Connect with us
Sains

Marak Kabar Palsu, Peneliti Kembangkan AI Penangkal Hoaks

marak kabar palsu

Marak Kabar Palsu

Tak hanya itu, AI bahkan juga bisa menggunakan referensi artikel dari Wikipedia tentang sebuah sumber berita untuk menilai kesahihannya. Semakin panjang artikel Wikipedia tentang sumber itu, maka kemungkinan bahwa situs memang sumber berita kredibel makin besar pula.

Begitu juga dengan alamat URL situs berita yang ikut ditimbang oleh sang AI. Alamat situs pengedar berita bohong biasanya lebih rumit dibandingkan situs yang terpercaya.

Namun, dilansir KompasTekno dari Engadget, Jumat (5/10/2018), sistem pendeteksi hoaks berbasis AI ini belum siap digunakan. Efektivitasnya dalam mendeteksi akurasi baru 65 persen, sementara bias baru bisa dideteksi sebesar 75 persen.

AI juga masih membutuhkan banyak artikel sebelum bisa melakukan penilaian, yakni setidaknya 150. Angka tersebut mungkin mencukupi untuk situs hoaks yang sudah lama ada. Tapi laman abal-abal yang baru muncul mungkin artikelnya belum sebanyak itu.

Kendati begitu, melalui usaha-usaha itu, perlu juga adanya kesadaran dari pembaca sendiri untuk dapat memilah dan menyaring terlebih dahulu informasi atau berita-berita yang ingin dikonsumsi sebelum menyebarkannya melalui beragam kanal media sosial.

Sebab, pengendalian media daring memang sulit dilakukan. Dikarenakan mudahnya orang untuk membuat dan menyebarkan artikel berita bohong (hoax). Semakin banyak berita hoax disebarkan, maka semakin banyak pula orang yang membacanya dan mungkin akan percaya dengan informasi yang tercantum di dalamnya.

Dev.

  • Halaman :
  • 1
  • 2
Baca Selengkapnya
Tulis Komentar

TEKNOLOGI

Ilmuwan Ciptakan Laser yang Bisa Mendeteksi dan Menghancurkan Sel Kanker

Oleh

Fakta News
KANKER

Jakarta – Para ilmuwan telah menciptakan sebuah teknologi yang dapat mendeteksi dan menghancurkan sel tumor di bawah kulit kita. Perawatan ini memungkinkan para dokter dengan cepat memindai darah pasien tanpa harus mengambilnya dari mereka.

Biasanya, para dokter harus mengampil sampel darah pasien dulu untuk melihat sel-sel tumor yang bersirkulasi (CTC), yang dapat menyebar ke seluruh tubuh dan menjadi metastasis mematikan.

Ya, para ilmuwan telah lama menjadikan CTC sebagai cara untuk memahami risiko metastasis pada pasien. Jika berhasil menemukan CTC, dokter dapat mengetahui seberapa besar kemungkinan kanker menyebar dan bisa dengan cepat melakukan terapi laser yang mampu membunuh sel-sel tersebut.

Namun sayangnya, cara tersebut masih memiliki hambatan karena dokter hanya dapat mengambil sejumlah kecil darah yang kemungkinan tidak mengandung CTC sama sekali.

Untuk mengatasinya, ilmuwan kemudian menciptakan sistem yang mereka sebut dengan Cytophone. Cara ini menggunakan laser untuk melihat ke dalam kulit pasien dengan melanoma, serta mencari CTC yang mengalir di pembuluh darah mereka.

Dengan melakukan hal tersebut, peneliti berhasil menemukan CTC bermasalah dengan sukses pada 27 dari 28 pasien yang menjadi subjek studi. Yang lebih menakjubkan, sel tumor dapat terdeteksi hanya dalam waktu 10 detik–menunjukkan bahwa sistem ini 1.000 kali lebih sensitif dari metode yang sudah ada.

Baca Juga:

Baca Selengkapnya

TEKNOLOGI

Berhasil Rebut Perhatian Pengguna, Kini Telegram Hadirkan Fitur Baru

Oleh

Fakta News
telegram
Ilustrasi.

Jakarta – Telegram merupakan aplikasi pengirim pesan singkat yang terkenal dengan keamanan yang diberikan saat kita berkomunikasi dengan orang lain.

Pada pertengahan tahun ini, Telegram kembali meghadirkan fitur terbaru yang hadir dalam versi 5.8, setidaknya ada dua fitur terbaru yang dihadirkan, yaitu tema, dan people nearby.

Dilansir dari Phone Arena, Senin (24/6/2019), kini para pengguna Telegram bisa menemukan lokasi berdasarkan obrolan grup dan membuat grup baru berdasarkan lokasi.

Pembaruan tersebut memungkinkan Telegram untuk memiliki kontrol baru “Tambahkan ke Kontak” atau “Add to Contacts” di bagian atas ruang obrolan.

Fitur ini memungkinkan Anda menambahkan dengan cepat nomor ke daftar kontak berbasis lokasi. Selain Add to Contact, pengguna juga akan melihat opsi lain yakni Block bila orang yang mengirimi pesan dianggap mengganggu.

“Pembaruan ini membuka kemungkinan baru, komunikasi grup berdasarkan lokasi. Baik untuk obrolan konferensi, festival hingga obrolan orang-orang yang ada di kafe yang sama,” kata Telegram seperti dikutip dari Phone Arena.

Baca Juga:

Baca Selengkapnya

TEKNOLOGI

Wajib Tahu! Inilah Penyebab Smartphone Cepat Panas

Oleh

Fakta News
smartphone
Ilustrasi.

Jakarta – Sebagai salah satu kategori barang elektronik, ponsel pintar atau smartphone pasti mengeluarkan panas karena ada gerakan listrik di dalamnya. Tapi, kamu seringkali risih dan khawatir apabila mendapati ponselmu sudah terlalu panas atau overheat.

Lalu, ada juga ponsel yang terlalu mudah panas, padahal pemakaiannya tidak ekstrem dan biasa saja.

Apa yang menyebabkan ponsel menjadi terlalu panas dan mudah panas? Bagaimana cara menghindarinya? Berikut penjelasannya.

1. Pakai smartphone mengisi daya baterai

Penggunaan smartphone sambil mengisi daya baterai adalah kebiasaan yang kurang baik. Karena selain menyebabkan smartphone cepat panas, umur baterai juga lebih pendek. Tidak hanya itu, Selain proses pengisian akan memakan waktu yang lebih lama jika gunakan sambil nge-charge. Jadi sebaiknya tunggu hingga pengisian selesai bagi digunakan, atau copot dulu pengisian daya.

2. Main game terlalu lama

Bermain game dalam jangka waktu yang lama juga bisa menyebabkan smartphone cepat panas. Hal Ini dikarenakan aplikasi game sangat membutuhkan sumber daya smartphone yang yang cukup banyak. Penggunaan prosesor, grafis dan RAM yang maksimal, mengakibatkan sumber daya energi menjadi lebib besar. Dari situlah, smartphone jadi lebih cepat panas.

Apalagi saat pengguna bermain game dalam jangka waktu yang lama. Aktivitas gaming memang tidak bisa sebentar, terutama ketika kamu sedang menyelesaikan satu level dan memainkan level berikutnya.

Baca Juga:

Baca Selengkapnya