Connect with us
Debat Pilpres 2019

Kades di Jatim Dipenjara karena Dukung Prabowo? Ini Faktanya

debat perdana
Prabowo-Sandi.(Foto: Istimewa)

Jakarta – Debat perdana Capres dan Cawapres Indonesia akhirnya digelar perdana pada Kamis (17/1) malam kemarin. Masing-masing pasangan calon (paslon) telah mengemukakan gagasan mereka yang terkait dengan hukum, hak asasi manusia (HAM), korupsi, dan terorisme.

Debat tersebut dihadiri oleh kedua paslon beserta para pendukungnya. Debat perdana dimoderatori oleh Ira Koesno dan Imam Priyono.

Pada saat itu, Calon Presiden Indonesia nomor urut 02, Prabowo Subianto, menyinggung masalah adanya dugaan aparat berat sebelah dalam menangani kasus hukum. Ia mencontohkan melalui adanya kepala desa yang ditangkap lantaran mendukung dirinya. Namun, jika mendukung petahana, maka tidak diproses hukum.

“Begini Pak jokowi, kalau ada kepala daerah menyatakan dukungan kepada paslon nomor urut 1 tidak apa-apa. Tapi ada kepala desa di Jawa Timur mendukung kami ditangkap, bagaimana itu pak, tolong bilang ke anak buahnya jangan lebay,” kata Prabowo.

Baca Juga:

  • Halaman :
  • 1
  • 2
Baca Selengkapnya
Tulis Komentar

BERITA

Pantang Menyerah, Ajaran Bung Karno yang Menginspirasi Puan Maharni

Oleh

Fakta News
Puan Maharani

Jakarta – Ketua Bidang Politik dan Keamanan DPP PDI Perjuangan Puan Maharani mengatakan ada satu ajaran yang paling menginspirasi dirinya dari sang kakek sekaligus Proklamator Kemerdekaan Republik Indonesia, yakni Bung Karno. Ajaran itu papar Puan adalah pantang menyerah.

Puan mengatakan itu dalam acara Kadin Talks yang dipandu Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri Indonesia (Kadin) Rosan Perkasa Roeslani di Menara Kadin, Jakarta Selatan, Kamis (21/11).

“Bung Karno itu pemikirannya sangat visioner, beliau seperti sudah mengetahui kedepannya negeri ini akan seperti apa. Sehingga semua pemikirannya masih sangat relevan, dan ajarannya yang paling inspiratif adalah pantang menyerah,” ungkap Puan.

Bung Karno, lanjut Puan, menekankan bahwa kegagalan atau kekalahan itu hanya tantangan untuk dapat meraih keberhasilan di kesempatan berikutnya.

Ajaran ini, tambah Puan, sangat mengena ketika PDI Perjuangan berada di luar pemerintahan pada 2004-2014.

“Waktu itu saya bertanya, kenapa PDI Perjuangan diluar pemerintahan dua periode? Soalnya sengsara banget. Bahkan sebelum sekarang, di Kadin ini pun PDI Perjuangan belum pernah menginjakkan kakinya,” kata Puan.

Dan selanjutnya, setelah berjuang pantang menyerah, PDI Perjuangan berhasil memenangkan pemilu dua kali, pada 2014 dan 2019.

Kedepannya, Puan pun bertekad untuk menjadikan PDI Perjuangan partai modern dan lebih berwarna.

“Di PDI Perjuangan komposisinya sekarang lebih warna-warni. Kita bisa temukan kader dari NU, Muhammadiyah, pengusaha dan sebagainya. Kedepannya, komitmen PDI Perjuangan ingin bersinergi dengan seluruh komponen guna membangun bangsa ini,” tegas Puan.

 

Mujafi

Baca Selengkapnya

BERITA

Suara Staf Khusus Presiden Millenial: Rasanya Tidak Terbayangkan Anak-Anak Muda Masuk Ring-1nya Istana

Oleh

Fakta News
Anak-anak muda yang ditunjuk Presiden Jokowi jadi Staf Khusus Presiden memperkenalkan diri di hadapan media, di Verranda Istana Merdeka, Jakarta, Kamis (21/11) sore.

Jakarta – Para millenial yang diperkenalkan oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi) sebagai Staf Khusus Presiden, di Verranda Istana Merdeka, Jakarta, Kamis (21/11) sore, angkat suara atau penunjukan mereka.

“Tentunya ya kami sangat berterima kasih dan mengapresiasi karena rasanya tidak terbayangkan di pemerintahan sebelumnya atau bahkan di negara-negara lain anak-anak muda seperti kita masuk ke ring 1-nya Istana,” kata Adamas Belva Syah Devara (29 tahun), pendiri dan juga CEO Ruang Guru.

Belva menilai penunjukan dirinya dan rekan-rekannya dari kalangan millenial sebagai Staf Khusus Presiden merupakan suatu komitmen besar dari Presiden, bahwa bahwa anak-anak muda ini, anak-anak milenial ini ini juga harus ikut serta dalam kebijakan publik.

“Tentunya banyak sekali sektor strategis yang akan kami garap, mungkin kalau saya sendiri ada pendidikan, kepemudaan, kewirausahaan dan yang lain-lain, mungkin Putri di sini ada kreatif, terus Angkie ada disabilitas, Billy daerah tertinggal dan 3T, Mas Amin mungkin ke santri dan lain-lain, lalu Ayu Dwi ada diversity dan peace tolerance, toleransi dan Taufan mungkin di fintech,” sambung Belva.

Belva menegaskan penunjukkan kalangan milleninial sebagai SKP tentunya ini adalah amanah yang besar, kepercayaan yang besar dan mereka akan bekerja sekuat kami untuk bisa deliver, untuk bisa memenuhi ekspektasi Presiden dan untuk kemajuan Indonesia.

Baca Selengkapnya

BERITA

Selain 7 Dari Millenial, Presiden Jokowi Juga Angkat 7 Lagi Staf Khusus Presiden

Oleh

Fakta News
Presiden Jokowi berfoto bersama 7 SKP dari kalangan millenial, yang diperkenalkannya di Verranda Istana Merdeka, Jakarta, Kamis (21/11) sore.

Jakarta – Selain 7 (tujuh) orang Staf Khusus Presiden (SKP) dari kalangan millenial yang diperkenalkan kepada media, di Verranda Istana Merdeka, Jakarta, Kamis (21/11) sore, Presiden Joko Widodo (Jokowi) juga mengangkat 7 (tujuh) orang SKP.

“Tambahannya ada Pak Arif Budimanta. Yang baru siapa lagi? (Dini Purwono, red),” kata Presiden Jokowi menjawab wartawan saat memperkenalkan 7 SKP dari kalangan millenial itu.

Dari SKP yang lama, menurut Presiden Jokowi, masih ada Sukardi Rinakit, Ari Dwipayana, dan Diaz Hendropriyono. Selain itu, sudah ada 2 (dua) SKP yang lebih dulu ditetapkan, yaitu Fadjroel Rahman (Juru Bicara Presiden) dan Anggit Nugroho.

Soal jumlah total SKP itu, Presiden Jokowi mengaku tidak menghitung.

“14, nah. Saya itu enggak pernah ngitung,” ujarnya.

Adapun mengenai pembagian bidang-bidangnya, menurut Presiden Jokowi, ini kerja barengan. Hanya tadi Mbak Angkie (Angkie Yudistia, red), khusus untuk juru bicara bidang sosial. “Saya tambahi tugas itu,” ucap Presiden.

Tidak ‘Full Time’

Mengenai 7 (tujuh) SKP millenial, Presiden Jokowi mengemukakan, bahwa mereka tidak full time, karena mereka sudah memiliki kegiatan, memiliki pekerjaan.

“Yang bisa nanti mingguan, bisa.. tidak haruskan ketemu… enggak, enggak harus ketemu, tapi minimal 1 minggu, 2 minggu pasti ketemu. Kan tidak harus harian ketemu, tapi bahwa masukan itu setiap jam, setiap menit kan bisa saja,” kata Presiden Jokowi.

Presiden juga menjelaskan, bahwa penunjukan para SKP itu tidak pernah mendadak. Sudah berapa tahun sebelumnya, Presiden mengaku berbicara dengan mereka dan itu, kemudian sudah berapa bulan saya tidak berbicara dengan mereka dalam rangka mempersiapkan ini.

“Enggak pernah saya yang namanya ndadakan, enggak pernah. Prosesnya berapa lama tanyakan langsung ke beliau-beliau,” tegas Presiden Jokowi.

 

Yuch

Baca Selengkapnya