Connect with us
Rusia

Menentang Perubahan Kebijakan Pensiun di Rusia, 800 Demonstran Ditangkap

800 demonstran
Polisi Rusia membubarkan aksi protes yang menentang perubahan kebijakan pensiun.(Foto: BBC)

Moskow – Polisi Rusia membubarkan berbagai unjuk rasa di seantero negeri yang memprotes rencana peningkatan usia pensiun, Minggu (9/9/2018). Lebih dari 800 demonstran ditahan dan banyak yang dipukuli dengan pentungan.

Seperti dilansir CNN dan AFP, Senin (10/9/2018), unjuk rasa ini digelar oleh ribuan para pendukung tokoh oposisi, Alexei Navalny, yang kini ditahan polisi Rusia karena menggelar unjuk rasa tanpa izin.

Di Moskow, para demonstran berkumpul di alun-alun Kota Pushkin yang ikonik, sekitar 2.500 orang mengabaikan peringatan polisi untuk bubar, demikian dikutip dari The Guardian pada Senin (10/9/2018).

Demonstran terdengar meneriakkan “Putin adalah seorang pencuri!”, dan “Tidak ada peningkatan usia pensiun”.

Meskipun demonstrasi sebagian besar berlangsung damai, kekerasan meletus ketika beberapa pengunjuk rasa mencoba berbaris menuju parlemen, di mana mereka dipukuli oleh polisi dengan pentungan.

OVD-Info melaporkan, sebanyak 839 orang ditahan di 19 kota. Jumlah penahanan terbesar adalah di St Petersburg, sebanyak 354 orang ditahan di kota itu.

Baca Juga:

  • Halaman :
  • 1
  • 2
Baca Selengkapnya
Tulis Komentar

BERITA

Warga Indonesia di San Francisco Sukses Gunakan Hak Pilih

Oleh

Fakta News
warga indonesia san francisco gunakan hak pilih di pemilu 2019
Suasana pemungutan suara di TPS KJRI San Francisco(Dokumen KJRI San Francisco)

San Fransisco – Warga negara Indonesia di San Francisco, Amerika Serikat sukses menggunakan hak pilih mereka di pemilu 2019. Bertempat di Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) San Francisco, proses pemilihan meleset dari jadwal lantaran membludaknya minat masyarakat.

“Pelaksanaan Pemilu dijadwalkan dari pukul 09.00 hingga pukul 17.00, namun karena antusiasme masyarakat yang begitu besar, pelaksanaan berlangsung hingga surat suara habis, pukul 21.20 waktu setempat,” tertulis dalam keterangan pers yang diterima Fakta News, Senin (15/4/19).

Wilayah kerja KJRI San Francisco meliputi 8 negara bagian, yakni California Utara, Nevada Utara, Wyoming, Montana, Alaska, Idaho, Oregon dan Washington State. 8 wilayah tersebut memiliki Data Pemilih Tetap Luar Negeri (DPTLN) berjumlah 7.814 orang. Dalam total jumlah tersebut, terdapat sekitar 3.949 Anak Buah Kapal (ABK) Indonesia yang bekerja untuk kapal pesiar Holland American Lines (HAL).

Panitia Pemilihan Luar Negeri (PPLN) San Francisco menjelaskan, terdapat 3 skema pemilihan. Pertama, pemilihan melalui Tempat Pemilihan Suara (TPS) dengan Daftar Pemilih Tetap sebanyak 288 orang. Selain itu, terdapat pos I untuk para pemilih ABK HAL dan pos II untuk WNI yang bermukim sebanyak 3.577 orang.

PPLN San Francisco telah menerima surat suara sesuai dengan jumlah DPT beserta cadangan sebanyak 2 persen dari total. “Sehingga total jumlah Surat Suara yang diperoleh oleh PPLN San
Francisco adalah: 7,814 (DPT) + 157 (2% dari DPT) = 7,971 surat suara,” tertulis dalam keterangan.

Baca juga:

Baca Selengkapnya

BERITA

Trump Berencana Adakan Pertemuan Ketiga dengan Kim Jong Un

Oleh

Fakta News
pertemuan ketiga trump dengan kim
Presiden Trump dengan Presiden Moon(istimewa)

Washington – Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump akan mempertimbangkan untuk melakukan pertemuan ketiga dengan pemimpin Korea Utara Kim Jong Un.

“Kami akan membahas itu. Pertemuan lanjutan dengan Kim Jong-un,” ungkap Trum yang dilansir dari laman the guardian, Jumat (12/4/19).

Usulan tersebut Trump sampaikan saat bertemu dengn Presiden Korea Selatan Moon Jae In di Gedung Putih.

“Saya sangat menikmati momen kebersamaan dengan Kim. Dia seperti teman lama,” ujar Trump kepada Moon.

Jika terlaksana, KTT ini akan menjadi pertemuan ketiga Trump dan Kim. Diketahui jika pertemuan antar keduanya telah berlangsung di Singapura pada 2018, serta pertemuan kedua yang berlangsung di Hanoi, Vietnam. Kedua pertemuan tersebut tidak menghasilkan kesepakatan apa pun.

Pada konferensi pers usai pertemuannya dengan Kim, Trump menjelaskan bahwa perundingan bisa dibilang gagal lantaran Kim meminta sejumlah syarat yang mengharuskan AS mencabut semua sanksi yang diberikana kepadanya. Sementara pihak Washington tidak dapat melakukan hal itu.

Meski Trump menetapkan pemberlakukan sanksi, pihaknya tetap mendukung sikap Korsel untuk memberikan bantuan kemanusiaan ke Korut.

Baca juga:

Baca Selengkapnya

BERITA

Indonesia Mendapat Giliran Jadi Presiden DK PBB pada Mei 2019

Oleh

Fakta News
Presiden DK PBB
Saat ditetapkan sebagai anggota tidak tetap Dewan Keamanan PBB, Menlu Retno mendapat ucapan selamat dari para koleganya di PBB, pada Januari 2019 silam(Foto: Istimewa)

Jakarta – Sejak menjadi anggota tidak tetap Dewan Keamanan atau DK PBB, pada Januari 2019, Indonesia pun mendapat giliran menjadi Presiden DK PBB, mulai Mei 2019. Atas kesempatan menjadi Presiden DK PBB, ucapan selamat datang dari Duta Besar Amerika Serikat (AS).

Berdasarkan situs PBB, www.un.org, jabatan presiden DK dipegang oleh masing-masing anggota secara bergantian, selama satu bulan, dengan urutan berdasarkan alfabet nama negara.

Terlepas dari itu, Dubes AS Joseph R. Donovan Jr. mengatakan, AS menantikan untuk berinteraksi lebih erat dengan Indonesia dalam menyelesaikan masalah yang melibatkan kedua negara.

“Kami mengucapkan selamat kepada Indonesia yang menempati kursi DK PBB selama dua tahun mendatang. Serta mengucapkan selamat bagi Indonsia yang maju menjadi Presiden DK PBB bulan depan,” kata Dubes Donovan. Hal itu diucapkan Donovan saat ditemui media usai peluncuran Prangko Peringatan 70 tahun hubungan bilateral Indonesia-AS di Kementerian Luar Negeri RI, Rabu (10/4/2019).

“Kami menantikan untuk bekerja dengan Indonesia dalam mengoordinasikan isu yang akan datang di Dewan Keamanan,” kata Donovan.

Baca Selengkapnya