Sains Marak Kabar Palsu, Peneliti Kembangkan AI Penangkal Hoaks

  • Fakta.News - 5 Okt 2018 | 15:44 WIB
Marak Kabar Palsu, Peneliti Kembangkan AI Penangkal Hoaks
Ilustrasi.(Foto: Istimewa)

Jakarta – Akhir-akhir ini media massa di Indonesia, khususnya media-media daring menjadi sorotan. Hal ini dikarenakan marak kabar palsu atau berita yang tidak jelas kebenarannya, seiring dengan memanasnya situasi politik menjelang pemilihan presiden (pilpres) 2019.

Umumnya artikel-artikel yang disebarkan mengusung tajuk yang memprovokasi dan mengundang orang untuk masuk membacanya (clickbait).

Guna memberikan informasi yang nyata dan dapat dipercaya, peneliti dari MIT Computer Science and Artificial Intelligence Laboratory dan Computing Research Institute Qatar mengembangkan cara untuk membendung berita bohong dengan memanfaatkan kecerdasan buatan atau AI.

Hanya saja, sistem ini bisa digunakan lebih luas, tidak hanya di platform tertentu. AI memakai teknologi machine learning untuk menakar kualitas sumber berita

Caranya adalah dengan menelaah artikel-artikel dari situs sumber berita untuk menilai akurasi dan biasnya. Alih-alih mempelajari sebuah klaim, sang AI fokus kepada bahasa yang digunakan dalam artikel.

Pembuat berita bohong biasanya cenderung memakai kata-kata yang hiperbolik seperti “konspirasi” atau “ekstrim”. Sebanyak 2.000 artikel dari situs pengecek fakta Media Bias/Fact Check dipakai untuk “melatih” AI agar bisa mengenali gaya bahasa artikel hoaks.

Baca juga:

  • Halaman :
  • 1
  • 2

BACA JUGA:

Tulis Komentar