Connect with us

Indonesia Makin Dipandang Dunia karena Sukses Gelar Ajang Internasional

Jokowi Bawa Indonesia Sukses Gelar Ajang Internasional

Jakarta – Usai menggelar Asian Games 2018, Asian Para Games 2018, dan Pertemuan IMF-Bank Dunia, dunia makin salut dengan Indonesia. Tak cuma sukses gelar ajang internasional yang berkelas, Indonesia pun makin percaya diri di panggung dunia.

Sekjen PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto mengatakan keberhasilan penyelenggaraan acara berturut tersebut punya arti penting. Selain tak semua negara bisa melakukannya, kesuksesan ini juga menyuntikkan kepercayaan terhadap para investor kepada Indonesia.

“Pada tahun 1955, Indonesia hadir sebagai bangsa pelopor. Hanya dalam waktu kurang dari 6 tahun setelah berjuang mendapatkan kedaulatan politik secara penuh, Indonesia mengguncangkan dunia melalui Konferensi Asia Afrika yang menelorkan Dasa Sila Bandung,” kata Hasto dalam rilisnya, Senin (15/10).

Baca Juga:

Menurut dia, semangat yang sama kini dirasakan bangsa Indonesia. Banyak yang mengagumi Indonesia di tengah guncangan perekonomian dunia. Mata dunia pun mengarah pada sosok Joko Widodo sebagai presiden Indonesia.

“Di tengah kritik yang sangat deras, bahkan lebih deras dari air terjun Niagara, Pak Jokowi tetap menunjukkan kualifikasi kepemimpinan yang terus bekerja,” kata Hasto.

Hasto mengatakan Presiden Joko Widodo telah membawa Indonesia sukses gelar ajang internasional dengan baik. Sementara lawan politiknya dalam Pilpres 2019, masih mengandalkan retorika. Belum lagi soal kesibukannya mengatasi problem hoaks yang melanda kelompoknya.

“Terima kasih Pak Jokowi atas kerja untuk nama harum bangsa,” kata Hasto.

PDI Perjuangan pun melihat keberhasilan tersebut bukan kebetulan. Lebih dari itu, sosok kepemimpinan yang disertai etos kerja sama serta gotong royong masyarakat Indonesia punya andil besar dalam keberhasilan ini.

“Bangsa Indonesia sebenarnya bangsa pejuang. Laksamana Laut Perempuan Pertama di Dunia, Malahayati mampu mengalahkan Cornelis de Houtman; demikian halnya arek-arek Suroboyo mampu menewaskan Brigjen Mallaby,” katanya.

Dalam perspektif sejarah, abad kedelapan ini telah menghasilkan capaian peradaban yang luar biasa melalui Candi Borobudur.

“Kini masih ada saja pemimpin yang selalu meneriakkan energi negatif bahwa Indonesia mau bubar, bahwa ekonomi bangsa adalah kebodohan. Lalu di mana kesadaran sejarah dan nasionalisme pemimpin seperti ini,” katanya.

  • Halaman :
  • 1
  • 2
Baca Selengkapnya
Tulis Komentar

BERITA

Indonesia Diharapkan Juara Umum SEA Games Filipina

Oleh

Fakta News
Indonesia Diharapkan Juara Umum SEA Games Filipina
Wakil Ketua Komisi X DPR RI Hetifah Sjaifudian. Foto: DPR RI

Jakarta – Setelah sekian lama Indonesia tak menjadi juara umum di ajang Southeast Asian (SEA) Games, kini harapan kembali muncul. Kontingen Indonesia harus kembali merajai SEA Games yang kali ini akan diselenggarakan di Filipina 30 November-10 Desember mendatang.

Wakil Ketua Komisi X DPR RI Hetifah Sjaifudian mengemukakan harapan tersebut saat memimpin Rapat Dengar Pendapat Komisi X DPR RI dengan Sekretaris Menpora, Koni Pusat, dan KOI. Komisi X DPR RI memang sedang memfokuskan diri pada olahraga prestasi dengan para mitra kerja terkait, karena prestasinya cenderung menurun. Ini adalah momentum untuk menjadikan Indonesia kampiun di ASEAN.

“Hari ini kita fokus pada capaian olahraga prestasi. Indonesia sudah 21 kali ikut serta dalam SEA Games dengan capaian prestasi membanggakan. Sepuluh kali menjadi juara umum. Namun, sejak SEA Games 1993 di Singapura, Indonesia tidak pernah lagi menjadi juara umum kecuali ketika menjadi tuan rumah,” ungkap Hetifah di Gedung Nusantara I, Senayan, Jakarta, Rabu (13/11/2019).

Bahkan, lanjut legislator asal Kalimantan Timur ini, pada dua perhelatan SEA Games terakhir, Indonesia mencapai prestasi terburuk sepanjang sejarah. Ketika itu hanya menempati urutan ke-5 dari 11 peserta. Banyak kalangan meragukan Indomesia mampu mengembalikan kejayaan dan dominasinya di pesta olahraga bangsa-bangsa ASEAN tersebut.

“Banyak yang meragukan Indonesia mampu mencapai prestasi terbaiknya lagi. Tapi, mudah-mudahan Indonesia yang akan mengikuti 49 cabang olahraga dari 56 cabang olahraga yang dipertandingkan dan akan mengirim kurang lebih 837 atlet, bisa berprestasi kembali,” harap politisi Partai Golkar itu. (mh/sf)

Baca Selengkapnya

BERITA

Komisi V Komitmen Dorong Pembangunan Infrastruktur Kalbar

Oleh

Fakta News
Wakil Ketua Komisi V DPR RI Syarif Abbdullah Alkadrie. Foto: DPR RI

Jakarta – Wakil Ketua Komisi V DPR RI Syarif Abbdullah Alkadrie memberikan apresiasi kepada Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) atas capaian realisasi program dan anggaran TA 2015-2019 yang melebihi target Rencana Strategis pada beberapa program di bidang sumber daya air dan konektivitas jalan dan jembatan. Termasuk sejumlah program prioritas pembangunan infrastruktur TA 2020-2024 di Kalimantan Barat.

“Kita membutuhkan percepatan pembangunan infrastruktur Kalbar agar konektivitas antarwilayah dan mobilisasi masyarakat dapat terlayani dengan baik. Saya akan mengawal program-program yang memberikan output nyata dan outcome yang sebesar-besarnya bagi masyarakat Kalbar,” tegas Syarif usai Rapat Kerja Komisi V DPR RI dengan Menteri PUPR di Gedung Nusantara, Senayan, Jakarta, Selasa (12/11/2019).

Tidak hanya itu, legislator dapil  Kalimantan Barat I ini juga menegaskan bahwa apa yang diperjuangkannya pada periode 2019-2024 untuk pembangunan infrastruktur di Kalbar merupakan komitmen lanjutannya dari periode keanggotaan DPR RI sebelumnya, saat dirinya menjabat Anggota Dewan Periode 2014-2019 lalu.

Dalam Raker tersebut, Menteri PUPR Basoeki Hadimoeljono menyampaikan program pembangunan infrastruktur menjadi prioritas utama dalam Pemerintahan Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Mar’uf Amin, baik di bidang sumber daya air, konektivitas jalan dan jembatan, perumahan dan permukiman di tahun-tahun yang akan datang. Antara lain pembangunan jembatan Kapuas III, dan duplikasi jembatan Kapuas I.

Kemudian pembangunan tol Pontianak ke Sambas dan penyelesaian pembangunan jalan Sejingan-Temajo sepanjang 40 km. Nantinya, pembangunan jembatan tersebut akan menghubungkan kawasan pariwisata nasional, pelebaran jalan nasional di wilayah Kalbar yang sesuai dengan standar jalan nasional, dan pembangunan jalan strategis nasional dalam rangka mendorong konektivitas ke daerah-daerah pusat produksi pertanian dan perekonomian masyarakat Kalbar. (alw/sf)

Baca Selengkapnya

BERITA

Perlu Sinergi Antara MKD dan Aparat Penegak Hukum

Oleh

Fakta News
Perlu Sinergi Antara MKD dan Aparat Penegak Hukum
Ketua Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD) DPR RI Habib Aboe Bakar Al Habsy. Foto: DPR RI

Jakarta – Ketua Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD) DPR RI Habib Aboe Bakar Al Habsy menilai perlu sinergitas antara MKD dengan aparat penegak hukum seperti Polri dan Kejaksaan untuk menjaga etika dan marwah DPR RI. Hal tersebut diungkapkannya dalam kunjungan kerja sosialisasi MKD ke Polisi Daerah (Polda) dan Jawa Timur.

“Ini merupakan kunjungan kami, MKD pertama kali setelah dilantik dalam periode sekarang. Tujuan kami selain untuk memperkenalkan Pimpinan dan Anggota MKD yang baru, juga untuk mensosialisasikan program-program serta tugas pokok dan fungsi MKD dalam menjaga etika dan marwah DPR RI,” ujar Habib, begitu ia biasa disapa di Markas Polisi Daerah (Mapolda) Jawa Timur, Senin (11/11/2019).

Dalam menjaga etika dan marwah DPR RI, lanjut Habib, MKD perlu menciptakan sinergi dengan aparat penegak hukum seperti polisi dan kejaksaan. Sosialisasi tentang tata beracara MKD dalam menegakkan etika dan marwah DPR RI tersebut menjadi satu ikhtiar MKD. Terlebih lagi ada sekitar 98 Anggota DPR RI yang berasal dari daerah pemilihan (dapil) Jawa Timur. Hal ini tentu harus juga mendapat perhatian dari aparat penegak hukum.

“Kami sudah menjelaskan aturan main dan tata beracara MKD. Karena yang harus diketahui disini adalah pelanggaran etika belum tentu pelanggaran pidana, tapi pelanggaran pidana sudah pasti pelanggaran etika DPR RI. Di sini kami harapkan jika polisi atau kejaksaan menemukan sebuah kasus yang terkait dengan etika Anggota DPR RI, agar menghubungi atau melaporkan kepada kami (MKD-red) terlebih dahulu,” jelas Politisi dari Fraksi PKS ini.

Diakuinya, untuk menegakkan etika dan marwah DPR RI termasuk memeriksa Anggota DPR RI yang notabene merupakan rekan sesama Anggota Dewan, memang bukan sesuatu yang mudah. Namun ia menilai bahwa apa yang dilakukan MKD semata merupakan amanah yang harus dijalankan dengan sebaik-baiknya. Sehingga, ia meyakini MKD di bawah kepemimpinannya saat ini akan bertindak obyektif dan jauh dari unsur politis di dalamnya. (ayu/es)

Baca Selengkapnya