Rona Mentari Dari Seribu Dongeng Jadi Sejuta Kebaikan

  • Fakta.News - 23 Okt 2018 | 18:21 WIB
Dari Seribu Dongeng Jadi Sejuta Kebaikan
Rona MentariTakaitu

Sebagian orang percaya dongeng bisa memberikan lebih dari sekadar cerita pengantar tidur. Nilai-nilai yang terkandung di dalamnya justru berkaitan erat dengan nilai kehidupan. Hal inilah yang membuat dongeng begitu berarti bagi Rona Mentari.

Ya, lewat dongeng, Gadis berusia 25 tahun ini bisa mengubah dirinya dari seorang yang pemalu menjadi penuh percaya diri. Gara-gara dongeng pula ia menemukan panggilan hatinya menjadi juru dongeng yang menyebarkan pesan kebaikan bagi sesama.

Rona memang pemalu. Malah ia sempat mengaku tak punya banyak teman. Ia sempat susah bersosialisasi dengan sekitarnya.

Ketika jam istirahat saja, Rona memilih tetap di kelas dan membantu gurunya menyiapkan makan siang untuk siswa TK Budi Mulia II Yogyakarta. Sementara teman-temannya bermain di luar kelas.

Baca Juga:

Nah ketika itu, ia mulai dikenalkan dongeng. Tepatnya saat ada sesi dongeng yang dibacakan guru TK-nya. Dialah guru sekaligus orang yang paling bertanggung jawab pada kesenangannya pada dongeng.

Saking senangnya, saban pulang sekolah, Rona antusias menceritakan kembali dongeng pada ibunya. Sang ibu pun senang mendengarnya, meski sambil mengerjakan rutinitas seorang ibu di rumah.

Di samping pendengar yang baik, rupanya sang ibu melihat hal lain. Ada potensi di anaknya dalam hal mendongeng.

Nah, potensi itu makin terlihat ketika Rona masuk SD. Ia dipilih mewakili sekolah dalam lomba dongeng. Debutnya pun langsung berbuah gelar juara. Sejak saat itu, Rona selalu ditunjuk sekolahnya di lomba dongeng lainnya.

Tak cuma di panggung lomba, ibunya juga sering mendorong Rona untuk membaca puisi dan dongeng di acara-acara resmi. Awalnya memang grogi, namun rupanya itulah kunci keberhasilannya mengalahkan sifat pemalu menjadi percaya diri.

Lalu saat kelas IV SD, Rona malah membuat program sendiri. Namanya safari dongeng Ramadhan. Rona membekali dirinya dengan cerita-cerita nabi dan rasul. Ia lalu berkeliling beberapa masjid di Yogyakarta.

Naik ke SMP, Rona makin percaya diri dan sampai pernah mengikuti Pemilihan Dai Cilik (Pildacil) yang disiarkan salah satu televisi swasta. Rona masuk sampai grand final dan meraih juara 3.

Saat SMA, ia juga terus menekuni kesukaannya itu. Namun kali ini ia juga ikut kegiatan seperti fotografi, membuat film, pencak silat, dan lain-lain.

Sah sudah. Sifat pemalu Rona sudah tidak terlihat lagi. Bahkan ia sudah mendongeng hingga ke luar negeri. Semua itu berkat dongeng.

  • Halaman :
  • 1
  • 2
  • 3

BACA JUGA:

Tulis Komentar