Connect with us

Hadapi Debat Pertama Pilpres, Tina Talisa Siapkan Dua Hal untuk Jokowi-Maruf

debat pertama pilpres, tina talisa
Tina Talisa.(Istimewa)

Jakarta – Tina Talisa yang tergabung dalam tim khusus untuk memoles pasangan calon nomor urut 01 Joko Widodo-Maruf Amin menjelang debat pertama pilpres bilang akan menyiapkan dua hal menjelang debat. Keduanya adalah materi debat dan cara penyampaian.

Kedua hal ini, menurut Tina, sangat penting dalam acara debat pemilihan presiden. “Sebab tujuan debat tentu memberi kesempatan kepada publik mendengar substansi dan juga bagaimana penyampaian substansi itu sendiri,” kata Tina Talisa, seperti dilansir dari Tempo.co, Rabu, 9 Januari 2019.

Tina yang juga merupakan politikus NasDem ini bilang, tiap kontestan pilpres pasti menginginkan banyak berbicara banyak hal. Namun demikian, Komisi Pemilihan Umum membatasi durasi tiap kontestan berbicara. Oleh karena itu, tim akan memilah substansi yang bakal disampaikan.

Soal persiapan, Tina enggan membeberkan lebih jauh apa yang telah dilakukan tim bersama Jokowi dan Kiai Maruf. “Biarlah itu tim saja yang tahu. Publik biar fokus pada paslon saja, saat 17 Januari” ujar dia.

Selain Tina, sosok yang termasuk di dalam tim khusus debat pasangan calon nomor urut 01 adalah Fiki Sutari, Direktur Konten Tim Kampanye Nasional Jokowi-Maruf. Fiki menegaskan, tim sudah memilah-milah isu dan materi sesuai topik debat pertama, yakni hukum, HAM, korupsi, dan terorisme.

Tim juga sudah menunjuk pakar demi mempertajam materi debat. Tim, menurut Fiki, sudah menggelar rapat koordinasi bersama pakar tersebut.

“Kami rutin bertemu untuk masing-masing menyampaikan laporan sekaligus berkoordinasi,” ujar Fiki.

Bukan itu saja, masukan dari partai politik anggota koalisi akan diterima dalam penyusunan materi debat pilpres. Misalnya saja saran Partai Persatuan Pembangunan terkait penyelesaian kasus HAM masa lalu secara non-yudisial dalam rencana pembangunan Indonesia pada 2020-2024.

Baca Juga:

  • Halaman :
  • 1
  • 2
Baca Selengkapnya
Tulis Komentar

BERITA

Ini 5 Cara Ampuh untuk Deteksi Kebohongan

Oleh

Fakta News
kebohongan

Jakarta – Di dunia ini, siapa sih yang suka dibohongi? Hampir semua orang akan marah, kesal, atau bahkan sedih ketika orang lain tidak berkata jujur padanya. Lalu, bagaimana cara untuk deteksi kebohongan?

Diketahui, banyak orang yang menanggap tidak semua kebohongan itu berarti jahat. Di negeri barat dikenal adanya istilah white lies. Kalau di Indonesia berarti berbohong demi kebaikan. Tetapi tetap saja yang namanya bohong itu berarti tidak bicara sesuai fakta.

Kebohongan bisa menimbulkan kerugian, terutama ketika sebuah fakta berusaha diungkap, tapi orang yang bersangkutan tidak mau terbuka. Untuk kepentingan penyelidikan biasanya detektif, penegak hukum, atau penyidik, biasanya menggunakan alat pendeteksi kebohongan yang dinamakan poligraf.

Namun, jika untuk perkara yang ringan rasanya terlalu berlebihan jika menggunakan poligraf, dilansir Psychology Today berikut beberapa langkah sederhana yang perlu dilakukan untuk menangkap kebohongan.

1. Mulai dengan pertanyaan mendasar

Dengan mengajukan pertanyaan mendasar pada seseorang, Anda dapat mengamati kebohongan melalui tanggapan lawan bicara.

Tanyakan kepada lawan bicara tentang cuaca, rencana mereka di akhir pekan, atau apa pun yang menimbulkan respons.

Baca Juga:

Baca Selengkapnya

BERITA

MUI Imbau Semua Pihak Harus Terima Putusan MK

Oleh

Fakta News
MUI

Jakarta – Majelis Ulama Indonesia (MUI) mengimbau semua pihak untuk menerima apa pun keputusan Hakim Mahkamah Konstitusi (MK) terkait sengketa perselisihan hasil pemilu (PHPU) Pilpres yang diajukan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno (Prabowo-Sandi).

Wakil Ketua Umum MUI Zainut Tauhid Sa’adi mengatakan putusan MK bersifat final dan mengikat sehingga harus dimaknai sebagai putusan yang terbaik untuk mengakhiri segala sengketa yang berkaitan dengan Pemilu.

“MUI mengimbau kepada semua pihak untuk bisa menerima keputusan majelis hakim dengan penuh kesadaran dan keikhlasan, karena putusan Mahkamah Konstitusi bersifat final dan mengikat,” kata Zainut di Jakarta, Rabu (26/6) dikutip Antara.

Zainut mengatakan, putusan MK harus dimaknai sebagai putusan yang terbaik untuk mengakhiri segala sengketa yang berkaitan dengan Pemilihan Umum, sebagaimana kaidah fikih “hukmul hakim ilzamun wa yarfa”ul khilaf”. Maksud dari kaidah itu adalah putusan hakim adalah mengikat dan menghilangkan perbedaan.

MUI, kata dia, mengimbau kepada seluruh masyarakat untuk tetap tenang, menjaga kondusivitas. Dan tidak melakukan aksi kekerasan dan tindak pelanggaran hukum lainnya.

“Tetap mengedepankan sikap santun, damai dan akhlakul karimah dalam menyampaikan tuntutan aspirasinya,” kata dia.

Baca Juga:

Baca Selengkapnya

BERITA

Kelabuhi Pengadilan, Rahmadsyah, Saksi Prabowo di MK, Akhirnya Masuk Rutan

Oleh

Fakta News
rahmadsyah sitompul, sidang mk, saksi prabowo
Rahmadsyah Sitompul, saksi Prabowo di sidang MK akhirnya dijebloskan ke rutan.(istimewa)

Jakarta – Masih ingat dengan Rahmadsyah Sitompul? Saksi Prabowo Subianto di sidang Mahkamah Konstitusi akhirnya dijebloskan ke rumah tahanan atau rutan.

Pangkal masalahnya, Rahmadsyah yang didakwa melanggar UU Informasi dan Transaksi Elektronik itu mangkir dari persidangan pada 21 Mei dan 18 Juni 2019. Menurut Pengadilan Negeri Kisaran, Sumatera Utara, terdakwa tidak hadir dengan alasan tidak jelas.

Peningkatan status tahanan kota menjadi tahanan rumah negara dibacakan seusai sidang dengan agenda mendengar keterangan saksi di ruang Cakra Utama Pengadilan Negeri (PN) Kisaran, Sumut, Selasa (25/6/2019).

“Iya benar, sudah dilakukan penahanan. Statusnya sebagai tahanan kota dijadikan tahanan rumah negara. Dia ditahan di Rutan Labuhanruku,” kata Kasi Penkum Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara (Kejati Sumut) Sumanggar Siagian saat dimintai konfirmasi, Rabu (26/6/2019).

Majelis hakim menilai, perubahan status tersebut juga dilakukan untuk memperlancar jalannya persidangan. “Demi kelancaran persidangan, majelis hakim memutuskan untuk menahan yang bersangkutan,” tandas Sumanggar.

Baca Juga:

Baca Selengkapnya