Connect with us
Sains

Marak Kabar Palsu, Peneliti Kembangkan AI Penangkal Hoaks

marak kabar palsu
Ilustrasi.(Foto: Istimewa)

Jakarta – Akhir-akhir ini media massa di Indonesia, khususnya media-media daring menjadi sorotan. Hal ini dikarenakan marak kabar palsu atau berita yang tidak jelas kebenarannya, seiring dengan memanasnya situasi politik menjelang pemilihan presiden (pilpres) 2019.

Umumnya artikel-artikel yang disebarkan mengusung tajuk yang memprovokasi dan mengundang orang untuk masuk membacanya (clickbait).

Guna memberikan informasi yang nyata dan dapat dipercaya, peneliti dari MIT Computer Science and Artificial Intelligence Laboratory dan Computing Research Institute Qatar mengembangkan cara untuk membendung berita bohong dengan memanfaatkan kecerdasan buatan atau AI.

Hanya saja, sistem ini bisa digunakan lebih luas, tidak hanya di platform tertentu. AI memakai teknologi machine learning untuk menakar kualitas sumber berita

Caranya adalah dengan menelaah artikel-artikel dari situs sumber berita untuk menilai akurasi dan biasnya. Alih-alih mempelajari sebuah klaim, sang AI fokus kepada bahasa yang digunakan dalam artikel.

Pembuat berita bohong biasanya cenderung memakai kata-kata yang hiperbolik seperti “konspirasi” atau “ekstrim”. Sebanyak 2.000 artikel dari situs pengecek fakta Media Bias/Fact Check dipakai untuk “melatih” AI agar bisa mengenali gaya bahasa artikel hoaks.

Baca juga:

  • Halaman :
  • 1
  • 2
Baca Selengkapnya
Tulis Komentar

TEKNOLOGI

Lakukan Hal Ini Agar Akun Instagram Tidak Mudah Dihack

Oleh

Fakta News
akun
Ilustrasi.

Jakarta – Sering khawatir akun Instagram kamu di-hack oleh orang lain yang tidak bertanggung jawab? Atau, pernah mengalami kejadian kalau akun Instagram kamu tidak bisa diakses? Tenang, kini kamu tidak perlu khawatir lagi, karena pihak Instagram telah mengumumkan cara-cara mengamankan akun Instagram kamu dari hacker.

Dari blog resminya, Instagram mengatakan kalau pihaknya telah sejak lama mendengar isu bahwa banyak dari pengguna mereka yang tidak bisa mengakses akun Instagram-nya. Entah dikarenakan lupa password atau bahkan telah di-hack oleh orang lain yang tidak bertanggung jawab.

Untuk itu, jika kamu tak ingin menjadi korban hacker, berikut adalah trik untuk mengamankan akun Instagram agar kamu terhindar dari serangan hacker.

1. Gunakan Password yang Sulit Ditebak

Hal pertama yang perlu dilakukan kamu adalah menggunakan password yang sulit ditebak baik oleh mesin maupun oleh orang yang kamu kenal.

Beberapa kombinasi password yang mudah ditebak seperti daftar angka atau huruf berurutan serta tanggal lahir.
Selain itu, kamu juga perlu menghindari kombinasi password pendek. Dengan kata lain, kamu bisa menggunakan kombinasi huruf, angka, dan simbol untuk membuat password sulit ditebak.

2. Aktifkan Two-Factor Authentication

Jejaring sosial Facebook dan Instagram memiliki fitur keamanan two-factor authenticationatau autentikasi dua-faktor. Dengan mengaktifkan fitur ini, saat kamu ingin login ke perangkat lain (misalnya masuk lewat web browser) selain diminta memasukkan password, Facebook akan mengirimkan kamu notifikasi lewat aplikasi Facebook di smartphone.

Biasanya isinya adalah konfirmasi apakah kamu benar login lewat web browser atau tidak. Jika benar kamu yang login lewat web browser, kamu bisa mengkonfirmasinya. Jika bukan, kamu bisa menolak untuk login sehingga si penjahat siber tak bisa masuk akun kamu. Autentikasi dua faktor juga bisa dilakukan melalui SMS ataupun email.

Baca Juga:

Baca Selengkapnya

TEKNOLOGI

Bikin Caption Instagrammu Makin Menarik Dengan Aplikasi Ini

Oleh

Fakta News
caption
Ilustrasi.

Jakarta – Salah satu media sosial yang saat ini sedang hype adalah Instagram. Selain menghasilkan video atau foto yang indah akan lebih mudah mengunggahnya dibandingkan harus membuat keterangan (caption) objek itu.

Berilah caption atau tulisan menarik yang menjelaskan unggahanmu tersebut agar berguna untuk mengajak dan berinteraksi dengan followers di Instagram serta memberi like. Jika kamu salah satu orang yang bingung membuat caption, berikut aplikasi pembuat caption yang menarik seperti dikutip dari Make Use Of, Senin (10/6/2019).

1. Caption for Instagram and Facebook Photos

Aplikasi ini menawarkan beragam caption menarik yang disusun ke dalam beberapa kategori. Tidak hanya itu, kategori yang tersedia pun terbilang lengkap dan dapat disesuaikan dengan konten unggahan di Instagram.

Pengguna yang tertarik dapat mencoba untuk mengakses sejumlah kategori seperti ‘Latest’ atau ‘Popular’. Namun, kamu juga dapat mengecek beberapa kategori lain, seperti ‘Business’, ‘Family’, hingga ‘Fashion’.

2. Issa Caption

Aplikasi ini sedikit berbeda dari sebelumnya, sebab Issa Caption memanfaatkan machine learning untuk mempelajari gambar yang ingin diunggah. Setelahnya, aplikasi ini akan merekomendasikan caption terbaik.

Jadi, pengguna tinggal mengunggah gambar ke aplikasi ini dan menunggu hasil caption yang ditampilkan.

Aplikasi ini menerapkan kredit khusus bernama Guap. Pengguna tinggal menonton iklan yang ditampilkan untuk menambah jumlah Guap.

Baca Juga:

Baca Selengkapnya

TEKNOLOGI

Bersedia Smartphonenya Dilacak, Pengguna Facebook Akan Terima Bayaran

Oleh

Fakta News
facebook

Jakarta – Baru-baru ini, Facebook bakal membayar pengguna smartphone yang rela disadap. Melalui aplikasi bernama Study, raksasa media sosial ini akan memantau bagaimana pengguna menggunakan smartphone setiap harinya.

Dilansir dari The Verge (11/6), aplikasi Study ini akan memantau aplikasi mana yang diinstal pada smartphone seseorang, waktu yang dihabiskan menggunakan aplikasi tersebut, negara tempat Anda berada, dan data aplikasi tambahan yang dapat mengungkapkan fitur spesifik yang Anda gunakan.

Meski begitu, Facebook menyebutkan bahwa tidak akan melihat konten spesifik apa pun. Seperti pesan, kata sandi, dan situs website yang Anda kunjungi. Peluncuran aplikasi Study ini telah dilakukan beberapa bulan lalu, setelah aplikasi penelitian pelacakan pengguna Facebook Research ditutup karena kontroversi.

Namun, Facebook belum memberikan konfirmasi berapa besaran bayaran akan diterima oleh pengguna.

Dalam keterangan resminya, Facebook mengatakan bahwa tujuan dari program ini adalah untuk mempelajari aplikasi apa saja yang sering digunakan kebanyakan orang dan bagaimana pola mereka menggunakan aplikasi tersebut.

“Dengan aplikasi ini, kami mengumpulkan informasi yang diperlukan untuk membantu kami membangun produk kami agar menjadi lebih baik lagi kedepannya,” tulis keterangan di Facebook Newsroom.

Baca Juga:

Baca Selengkapnya