Ulasan Film Wiro Sableng: Obat Rindu yang Layak Diberi Dua Jempol

  • Fakta.News - 1 Sep 2018 | 13:24 WIB
Wiro Sableng: Obat Rindu yang Layak Diberi Dua Jempol
Adegan film Wiro SablengDok. Lifelike

Masih ingat dengan Pendekar Kapak Maut Naga Geni 212? Betul. Wiro Sableng akhirnya sudah bisa ditonton di bioskop kesayangan Anda. Film garapan Angga Dimas Sasongko ini pun mendapat pujian dalam perilisan perdananya.

Antusiasme penantian masyarakat pada film ini memang cukup tinggi. Semua tak terlepas dari kerinduan penonton pada sosok pahlawan masa kecil yang menjadi nyata di layar lebar.

Ya, Wiro Sableng disebut kritikus berhasil jadi blockbuster yang apik. Dari mulai ceritanya, komedi khasnya, hingga seni bela dirinya, jadi sesuatu yang amat dirindukan. Dan semua itu hadir lagi di film ini.

Baca Juga:

Bagaimana tidak, persiapan film Wiro Sableng boleh dibilang sangat siap. Sejak cuplikannya dirilis, semuanya ditampilkan dengan total.

Eksekusinya pun akhirnya berbuah manis. Adi, salah seorang penonton yang juga penulis blog, mengatakan seni laga di film ini begitu apik dengan citarasa lokal.

“Seperti menonton sinetron kolosal masa kini. Durasi juga panjang, tapi ceritanya tetap segar,” ujarnya pada Fakta.News dalam peluncuran screening perdana bersama media, kemarin lusa.

Wiro Sableng 2

Sah saja bila Angga dan produser Sheila Timothy disebut berhasil membuat empat episode novel jadi satu tayangan yang layak tonton. Ini jadi penghargaan tertinggi dari sang anak, Vino G Bastian terhadap ayahnya Bastian Tito yang merupakan pembuat novelnya.

Dari segi alur pun tak membuat bingung bagi generasi milenial yang notabene belum merasakan film ini sebelumnya. Sementara bagi penikmat film serinya di televisi dulu, film ini mengobati kerinduan dari masa lalu. Layaknya, seseorang yang terkenang di masa lalu datang kembali, kini disulap gaya jadi lebih kekinian.

Tak cuma sekadar laga, film ini pun bertabur bintang. Hebatnya lagi, Angga memberikan porsi yang tak berat sebelah antara para pemeran. Menurutnya, para pemain pembantu sama pentingnya dengan pemeran utama, sehingga tak boleh dilewatkan.

  • Halaman :
  • 1
  • 2

BACA JUGA:

Tulis Komentar