Robinson Sinurat Kisah Anak Petani Kejar S2 Universitas Ternama di AS

  • Fakta.News - 9 Jan 2019 | 17:43 WIB
Kisah Anak Petani Kejar S2 Universitas Ternama di AS
Wisuda Robin di AS.(Foto: VOA Indonesia)

Jakarta – Orang bilang, jangan berhenti bermimpi. Tetapi bagi anak petani ini, Robinson Sinurat, konsisten mewujudkan mimpi meraih beasiswa ke Amerika Serikat adalah tantangan terbesar. Apalagi jika perjalanannya menggapai cita-cita itu selalu dirundung kegagalan.

Sejak belia, Robinson Sinurat memiliki mimpi besar menempuh studi di Negeri Paman Sam dengan beasiswa. Namun, minimnya kondisi keuangan keluarga membuat dia kesulitan. Bahkan untuk pergi dan memulai kuliah S-1 di Universitas Sriwijaya (Unsri) saja, orangtuanya harus meminjam uang.

Namun kini, perjuangan anak petani asal Tanjung Beringin, Sumatra Utara, ini membuahkan hasil. Obin berhasil mewujudkan mimpinya mencapai pendidikan S2 dari universitas ternama, Columbia University, di New York, Amerika Serikat.

Dengan berpegang teguh dengan pedoman hidupnya, “Be Honest. Be Brave. Be Willing,”.

Gigih Berjuang Demi Pendidikan

Perjuangan gigih Obin untuk meraih pendidikan pun tidak lepas dari semangat orang tuanya yang adalah petani kopi dan sayur. Sejak kecil Obin yang adalah anak ke-5 dari tujuh bersaudara terpaksa tinggal berjauhan dari orang tua di kota Medan, demi mendapatkan pendidikan yang lebih baik.

Selama bersekolah pun Obin yang punya keinginan untuk bisa masuk ke sekolah bonafit seperti sekolah swasta berfasilitas lengkap, mengaku selalu terkendala masalah keuangan, mengingat orang tuanya sudah kehabisan biaya setelah menyekolahkan kakak-kakaknya. Namun, Obin percaya bahwa rezeki masing-masing pasti berbeda.

“Ketika di giliran aku mau masuk ke sekolah, contohnya mau masuk SMP, mau masuk SMA, selalu terkendala dengan keuangan. Jadi mereka selalu bilang coba ke negeri dulu aja, kalau masuk negeri keuangan kita bisa mencukupi,” papar Obin saat dihubungi VOA Indonesia belum lama ini.

Selagi duduk di bangku SMP di Medan, ia juga sempat tinggal bersama dan mengurus adik-adiknya yang masih SD. Belajar, memasak, dan mencuci baju menjadi tugas hariannya, hingga akhirnya orang tua Obin memutuskan untuk memindahkan adik-adiknya ke tempat kakaknya di pulau Jawa.

Baca Juga:

BACA JUGA:

Tulis Komentar