Connect with us
Widyawati

51 Tahun Berkarya, Raih Lifetime Achievement di FFI 2018

widyawati

 

Sosok Widyawati

Widyawatipun berharap dapat terus eksis dalam dunia seni peran dan diberikan umur yang panjang.

“Entah sampai kapan saya akan berada di sini, semoga diberi umur panjang dan tetap eksis di dunia ini,”tandasnya.

Seperti diketahui, Widyawati adalah seorang aktris kondang pada masanya. Kini dirinya menjadi sosok aktris senior yang memang banyak menjadi panutan bagi para aktris muda yang berkecimpung di industri hiburan di Indonesia.

Widyawati pernah menjadi sorotan banyak media di Indonesia ketika dirinya sukses membintangi film Romi dan Yuli dan juga Jinak – Jinak Merpati (1971). Bermain film sejak usia belasan tahun, hingga sekarang, Widyawati masih menunjukkan eksistensinya.

Pada tahun 2008, Widyawati bersama suaminya, Sophan Sophiaan membintangi film berjudul Love, sebuah film yang mengangkat tema cinta dari berbagai karakter dengan beragam latar belakang. Tak hanya membintangi film, sinetron dia juga terbilang banyak.

Atas capaian tersebut, banyak para pecinta film dibuatnya menjadi sosok yang benar-benar pantas untuk mendapatkan sebuah applause sebagai bentuk penghormatan atas dedikasinya dalam dunia perfilman di Indonesia.

Dev

  • Halaman :
  • 1
  • 2
Baca Selengkapnya
Tulis Komentar

BERITA

Tan Malaka, Sosok Sunyi Di Balik Proklamasi Kemerdekaan RI 17 Agustus 1945

Oleh

Fakta News
Tan Malaka

Jakarta – Kala itu Juli 1945, Sutan Sjahrir mencari Tan Malaka karena dianggap sebagai tokoh yang paling layak membacakan teks proklamasi. Meskipun dikenal juga sebagai tokoh gerakan bawah tanah menentang Jepang, Sjahrir bukanlah sosok yang pantas, karena dia dianggap kurang begitu populer di kalangan masyarakat. Sedangkan Soekarno-Hatta adalah kolaborator Jepang.

Rudolf Mrazek dalam bukunya, Sjahrir: Politik dan Pengasingan di Indonesia, menceritakan bahwa berbagai upaya telah dilakukan Sjahrir untuk mencari Tan yang 20 tahun  berada dalam pelarian.

Setelah beberapa kali mencari, Sjahrir akhirnya berhasil bertemu dengan Tan. Tapi upaya Sjahrir gagal, Tan merasa tidak siap untuk membacakan teks proklamasi. Sebenarnya sangat disayangkan, ketika proklamasi dikumandangkan, tidak ada sosok Tan Malaka di sana. Apalagi mengingat bahwa konseptor pertama Republik Indonesia adalah Tan, ini tertuang dalam salah satu opus magnum-nya, Naar de Republiek Indonesia, yang ia susun tahun 1925 saat masih di Belanda. Buku itu selanjutnya menjadi pegangan wajib tokoh-tokoh pergerakan nasional waktu itu, termasuk juga Soekarno.

Tidak bisa hadir saat proklamasi bisa jadi menjadi penyesalan terbesar bagi tokoh sekaliber Tan Malaka. Meski demikian, bukan berarti dia tidak mempunyai peran penting. Beberapa literatur mengatakan, bahwa tokoh yang menggerakkan Sukarni dan rekan-rekannya, adalah Tan Malaka.

Waktu itu, 6 Agustus 1945, Tan datang ke rumah Sukarni menggunakan nama Ilyas Husain. Beberapa tokoh pemuda juga datang. Tak hanya sekali, 14 Agustus, untuk kali kedua Tan datang ke rumah Sukarni, lagi-lagi membicarakan masalah nasib bangsa. Meski demikian, Tan Malaka tidak bisa seenaknya keluar menampakkan diri, karena dia masih dalam status buron pemerintah militer Jepang.

Sekira tiga minggu selepas proklamasi, Sukarno menyuruh Sayuti Melik mencari Tan Malaka. Soekarno ingin bertemu karena ia mendengar bahwa Tan tengah berada di Jakarta. Sebagai bagian dari golongan muda, Sayuti cukup tahu di mana Tan berada. Pertemuan pun diatur sedemikian rupa.

Dalam kesaksiannya yang pernah dimuat di Sinar Harapan 1976, Sayuti mengatakan bahwa Sukarno berpesan kepada Tan untuk mengganti posisi Soekarno jika ada sesuatu terjadi dengan dirinya dan Hatta.

Amanah Sukarno ditanggapi dengan biasa oleh Tan. Itu tertulis dalam memoarnya, Dari Penjara ke Penjara, Tan mengatakan, “saya sudah cukup senang bertemu Presiden Republik Indonesia, republik yang sudah lama saya idamkan.”

Kemerdekaan tidak menjadikan hidup Tan merdeka, ia tetap menjadi tokoh yang dikejar-kejar, bahkan oleh negara yang dicita-citakannya sendiri.

1949 Tan meninggal di ujung bedil tentara republik di seputaran Kediri, Jawa Timur.

Dan sampai mati, Tan tetaplah Bapak Revolusi yang sunyi.

 

Munir

Baca Selengkapnya

GAYA HIDUP

Masih Berusia 21 Tahun, Traveler Termuda Ini Telah Kunjungi 196 Negara

Oleh

Fakta News
Lexie Alford

Jakarta – Akhir Mei lalu menjadi hari bersejarah bagi Lexie Alford. Gadis asal California, Amerika Serikat itu melengkapi total destinasi 196 negara, saat berkunjung ke Korea Utara, 31 Mei 2019.

Seperti diberitakan Fox News, Lexie menorehkan namanya di Guinness World Record sebagai manusia termuda yang telah keliling dunia di usia 21 tahun.

Perjalanan gadis asal Amerika Serikat ternyata dimulai sejak kecil. Orangtua Lexie diketahui mendirikan sebuah agen perjalanan sehingga membuat Lexie mendapatkan kesempatan untuk mengunjungi tempat-tempat eksotis seperti Kamboja, Swiss, dan Hawaii.

Kemudian pada usia 12 tahun dirinya memutuskan untuk mulai menabung agar bisa membiayai keinginannya mengunjungi semua negara berdaulat di Bumi.

Pada umur 18 tahun Lexie tercatat sudang mengunjungi 72 negara. Pada Oktober 2016, dirinya bergerak membuat rencana untuk mengunjungi 124 negara yang tersisa. Hal ini lantaran waktu yang dimilikinya untuk memecahkan rekor dunia tak banyak.

Lexie pun punya daftar negara favorit yang ternyata bukan menjadi favorit traveler. Di antara 196 negara, ternyata ada dua yang jadi favoritnya. Namun, kedua destinasi itu kerap kali dicap berbahaya dan rawan konflik. Hanya saja, beda lagi kalau menurut Lexie.

Baca Juga:

Baca Selengkapnya

BERITA

Gadis 11 Tahun Ini Punya IQ Lebih Tinggi dari Einstein dan Hawking

Oleh

Fakta News
Tara Sharifi
Tara Sharifi.

Jakarta – Gadis berusia 11 tahun, Tara Sharifi, tercatat sebagai memiliki IQ lebih tinggi dari ilmuwan fisika teoritis, Albert Einstein, dan ilmuwan cosmologist, Stephen Hawking.

Menurut Iran Front Page, salah seorang remaja berkebangsaan Iran yang tinggal di Inggris itu memperoleh skor 162 dalam uji IQ Cattell 3B di Mensa International (organisasi dunia bagi orang-orang yang memiliki IQ tinggi). Sedangkan skor untuk tes yang sama bagi Einstein dan Hawking hanya 160.

Atas hasil ini, Tara termasuk dalam satu persen orang yang berhasil meraih nilai tertinggi dalam sebuah tes IQ.

“Saya terkejut ketika mendapatkan hasilnya. Saya tak pernah berharap mendapatkan skor yang bagus saat mengikutinya,” ungkap Tara seperti dilansir Nextshark.

Ia menambahkan bahwa hal tersebut merupakan keputusannya untuk mengikuti tes itu. Dengan skor tersebut, gadis itu kini memenuhi syarat untuk keanggotaan Mensa yang dikenal sebagai sekelompok orang dengan IQ tertinggi.

Tara juga mengatakan bahwa ketika dewasa ia ingin lebih mendalami sesuatu yang berhubungan dengan matematika. Sementara sang ayah, mengaku bahwa ia terkejut dengan hasil itu tapi bangga dengan apa yang dicapai putrinya.

“Saya telah memberi tahu beberapa teman saya di sekolah dan mereka benar-benar terkesan. Ketika saya lebih tua, saya ingin melakukan sesuatu yang berkaitan dengan matematika.”

Baca Juga:

Baca Selengkapnya