8 Hoaks Seputar Donor Darah

  • Fakta.News - 12 Jan 2019 | 22:58 WIB
8 Hoaks Seputar Donor Darah
Ilustrasi

Dalam tulisan berjudul The Hippocratic Post karya Emma Hammett, mantan perawat yang menjadi pelatih pertolongan pertama, rupanya terungkap banyak informasi salah mengenai donor darah. Informasi salah ini berkembang di lingkungan masyarakat.

Tidak cuma itu, tidak sedikit di antara masyarakat percaya pada hoaks-hoaks tersebut. Akibatnya masyarakat jadi enggan menyumbang darahnya sehingga palang merah mengalami keterbatasan stok.

Baca Juga:

Berdasarkan ulasan Emmet, sekurangnya ada 8 hoaks seputar donor darah yang memengaruhi pemikiran sebagian masyarakat Indonesia. Hoaks ataupun mitos-mitos yang beredar itu misalnya orang yang bertato, vegetarian, hingga sedang mengonsumsi jenis obat tertentu adalah yang tidak boleh mendonorkan darahnya.

Emmet, dalam tulisannya kemudian menekankan bahwa hal-hal tersebut tidak sepenuhnya benar. Lebih dari itu, mendonorkan darah, katanya adalah perbuatan mulia yang bahkan punya manfaat bagi pendonornya.

“Itu benar-benar tidak menyakitkan. Kamu itu seperti pergi dengan perasaan hangat, setelah menyadari bahwa kamu mungkin memang baru saja menyelamatkan hidup seseorang,” kata Emma, dilansir Daily Mail.

Berikut adalah 8 hoaks seputar donor darah yang dipercaya masyarakat.

1. Hoaks bahwa akan pendonor darah akan terinfeksi HIV atau penyakit lainnya.

Faktanya: Ada prosedur yang jelas setiap pengambilan darah. Sterilitas menjadi hal yang paling utama. Setiap pendonor menggunakan jarum yang baru dan setelah itu dibuang dengan benar. Penggunaan peralatan dan teknik steril yang dilakukan petugas membatasi kemungkinan infeksi.

2. Hoaks bahwa saat sedang minum obat, berarti tidak bisa menjadi pendonor.

Faktanya: Hal tersebut tergantung dari obat apa yang sedang dikonsumsi. Anda cukup memberitahu tentang obat apa saja yang sedang Anda minum sebelum menyumbangkan darah.

3. Hoaks bahwa menjadi vegetarian berarti tidak memiliki cukup zat besi untuk disumbangkan.

Faktanya: Vegetarian tetap dapat menyumbangkan darah. Zat besi yang dibutuhkan tetap ada karena diambil dari tubuh. Setelah melakukan donor darah, para vegetarian bisa melakukan diet seimbang dan ini biasanya memakan waktu sekira satu bulan atau lebih.

  • Halaman :
  • 1
  • 2

BACA JUGA:

Tulis Komentar