Connect with us
Robinson Sinurat

Kisah Anak Petani Kejar S2 Universitas Ternama di AS

robinson sinurat
Wisuda Robin di AS.(Foto: VOA Indonesia)

Jakarta – Orang bilang, jangan berhenti bermimpi. Tetapi bagi anak petani ini, Robinson Sinurat, konsisten mewujudkan mimpi meraih beasiswa ke Amerika Serikat adalah tantangan terbesar. Apalagi jika perjalanannya menggapai cita-cita itu selalu dirundung kegagalan.

Sejak belia, Robinson Sinurat memiliki mimpi besar menempuh studi di Negeri Paman Sam dengan beasiswa. Namun, minimnya kondisi keuangan keluarga membuat dia kesulitan. Bahkan untuk pergi dan memulai kuliah S-1 di Universitas Sriwijaya (Unsri) saja, orangtuanya harus meminjam uang.

Namun kini, perjuangan anak petani asal Tanjung Beringin, Sumatra Utara, ini membuahkan hasil. Obin berhasil mewujudkan mimpinya mencapai pendidikan S2 dari universitas ternama, Columbia University, di New York, Amerika Serikat.

Dengan berpegang teguh dengan pedoman hidupnya, “Be Honest. Be Brave. Be Willing,”.

Gigih Berjuang Demi Pendidikan

Perjuangan gigih Obin untuk meraih pendidikan pun tidak lepas dari semangat orang tuanya yang adalah petani kopi dan sayur. Sejak kecil Obin yang adalah anak ke-5 dari tujuh bersaudara terpaksa tinggal berjauhan dari orang tua di kota Medan, demi mendapatkan pendidikan yang lebih baik.

Selama bersekolah pun Obin yang punya keinginan untuk bisa masuk ke sekolah bonafit seperti sekolah swasta berfasilitas lengkap, mengaku selalu terkendala masalah keuangan, mengingat orang tuanya sudah kehabisan biaya setelah menyekolahkan kakak-kakaknya. Namun, Obin percaya bahwa rezeki masing-masing pasti berbeda.

“Ketika di giliran aku mau masuk ke sekolah, contohnya mau masuk SMP, mau masuk SMA, selalu terkendala dengan keuangan. Jadi mereka selalu bilang coba ke negeri dulu aja, kalau masuk negeri keuangan kita bisa mencukupi,” papar Obin saat dihubungi VOA Indonesia belum lama ini.

Selagi duduk di bangku SMP di Medan, ia juga sempat tinggal bersama dan mengurus adik-adiknya yang masih SD. Belajar, memasak, dan mencuci baju menjadi tugas hariannya, hingga akhirnya orang tua Obin memutuskan untuk memindahkan adik-adiknya ke tempat kakaknya di pulau Jawa.

Baca Juga:

Baca Selengkapnya
Tulis Komentar

SOSOK

Abdul Aziz, Pahlawan Penyelamat Saat Teror di Masjid New Zealand

Oleh

Fakta News
abdul aziz
Abdul Aziz.

Jakarta – Sosok Abdul Aziz, 48 (tahun), sedang disorot berkat aksi nekatnya menghalangi tindakan penembakan brutal di Masjid Linwood, Christchurch, Selandia Baru. Abdul Aziz, yang merupakan jemaah di Masjid Linwood, dengan berani menghadapi si penembak dan berhasil mencegah jatuhnya korban lainnya.

Dilansir dari The Telegraph, Minggu (17/3/2019), saat ada penyerangan Abdul Aziz memilih tidak melarikan diri, dia justru mengambil benda apapun di dekatnya untuk menarik perhatian pelaku.

“Sini!” ujar Abdul Aziz ke pelaku kala kejadian sembari berlari ke luar masjid.

Aziz sempat saling kejar dan kucing-kucingan dengan pelaku. Sementara empat putra Aziz dan sejumlah jemaah lain masih berada dalam masjid dan mereka ‘diberi’ kesempatan melarikan diri oleh Aziz.

Dikejar-kejar Aziz, pelaku kemudian masuk ke dalam mobilnya. Tak berapa lama, pelaku melarikan diri. Masjid Linwood sendiri berlokasi sekitar 5 kilometer dari Masjid Al Noor atau sasaran teror pertama.

“Ketika dia melihat saya membawa pistol, dia menjatuhkan senapannya dan lari ke mobilnya. Saya mengejarnya,” katanya kepada kantor berita Reuters. “Dia duduk di mobilnya dan … saya melempar (pistol) melalui jendelanya seperti panah. Dia hanya mengumpat pada saya dan pergi.”

Baca Juga:

Baca Selengkapnya

BERITA

Alasan Abuya Muhtadi Dimyati Dukung Jokowi-KH Maruf Amin

Oleh

Fakta News
Abuya Muhtadi Dimyati
Abuya Muhtadi Dimyati saat menerima kunjungan Presiden Joko Widodo di Ponpes Roudotul Ulum, Pandeglang (Foto: Istimewa)

Pandeglang – Di usianya yang sudah setengah abad lebih, Abuya Muhtadi Dimyati masih masih mau menghadiri acara deklarasi dukungan Relawan Ababil terhadap pasangan calon (Paslon) Joko Widodo-Maruf Amin. “Semua warga Banten harus berupaya memilih pemimpin yang amanah bagi masyarakat muslimin, yaitu Jokowi-Maruf Amin,” katanya.

Acara Deklarasi Dukungan Relawan Ababil atau Angkatan Baru Banten Sabilillah ini, digelar pada Kamis (7/3/2019), di Gedung Serbaguna RPM Kp Kotamanik Pegadungan, Karangtanjung Pandeglang, Provinsi Banten. Ulama kharismatik pengasuh Pondok Pesantren (Ponpes) Roudotul Ulum Cidahu, Pandeglang yang hadir di acara tersebut, dengan tegas sangat mendukung Jokowi-KH Maruf Amin sebagai capres dan cawapres, serta mendoakan agar terpilih menjadi Presiden Indonesia periode 2019-2024.

“Untuk warga Banten usahakanlah supaya kita bisa memilih Jokowi-Maruf Amin, ini sikap kita agar kita bisa kembali menata sunah Rasulullah dengan benar di Banten,” katanya

Abuya mengaku, dirinya mendapat kabar dari tamunya dari Yaman, bahwa banyak orang-orang Islam Indonesia yang dari luar negeri seperti orang-orang HTI (yang kini sudah dibubarkan pemerintah), itu sudah keluar dari sunah. Nah mantan-mantan HTI itu sendiri, diduga kini bergabung dengan koalisi partai pendukung capres dan cawapres nomor urut 02 Prabowo Subianto-Sandiaga Uno.

Mereka, lanjut Dimyati, mengaku-ngaku ahli sunah tapi tidak tahu apa isi sunah itu sendiri. “Saya berharap dengan terpilihnya Jokowi-Maruf Amin, mereka dapat menjaga sunah nabi di Indonesia. Kalau tak bisa ngaji mana akan tahu sunah nabi,” katanya.

Baca Selengkapnya

BERITA

Petenis Asia Pertama yang Jadi Pemain Nomor 1 di Dunia

Oleh

Fakta News
Naomi Osaka
Petenis putri Jepang, Naomi Osaka.(Foto: Istimewa)

Jakarta – Di Benua Asia, cabang olahraga tenis, mungkin tidak semarak dan seheboh cabang sepakbola. Namun demikian, bukan berarti atlet asal Benua Asia yang berkiprah di cabang ini tidak bisa menorehkan hasil maksimal. Yang pasti itu, anggapan telah dipatahkan petenis wanita asal Jepang, Naomi Osaka.

Naomi Osaka berhasil mencetak sejarah baru sebagai pemenang Grand Slam Australia Terbuka 2019 usai mengalahkan Petra Kvitova dari Republik Ceko dalam pertarungan tiga set 7-6, (2), 5-7, dan 6-4 di Rod Laver Arena, Sabtu (26/1) WIB.

Keberhasilan Naomi merebut gelar di Australia Terbuka 2019 telah mengantarkannya merebut peringkat satu dunia. Dia menjadi pemain Asia pertama yang berhasil mendapatkan stempel Ratu tenis dunia.

Mengetahui hal ini, Naomi mengaku bangga karena salah satu mimpinya sudah terwujud di usia muda.

“Saya sangat antusias akan menjadi petenis nomor satu dunia versi WTA,” kata Naomi dikutip dari situs web WTA.

“Saya selalu bermimpi berada di posisi ini dan saya bangga bisa menjadi bagian dari petenis elite yang pernah menjadi nomor satu dunia,” ujar Naomi menambahkan.

CEO dan Ketua WTA Steve Simon, merasa Naomi sangat pantas menyandang predikat nomor satu dunia karena determinasinya hingga saat ini.

“Menjadi nomor satu dunia adalah prestasi yang luar biasa. Saya ingin mengucapkan selamat kepada Naomi karena mencapai hal itu di awal kariernya,” kata Steve Simon.

Baca Juga:

Baca Selengkapnya