Connect with us
Ustaz Mudhakir

Kisah Guru Privat Mengaji Jokowi

Bertemu Jokowi Lagi

Setelah Jokowi menjadi Walikota Surakarta, atas anjuran salah satu tetangganya yang bekerja di Balaikota Surakarta, Mudhakir mencoba bersilaturahim ke Loji Gandrung, rumah dinas Walikota Solo. Mudhakir saat itu mengajak serta anak istriya, sembari berjalan-jalan di kota Solo.

Namun karena tidak membuat janji lebih dulu, ia pun gagal bertemu Jokowi. Penjaga rumah dinas mengatakan, Jokowi sedang tidak ada di rumah.

“Setelah itu saya hanya berusaha ‘nyambung’ dengan doa yang –insya Allah— akan selalu saya panjatkan sampai kapan pun. Bukan hanya untuk beliau (Jokowi) saja, tapi juga untuk seluruh peserta privat mengaji lainnya, yang saya yakin menjadi salah satu sebab Allah memberi anugerah dan rezeki untuk kami sekeluarga,” kata ayah tiga anak ini.

Mudhakir tidak mengira, Jokowi yang dulu pernah belajar mengaji Al Quran kepadanya – Mudhakir lebih suka memakai istilah “membersamai” daripada mengajar — akhirnya menjadi Walikota, Gubernur, bahkan Presiden.

“Karena yang saya tahu, saat itu beliau sepertinya tidak memiliki ambisi kekuasaan (hubburriyaasah),” kata Mudhakir.

Meski begitu, Mudhakir mengaku sangat bersyukur bahwa orang yang pernah ia kenal dekat itu sekarang menjadi orang penting di negeri ini.

“Kami bersyukur, Pak Jokowi yang pernah kami bersamai belajar mengaji Al Quran, kemudian diberi anugerah dan amanah dari Allah SWT untuk menjadi pemimpin. Harapan kami, beliau tetap istiqomah untuk memperjuangkan keadilan dan kesetaraan untuk seluruh warga bangsa,” kata Mudhakir.

Baca Selengkapnya
Tulis Komentar

BERITA

Ganjar Siapkan Wisata Investasi utuk Tarik Investor ke Jateng

Oleh

Fakta News
Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo

Semarang – Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo menyiapkan wisata investasi untuk calon investor berinvestasi di Jateng.

“Kami siapkan piknik, kuliner sambil melihat potensi-potensi investasi dan tempat wisata di Jawa Tengah. Pasti asik,” kata Ganjar seperti dalam keterangan tertulisnya, Jumat (15/11).

Ganjar menambahkan, saat ini Jateng sedang menjadi primadona investasi dari berbagai negara. Hal tersebut karena Jateng memiliki iklim investasi yang tenang, kemajuan pembangunan infrastruktur, dan kondisi sosial masyarakat yang membuat daya saing investasi Jateng kian membaik.

“Orang Jateng itu menarik. Sopan, orangnya sederhana, rajin, dan mudah menerima perubahan atau adaptif. Inilah yang menjadi salah satu faktor kenapa kita jadi favorit investor,” kata orang nomor satu di Jateng ini.

Soal tenaga kerja, Ganjar menyebut Jateng sedang menghadapi bonus demografi sehingga investor tak perlu takut kehabisan sumber daya manusia (SDM). Terlebih lagi, Jateng memiliki 378 perguruan tinggi dan 1.588 Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) yang siap kerja.

“Bahkan, kalau bapak ibu menghendaki ada kultur khusus di pendidikan kita untuk mendukung industri bapak ibu, kita akan siapkan,” kata Ganjar.

Selain wisata investasi, pelayanan terpadu satu pintu yang cepat juga menjadi insentif dan fasilitas yang diberikan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jateng kepada calon investor.

Terbukti pada triwulan I hingga III tahun 2019, Provinsi Jateng telah mencatatkan realisasi investasi sebesar Rp 47,24 triliun. Dari jumlah tersebut, penanaman modal asing (PMA) mendominasi dengan total Rp 32,27 triliun. Sementara itu, penanaman modal dalam negeri (PMDN) pada triwulan III tahun 2019 mencapai Rp 14,97 triliun.

 

Munir

Baca Selengkapnya

BERITA

PDIP Ajak Komponen Masyarakat Terlibat Aktif Melawan Aksi Terorisme

Oleh

Fakta News
Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto

Jakarta – PDI Perjuangan menegaskan komitmennya untuk menggalang seluruh komponen masyarakat guna melibatkan diri secara aktif bersama seluruh jajaran pemerintahan negara di dalam melawan berbagai aksi terorisme.

“Apa yang terjadi di Medan, tidak jauh bedanya dengan bom bunuh diri satu keluarga di Surabaya pada bulan Mei 2018 yang lalu. Kejahatan terorisme membunuh kemanusiaan; suatu aksi biadab yang tidak bisa dibenarkan dengan cara apapun” kata Sekjen PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto melalui keterangan persnya di Jakarta, Kamis (14/11).

Atas aksi terorisme yang berakar dari radikalisme dengan benih-benih sikap intoleran tersebut, PDI Perjuangan mengajak seluruh komponen bangsa untuk bahu-membahu bersama dengan seluruh alat negara untuk melawan gerakan ideologi kegelapan tersebut.

“Sudah terlalu banyak korban terorisme yang merusak bangunan Indonesia yang cinta damai dan toleran. Perlu langkah komprehensif dan simultan guna mengatasi terorisme. Pendekatan hukum dan politik saja tidak cukup. Diperlukan juga pendekatan sosial-ekonomi, dan kebudayaan melalui gerakan rakyat agar menjadi kekuatan semesta untuk melawan paham anti kemanusiaan tersebut. Pada saat bersamaan hukum sebagai panglima, tanpa pandang bulu memberantas berbagai bentuk kejahatan terorisme tersebut” papar Hasto.

Hasto menilai sudah saatnya negara bersikap lebih tegas. Sebab demi tugas melindungi segenap bangsa dan seluruh tumpah darah Indonesia, pemerintahan negara Republik Indonesia mendapat mandat dan legalitas dari rakyat untuk menciptakan rasa aman dan ketentraman masyarakat.

“PDI Perjuangan juga mendorong pendidikan nasional sebagai wahana membangun kehidupan berbangsa yang berbudi pekerti dan toleran terhadap perbedaan. Sebab intoleransi adalah akar dari terorisme” ungkap Hasto.

Dengan gotong royong seluruh komponen bangsa, kita wujudkan Indonesia yang tenteram dan damai, kedepankan nilai-nilai kemanusiaan.

 

Mujafi

Baca Selengkapnya

BERITA

Polusi Udara Buruk, PDIP Tak Setuju Pernyataan Anies Soal Kemacetan di Jakarta Turun

Oleh

Fakta News

Jakarta – Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menyebut angka kemacetan turun di Jakarta. PDIP tidak setuju dengan pernyataan tersebut dan menghubungkannya dengan polusi udara yang tinggi.

“Fakta kan menunjukkan kondisi polusi udara kita paling buruk sekarang. Apalagi kalau ditarik tiga tahun belakang lalu, paling amburadul. Jadi Pak Anies pakai data apa kemacetan sekarang lebih rendah dari tiga tahun lalu, kan nggak masuk akal itu,” kata Ketua Fraksi PDIP DPRD DKI Jakarta, Gembong Warsono, kepada wartawan, Kamis (14/11/2019).

Gembong menyebut angka kemacetan turun merupakan klaim dari Anies. Dia menyebut warga Jakarta bisa secara langsung menilainya.

“Paling kasat mata kualitas udara kita, kualitas udara Jakarta yang sangat buruk. Ya itu klaimnya Pak Anies boleh saja. Kembali lagi kan yang menilai masyarakat Jakarta,” ucapnya.

Meski demikian, Gembong mengakui naiknya angka penumpang di transportasi umum. Dia menyebut adanya MRT hingga jumlah bus TrasnJakarta semakin menarik warga berpindah dari transportasi pribadi.

“Saya akui kualitas makin baik. Ada MRT, menunjukkan kualitas transportasi massal itu kan membaik. Dengan potensi membaik secara otomatis akan menggiring orang untuk berpindah dari moda transportasi pribadi ke massal. Sudah ada sekian persen migrasi, dari transportasi pribadi,” ucapnya.

Sebelumnya, Anies memamerkan capaiannya dalam dua tahun memimpin ibu kota. Salah satunya adalah tingkat kemacetan Jakarta yang turun dari peringkat 4 menjadi peringkat 7 kota termacet di dunia.

“Alhamdulillah Jakarta turun tingkat kemacetannya pindah 300 ribu orang per hari dalam tahun ini. Sekarang Jakarta itu dulu tingkat kemacetan nomor 4 di dunia. Alhamdulillah dalam waktu 1 tahun turun Jadi nomor 7 di dunia. Insyaallah keluar dari 10 besar,” kata Anies saat memberi sambutan dalam acara Rakornas PKS di Hotel Bidakara, Jakarta Selatan, Kamis (14/11).

 

Ping

Baca Selengkapnya