Mengapa Mereka Anti Jokowi?

Dedy Mawardi
Sekjen Seknas Jokowi
  • Fakta.News - 15 Apr 2018 | 15:52 WIB
Mengapa Mereka Anti Jokowi?

Jakarta – Gerakan Anti Jokowi (GAJ) sudah gencar muncul menjelang pemilihan presiden (Pilpres) tahun 2014. Pada saat itu Jokowi masih menjabat sebagai Gubernur DKI. Gaya memimpin Jokowi yang santun, dialogis dengan blusukannya membuat rakyat tertarik dan simpatik dengan gaya kepemimpinannya. Gaya memimpin Jokowi itu bukan hasil rekayasa atau hasil masukan dari konsultan politik papan atas.

Gaya kepemimpinan Jokowi ini, lebih dipengaruhi oleh status dirinya yang berasal dari kalangan rakyat bawah atau “rakyat pinggiran” di Kota Solo. Jokowi seorang muslim, bukan datang dari kalangan ningrat. Bukan dari keturunan presiden, bukan dari kalangan elite politik kaya raya atau dari keturunan pengusaha papan atas. Jokowi berasal dari rakyat bawah yang hidupnya di pinggiran (kalangan subaltern).

Jokowi yang muslim, yang lahir dari kalangan rakyat biasa tiba-tiba terus melejit menjadi seorang pemimpin. Mulai dari Kepala Daerah sekelas Walikota (2 periode), naik menjadi Gubernur DKI Jakarta dan terpilih sebagai Presiden RI ke 7 di tahun 2014. Rakyat Indonesia memilih seorang Presidennya yang berasal dari kalangan pinggiran.

Kehadiran Jokowi sebagai Presiden tidak hanya mengalahkan seorang calon presiden Prabowo. Tapi juga mengalahkan para elite politik dan politisi yang berasal dari kalangan ekonomi mapan. Elite militer maupun sipil dan kelas ningrat. Yang sudah malang melintang dijagat politik Indonesia selama periode Rezim Otoriter Orde Baru hingga Rezim Reformasi berkuasa.

BACA JUGA:

Tulis Komentar