Ulasan Film The Nun: Sensasi Horor Bersama Valak

  • Fakta.News - 8 Sep 2018 | 18:26 WIB
The Nun: Sensasi Horor Bersama Valak
The Nun

Seri The Conjuring berlanjut. Kali ini berjudul The Nun. Film The Nun merupakan film spin-off yang khusus menceritakan asal muasal Valak, hantu yang telah menyedot perhatian pecinta horor.

The Nun mengambil latar waktu sebelum The Conjuring. Rupanya kesuksesan Valak setelah menjadi villain utama di The Conjuring 2 (2016) membuat The Nun layak untuk ditonton.

Alur cerita diawali dengan pengenalan biara menyeramkan di Rumania. Suasana mencekam langsung disuguhkan. Adanya sosok dua biarawati pun mulai memancing adrenalin.

Baca Juga:

Mereka berjalan menyusuri lorong gelap. Di ujung lorong, sebuah pintu bertuliskan God ends here mulai membuat penonton tak nyaman. Tak lama, jump scare dini jadi suguhan pembuka yang epik.

Begitulah film-film dari semesta Conjuring. Selalu diiringi musik mencekam yang membuat penonton bersiap dikejutkan. Kekhasan lainnya, penempatan jump scare yang tak bisa ditebak. Dalam The Nun kali ini pun juga demikian.

Jadi sah saja bila Corin Hardy patut diberi apresiasi. Sutradara berumur 43 tahun ini berhasil menarik penonton masuk ke atmosfer yang mengerikan. Dari mulai setting waktu dan tempat, cukup bisa membawa penonton seperti masuk ke dalamnya.

Di film ini, biara yang punya citra aman dari segala usikan setan sepertinya dimentahkan sutradara. Biaranya saja di atas bukit yang jauh dari peradaban. Jadi jangankan aman, untuk sekadar nyaman saja sulit. Terlebih dengan adanya banyak makam di sana.

Hardy sepertinya ogah memberikan penonton celah untuk bersantai. Aura mistis tak pernah lepas, termasuk di desa-desa terdekat. Bedanya kali ini dengan film-film sebelumnya, korbannya lebih banyak, yakni penduduk desa.

Kalaupun ada formula yang hampir mirip dengan film sebelumnya ya dipanggilnya seorang “spesialis” makhluk gaib untuk menginvestigasi biara. Dia adalah Pastor Burke (Demián Bichir) diutus oleh Vatikan untuk menyelesaikan kasus supernatural yang menyangkut gereja Katolik di sana.

Ia ditemani Suster Irene (Taissa Farmiga), seorang biarawati muda dan baru yang belum mengambil sumpah.

Di film ini, Pastor Burke digambarkan sebagai sosok bijak dengan masa lalu kelam. Di sepanjang film, ia diganggu sosok dari masa lalu yang menghantui. Sang Pastor pun berhadapan langsung dengan Valak.

Satu nilai lebih dari film ini adalah memorable. Ini juga yang memuat Hardy sepertinya puas.

Penonton akan mengingat bagaimana mencekamnya atmosfer sepanjang film. Penampakan yang muncul di setiap sudut pun bisa membayang-bayangi penonton. Belum lagi kejutan-kejutannya.

  • Halaman :
  • 1
  • 2

BACA JUGA:

Tulis Komentar