Connect with us

Roma, Film Berbahasa Asing Terbaik Golden Globe 2019

roma
Roma.(Foto: Guardian)

Jakarta – Mengalahkan nominasi lain, film Roma garapan Alfonso Cuaron membawa pulang piala Golden Globe 2019 untuk kategori Film Bahasa Asing Terbaik, Minggu, 6 Januari 2019, waktu setempat.

Roma bukan sekadar film biasa. Film berformat hitam putih ini punya latar Meksiko tahun 1970-an dengan berbahasa spanyol. Inilah kekuatan utama Roma. Cuaron ingin Roma “seasli” mungkin, karena film ini bersifat sangat pribadi bagi dirinya.

Sutradara Gravity (2013) ini mempersembahkan Roma untuk Liboria Rodriguez, perempuan berdarah Mixtec yang merupakan asisten rumah tangga orangtua Cuaron dan turut berjasa membesarkan dirinya.

Film ini bercerita tentang Cleo (Yalitza Aparicio), seorang asisten rumah tangga (ART) di satu keluarga kelas menengah yang tinggal di Distrik Roma, di ibukota Meksiko. Pasangan Dokter Antonio (Fernando Grediaga) dan Nyonya Sofia (Marina de Tavira) punya empat anak dan hidup bersama sang nenek, Teresa (Veronica Garcia).

Kisah Cleo berjalan sederhana. Bersama ART lainnya, Adela (Nancy Garcia), keduanya apik merawat kediaman juga menjaga keempat bocah tersebut. Tono, Poco, Sofi, dan Pepe pun sangat menyayangi dan menghormati Cleo.

Kehadiran sosok Fermin (Jorge Antonio Guerrero) belakangan mengusik ketenangan Cleo. Pria pencinta bela diri Jepang yang juga kekasih Cleo. Sayangnya hubungan mereka kandas karena Cleo kemudian hamil dan Fermin menolak bertanggung jawab.

Baca Juga:

  • Halaman :
  • 1
  • 2
Baca Selengkapnya
Tulis Komentar

BERITA

Plan Indonesia Bagikan Ribuan Alat Kebersihan dan Perlengkapan Sekolah di Lembata

Oleh

Fakta News
Asisten 2 Bidang Administrasi, Pembangunan dan Ekonomi Kabupaten Lembata, Paulus Kedang (kedua dari kiri) bersama Program Implementation Manager Plan Indonesia Area Lembata, Erlina Dangu (ketiga dari kiri) dan petugas Gugus Tugas penanganan COVID-19 saat penyerahan secara simbolis MHM Kits dan School Kits di Sekretariat Gugus Tugas, Lewoleba. (Photo: Plan Indonesia)

Lewoleba – Yayasan Plan International Indonesia (Plan Indonesia) menyumbangkan ribuan alat kebersihan dan perlengkapan sekolah kepada anak dan siswa didik dimulai pada Senin (13/7/2020) hingga satu bulan ke depan di Kabupaten Lembata, Nusa Tenggara Timur.

Pembagian paket perlengkapan manajemen kebersihan menstruasi (MHM Kits) bagi 4.059 anak-anak berusia 10 hingga 18 tahun, serta 4.406 paket perlengkapan sekolah (School Kits) untuk anak-anak Sekolah Dasar akan didistribusikan pada 84 SD dan 28 Sekolah Menengah Pertama (SMP), 82 taman kanak-kanak (TK), Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD).

Pendistribusian alat kebersihan dan perlengkapan sekolah ini dilaksanakan di 79 desa dampingan Plan Indonesia di Kecamatan Omesuri, Buyasuri Ile Ape, Ile Ape Timur dan Lebatukan dalam upaya mendukung pemerintah dalam melakukan pencegahan Pandemik COVID-19.

Asisten 2 Bidang Administrasi, Pembangunan dan Ekonomi Kabupaten Lembata, Paulus Kedang (ketiga dari kiri) bersama Program Implementation Manager Plan Indonesia Area Lembata, Erlina Dangu (Keempat dari kiri) dan beberapa petugas Gugus Tugas penanganan COVID-19 saat penyerahan MHM Kits dan School Kits di Sekretariat Gugus Tugas, Lewoleba. (Photo: Plan Indonesia)

Saat distribusi Plan Indonesia dibantu relawan Forum Penanggulangan Resiko Bencana (PRB) kabupaten dan tingkat desa serta para relawan Plan Indonesia wilayah dampingan di Lembata.

“Pembagian perlengkapan manajemen kebersihan menstruasi ini bertujuan untuk memberikan pengetahuan dan informasi terkait menstruasi bagi anak dampingan dan agar mereka memanfaatkan paket perlengkapan untuk kebersihan diri secara baik dan benar saat menstruasi,” kata Erlina Dangu, Program Implementation Area Manager Plan Indonesia di Kabupaten Lembata.

Erlina mengatakan tujuan dari pembagian paket menstruasi dan perlengkapan sekolah bagi anak-anak dampingan agar mereka dan tenaga pendidik bisa terbantu dalam pelaksanaan proses belajar selama masa pandemik virus corona di lima wilayah  kecamatan dampingan Plan Indonesia.

Distribusi ini merupakan kelanjutan program tanggap darurat Plan Indonesia saat pandemik COVID-19. Pada bulan April hingga juni 2020, Plan Indonesia telah memberikan bantuan kepada masyarakat secara langsung dengan menyasar anak dan keluarganya yang tinggal di wilayah dampingan. Bantuan yang telah diberikan berupa ribuan paket kebersihan diri, fasilitas air bersih.

Asisten 2 Bidang Administrasi, Pembangunan dan Ekonomi Kabupaten Lembata, Paulus Kedang (baju putih) bersama Program Implementation Manager Plan Indonesia Area Lembata, Erlina Dangu (baju biru) sedang melakukan penandatanganan tanda terima bantuan MHM Kits dan School Kits di Sekretariat Gugus Tugas, Lewoleba. (Photo: Plan Indonesia)

Lebih dari 400.000 anak dan orang dewasa telah menerima manfaat langsung dalam program tanggap darurat Plan Indonesia termasuk penyediaan air bersih dan alat kebersihan, kegiatan promosi kebersihan, perlindungan anak dan memastikan akses pendidikan untuk anak-anak di daerah terpencil.

Wilayah tanggap COVID-19 dari Plan Indonesia yaitu Nusa Tenggara Timur di Kabupaten Timor Tengah Selatan, Nagekeo, Lembata, Belu, Malaka, Manggarai, Nusa Tenggara Barat di Lombok Barat, Lombok Utara dan Mataram, Sumbawa, DKI Jakarta di 18 kelurahan dan Jawa Tengah.

Baca Selengkapnya

BERITA

Meski Persentase Kesembuhan Pasien Covid-19 Kota Bogor Capai 75,24 Persen, Warga Diminta Tetap Waspada dan Terapkan Protokol Kesehatan

Oleh

Fakta News
Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bogor, Sri Nowo Retno
Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bogor, Sri Nowo Retno

Bogor – Dinas Kesehatan Kota Bogor mengumumkan adanya tambahan jumlah pasien sembuh dari covid-19 pada Senin, 13 Juli 2020. Sehingga, total pasien sembuh menjadi 152 kasus dari total positif covid-19 yakni 212 kasus.

“Tambahan lima pasien sembuh itu meningkatkan persentase kesembuhan dari 70,38 persen menjadi 75,24 persen,” kata Kepala Dinas Kesehatan Kota Bogor, Sri Nowo Retnodi di Kota Bogor, melansir Antara, Selasa, 14 Juli 2020.

Retno menerangkan, fakta ini menunjukkan penyebaran covid-19 di Kota Bogor semakin landai. Tapi, warga diminta tetap waspada dan selalu menerapkan protokol kesehatan secara ketat.

“Yakni memakai masker, rajin mencuci tangan dengan air sabun, dan menjaga jarak fisik,” terangnya.

Pihaknya juga mengumumkan, pada Senin, 13 Juli 2020, tidak ada tambahan kasus baru covid-19, jumlahnya tetap 212 kasus. Demikian juga kasus meninggal, tidak ada tambahan.

Sementara itu, pasien dalam pengawasan (PDP) di Kota Bogor berkurang lima pasien. Sehingga jumlah PDP menjadi 44 pasien.

Kemudian, warga Kota Bogor berstatus orang dalam pemantauan (ODP) jumlahnya berkurang enam. Sehingga jumlah OPD menjadi 37 orang.

Warga Kota Bogor berstatus orang tanpa gejala (OTG) jumlahnya juga berkurang enam orang. Sehingga jumlah OTG menjadi 90 orang.

 

(edn)

Baca Selengkapnya

BERITA

Presiden Jokowi: Pertahanan Bukan Sekadar Urusan Alutsista

Oleh

Fakta News
Presiden Joko Widodo

Jakarta – Presiden Joko Widodo mengungkapkan alasannya memilih Menteri Pertahanan Prabowo Subianto untuk memimpin pengembangan lumbung pangan nasional atau food estate di Provinsi Kalimantan Tengah. Menurut Presiden, bidang pertahanan tidak hanya terbatas pada urusan alat utama sistem persenjataan (alutsista).

Hal tersebut disampaikan Presiden saat berbincang dengan wartawan di Istana Merdeka, Jakarta, pada Senin, 13 Juli 2020.

“Yang namanya pertahanan itu bukan hanya urusan alutsista, tetapi juga ketahanan di bidang pangan menjadi salah satu bagian dari itu. Dan ini sudah disampaikan Menhan dengan hitung-hitungan cost berapa, anggaran berapa, dalam membangun food estate yang ada di Kapuas dan Pulang Pisau,” kata Presiden.

Presiden menjelaskan bahwa pengembangan lumbung pangan nasional tersebut merupakan langkah antisipasi untuk menghadapi kemungkinan krisis pangan dunia. Hal tersebut berangkat dari peringatan Organisasi Pangan dan Pertanian (FAO) yang menyebut akan adanya ancaman krisis pangan dunia akibat pandemi Covid-19.

“Food estate itu berangkat dari peringatan FAO bahwa akan ada krisis pangan dunia. Sehingga perlu kita antisipasi cepat dengan membuat cadangan pangan strategis,” ujarnya.

Dengan dibangunnya lumbung pangan tersebut, Presiden berharap Indonesia akan memiliki cadangan pangan strategis nasional. “Sehingga nanti kalau misalnya kekurangan beras ya tanam padi. Kalau kekurangan jagung ya tanam jagung,” jelasnya.

Nantinya, Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo akan turut membantu Menteri Pertahanan dalam menggarap lumbung pangan nasional tersebut.

“Nanti urusan pertanian yang lain, pangan yang lain ya tetap Mentan,” imbuhnya.

 

(hels)

Baca Selengkapnya