta, Minggu, (17/2/19). Suara ledakan dan asap tebal terjadi di area nonton bareng (nobar) debat capres.

Jakarta – Sebanyak tujuh relawan Jokowi-Ma’ruf Amin menjadi korban ledakan petasan yang terjadi di Parkir Timur Senayan, Jakarta Selatan pada pukul 20.15 WIB. Akibat ledakan tersebut, tujuh korban mengalami luka dan telah dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan penanganan medis.

Wakil Kepala Rumah Aspirasi Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma’ruf, Michael Umbas, menyebutkan, korban dalam dalam perawatan.

“Saat ini saya berada di rumah sakit, melihat langsung kondisi kawan-kawan yang tadi terkena dampak dari ledakan,” kata Umbas seperti dilansir beritasatu.com, Senin (18/2).

Dia menjelaskan, kondisi luka yang dialami 7 korban tersebut berbeda-beda. Ada yang mengalami kerusakan gendang telinga, hingga serangan jantung akibat mendengar bunyi keras ledakan.

“Saat sesi pertama debat sudah terjadi ledakan. Kami saat itu berpikir positif, yang terjadi letusan ban mobil. Ternyata setelah ada informasi lanjutan, ternyata ada ledakan yang mengakibatkan korban relawan-relawan Pak Jokowi,” ujar Umbas.

Pihaknya pun menyayangkan dan menaruh keprihatinan atas ledakan yang terjadi. Menurut Umbas, aparat penegak hukum sepatutnya menelusuri motif pelemparan petasan.

“Ini bentuk teror kepada relawan Pak Jokowi. Ini ancaman terhadap demokrasi. Ini upaya menghancurkan semangat dan militansi kita untuk memenangkan Pak Jokowi. Kami tidak akan pernah gentar. Kami yakin kepolisian juga usut ini,” pungkas Umbas.

Baca juga:

Baca Selengkapnya

BERITA

Wapres JK Nilai Jokowi Lebih Unggul dalam Debat Kedua Pilpres 2019

Oleh

Fakta News
lebih unggul
Wakil Presiden Jusuf Kalla.

Jakarta – Usai menonton debat Pilpres 2019, Wakil Presiden Jusuf Kalla menilai calon presiden nomor urut 01 Joko Widodo lebih unggul daripada lawannya Prabowo Subianto dalam penampilan debat capres kedua, pada Minggu (17/2).

Menurut JK, penampilan Jokowi dalam debat kedua lebih unggul daripada Prabowo karena memiliki pengalaman sebagai presiden sejak 2014 sehingga dapat menguasai masalah berkaitan dengan tema energi, pangan, infrastruktur, sumber daya alam, dan lingkungan hidup.

“Debat ini sudah lebih bagus karena terbuka dibanding sebelumnya. Karena itu Pak Jokowi secara umum lebih baik daripada Prabowo karena pengalaman,” kata JK usai menggelar nonton bareng debat capres di kediaman dinasnya di kawasan Menteng, Jakarta Pusat, Minggu (17/2) malam.

Di sisi lain, mantan Ketua Umum Partai Golkar itu, mengapresiasi kejujuran calon presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto dalam menjawab pertanyaan. Bahkan di penghujung debat, Prabowo mengakui tentang sejumlah lahan yang dimiliki di beberapa wilayah.

“Saya menghargai Pak Prabowo karena kejujurannya. Artinya kalau dia rasa hebat, dia anggap baik, dia akan puji Pak Jokowi,” katanya.

Kendati begitu, Ketua Dewan Pengarah Tim Kampanye Jokowi-Ma’ruf Amin ini menilai perlunya evaluasi dari pelaksanaan debat capres tadi malam. Salah satunya terkait validitas data yang dikantongi masing-masing capres.

“Soal data masing-masing, bisa dia periksa lagi (datanya). Tapi secara umum itu debatnya bagus dibanding dengan sebelumnya, lebih terbuka, lebih bebas begitu, lebih santai juga,” ucap JK.

Baca juga:

Baca Selengkapnya

BERITA

Soal Penyelamatan SDA, Prabowo Tak Mau Diadu Lagi dengan Jokowi

Oleh

Fakta News
Penyelamatan SDA
Jokowi di Debat Pilpres soal SDA dan Lingkungan Hidup(Foto: Istimewa)

Jakarta – Di segmen keempat Debat Pilpres putaran kedua, terkait penyelamatan SDA atau sumber daya alam, Prabowo mengaku tak mau diadu-adu lagi. Ia sepakat dengan visi yang dipaparkan capres nomor urut 01 Joko Widodo atau Jokowi.

Debat Pilpres di segmen keempat itu dimulai moderator, dengan memutarkan video masih adanya 8 juta hektare lubang tambang pada 2018 yang belum dieksplorasi. Kemudian, menanggapi persoalan itu, dan moderator meminta para kandidat untuk membeberkan strategi mereka mengatasi hal tersebut.

Untuk segmen soal isu Lingkungan, Prabowo mendapat giliran pertama. Dalam tanggapannya, Prabowo mengatakan, persoalan tersebut telah terjadi selama bertahun-tahun. Prabowo menilai persoalan ini seolah menjadikan negara telah dikooptasi oleh perusahaan swasta.

Prabowo merasa prihatin dengan masalah tersebut. Untuk itu, Prabowo menilai dibutuhkan pemerintah yang tegas dan berani menindak para perusahaan pencemar lingkungan tersebut. Ketua Umum Gerindra itu menilai pemerintah bisa mengejar para perusahaan pencemar lingkungan yang sudah tidak berada di Indonesia melalui jalur kerja sama internasional, misalnya lewat Interpol. “Kalau seandainya saya memimpin, saya cari jalan mengatasi ini,” kata Prabowo.

Menanggapi pernyataan Prabowo, Jokowi menyebut pemerintah telah berusaha melakukan penegakan hukum. Salah satunya melalui kerja sama dengan KPK melalui Gerakan Penyelamatan Sumber Daya Alam (GNP-SDA) sejak 2015.

Baca Selengkapnya