Korea Selatan Jokowi Apresiasi Korsel Sediakan Banyak Lapangan Kerja untuk Orang Indonesia

  • Fakta.News - 10 Sep 2018 | 14:35 WIB
Jokowi Apresiasi Korsel Sediakan Banyak Lapangan Kerja untuk Orang Indonesia
Presiden Joko Widodo memberi sambutan pada Indonesia-Korea Business and Investment Forum 2018 (Foto: Setkab/ Antara)

Seoul – Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengapresiasi Korea Selatan yang dinilai cukup memberi lapangan pekerjaan di Indonesia. Selama ini, Korsel telah mempekerjakan kurang lebih 900 ribu tenaga kerja.

Hal ini diungkapkan Jokowi pidatonya di Indonesia-Korea Business and Investment Forum 2018 di Seoul, Korea Selatan. Kehadirannya dalam forum tersebut termasuk dalam rangkaian kunjungan kenegaraan Jokowi ke Korsel.

Menurutnya, Korsel sudah menjadi sahabat lama bagi Indonesia. Sudah banyak perusahaan asal Negeri Ginseng itu yang beroperasi di Tanah Air.

“Perusahaan Korea beroperasi di Indonesia selama bertahun-tahun dan mempekerjakan 900 ribu tenaga kerja,” katanya yang disambut tepuk tangan hadirin.

Baca Juga:

Tak cuma itu, Jokowi juga mengatakan Korsel merupakan negara ketiga terbesar yang berinvestasi di Indonesia. Dari banyak perusahaan di Indonesia, rata-rata bergerak di bidang industri dasar macam baja dan besi, petrokimia, hingga aluminium.

Bagi pengusaha Indonesia, persahabatan erat dengan Korsel pun telah menjadi hal positif. Forum ini pun dimanfaatkan betul dan menjadi kesempatan bagi para pengusaha kedua negara.

Ketua Umum Kadin Indonesia Rosan Perkasa Roeslani turut memberi apresiasi pada pemerintah Indonesia yang menjalin hubungan baik dengan Korsel.

Seperti diketahui, dalam forum ini, Pemerintah turut serta membawa pengusaha sekaligus memfasilitasi pertemuan dengan pengusaha Korsel. Malah menurut Rosan, ini merupakan rombongan terbesar yang diajak karena membawa 104 pengusaha ikut dalam forum tersebut.

Menurut Kadin, ini juga menjadi tanda membaiknya hubungan dagang, serta iklim investasi dengan Korsel yang sangat baik. Apalagi, imbuhnya, masih banyak potensi perdagangan kedua negara yang bisa diprospek.

“Kita, Indonesia sangat terbuka akan investasi yang masuk ke Indonesia,” kata Rosan.

  • Halaman :
  • 1
  • 2

BACA JUGA:

Tulis Komentar