Connect with us
Rona Mentari

Dari Seribu Dongeng Jadi Sejuta Kebaikan

Rona Mentari
Rona MentariTakaitu

Sebagian orang percaya dongeng bisa memberikan lebih dari sekadar cerita pengantar tidur. Nilai-nilai yang terkandung di dalamnya justru berkaitan erat dengan nilai kehidupan. Hal inilah yang membuat dongeng begitu berarti bagi Rona Mentari.

Ya, lewat dongeng, Gadis berusia 25 tahun ini bisa mengubah dirinya dari seorang yang pemalu menjadi penuh percaya diri. Gara-gara dongeng pula ia menemukan panggilan hatinya menjadi juru dongeng yang menyebarkan pesan kebaikan bagi sesama.

Rona memang pemalu. Malah ia sempat mengaku tak punya banyak teman. Ia sempat susah bersosialisasi dengan sekitarnya.

Ketika jam istirahat saja, Rona memilih tetap di kelas dan membantu gurunya menyiapkan makan siang untuk siswa TK Budi Mulia II Yogyakarta. Sementara teman-temannya bermain di luar kelas.

Baca Juga:

Nah ketika itu, ia mulai dikenalkan dongeng. Tepatnya saat ada sesi dongeng yang dibacakan guru TK-nya. Dialah guru sekaligus orang yang paling bertanggung jawab pada kesenangannya pada dongeng.

Saking senangnya, saban pulang sekolah, Rona antusias menceritakan kembali dongeng pada ibunya. Sang ibu pun senang mendengarnya, meski sambil mengerjakan rutinitas seorang ibu di rumah.

Di samping pendengar yang baik, rupanya sang ibu melihat hal lain. Ada potensi di anaknya dalam hal mendongeng.

Nah, potensi itu makin terlihat ketika Rona masuk SD. Ia dipilih mewakili sekolah dalam lomba dongeng. Debutnya pun langsung berbuah gelar juara. Sejak saat itu, Rona selalu ditunjuk sekolahnya di lomba dongeng lainnya.

Tak cuma di panggung lomba, ibunya juga sering mendorong Rona untuk membaca puisi dan dongeng di acara-acara resmi. Awalnya memang grogi, namun rupanya itulah kunci keberhasilannya mengalahkan sifat pemalu menjadi percaya diri.

Lalu saat kelas IV SD, Rona malah membuat program sendiri. Namanya safari dongeng Ramadhan. Rona membekali dirinya dengan cerita-cerita nabi dan rasul. Ia lalu berkeliling beberapa masjid di Yogyakarta.

Naik ke SMP, Rona makin percaya diri dan sampai pernah mengikuti Pemilihan Dai Cilik (Pildacil) yang disiarkan salah satu televisi swasta. Rona masuk sampai grand final dan meraih juara 3.

Saat SMA, ia juga terus menekuni kesukaannya itu. Namun kali ini ia juga ikut kegiatan seperti fotografi, membuat film, pencak silat, dan lain-lain.

Sah sudah. Sifat pemalu Rona sudah tidak terlihat lagi. Bahkan ia sudah mendongeng hingga ke luar negeri. Semua itu berkat dongeng.

  • Halaman :
  • 1
  • 2
  • 3
Baca Selengkapnya
Tulis Komentar

BERITA

Ini 5 Cara Ampuh untuk Deteksi Kebohongan

Oleh

Fakta News
kebohongan

Jakarta – Di dunia ini, siapa sih yang suka dibohongi? Hampir semua orang akan marah, kesal, atau bahkan sedih ketika orang lain tidak berkata jujur padanya. Lalu, bagaimana cara untuk deteksi kebohongan?

Diketahui, banyak orang yang menanggap tidak semua kebohongan itu berarti jahat. Di negeri barat dikenal adanya istilah white lies. Kalau di Indonesia berarti berbohong demi kebaikan. Tetapi tetap saja yang namanya bohong itu berarti tidak bicara sesuai fakta.

Kebohongan bisa menimbulkan kerugian, terutama ketika sebuah fakta berusaha diungkap, tapi orang yang bersangkutan tidak mau terbuka. Untuk kepentingan penyelidikan biasanya detektif, penegak hukum, atau penyidik, biasanya menggunakan alat pendeteksi kebohongan yang dinamakan poligraf.

Namun, jika untuk perkara yang ringan rasanya terlalu berlebihan jika menggunakan poligraf, dilansir Psychology Today berikut beberapa langkah sederhana yang perlu dilakukan untuk menangkap kebohongan.

1. Mulai dengan pertanyaan mendasar

Dengan mengajukan pertanyaan mendasar pada seseorang, Anda dapat mengamati kebohongan melalui tanggapan lawan bicara.

Tanyakan kepada lawan bicara tentang cuaca, rencana mereka di akhir pekan, atau apa pun yang menimbulkan respons.

Baca Juga:

Baca Selengkapnya

BERITA

MUI Imbau Semua Pihak Harus Terima Putusan MK

Oleh

Fakta News
MUI

Jakarta – Majelis Ulama Indonesia (MUI) mengimbau semua pihak untuk menerima apa pun keputusan Hakim Mahkamah Konstitusi (MK) terkait sengketa perselisihan hasil pemilu (PHPU) Pilpres yang diajukan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno (Prabowo-Sandi).

Wakil Ketua Umum MUI Zainut Tauhid Sa’adi mengatakan putusan MK bersifat final dan mengikat sehingga harus dimaknai sebagai putusan yang terbaik untuk mengakhiri segala sengketa yang berkaitan dengan Pemilu.

“MUI mengimbau kepada semua pihak untuk bisa menerima keputusan majelis hakim dengan penuh kesadaran dan keikhlasan, karena putusan Mahkamah Konstitusi bersifat final dan mengikat,” kata Zainut di Jakarta, Rabu (26/6) dikutip Antara.

Zainut mengatakan, putusan MK harus dimaknai sebagai putusan yang terbaik untuk mengakhiri segala sengketa yang berkaitan dengan Pemilihan Umum, sebagaimana kaidah fikih “hukmul hakim ilzamun wa yarfa”ul khilaf”. Maksud dari kaidah itu adalah putusan hakim adalah mengikat dan menghilangkan perbedaan.

MUI, kata dia, mengimbau kepada seluruh masyarakat untuk tetap tenang, menjaga kondusivitas. Dan tidak melakukan aksi kekerasan dan tindak pelanggaran hukum lainnya.

“Tetap mengedepankan sikap santun, damai dan akhlakul karimah dalam menyampaikan tuntutan aspirasinya,” kata dia.

Baca Juga:

Baca Selengkapnya

BERITA

Kelabuhi Pengadilan, Rahmadsyah, Saksi Prabowo di MK, Akhirnya Masuk Rutan

Oleh

Fakta News
rahmadsyah sitompul, sidang mk, saksi prabowo
Rahmadsyah Sitompul, saksi Prabowo di sidang MK akhirnya dijebloskan ke rutan.(istimewa)

Jakarta – Masih ingat dengan Rahmadsyah Sitompul? Saksi Prabowo Subianto di sidang Mahkamah Konstitusi akhirnya dijebloskan ke rumah tahanan atau rutan.

Pangkal masalahnya, Rahmadsyah yang didakwa melanggar UU Informasi dan Transaksi Elektronik itu mangkir dari persidangan pada 21 Mei dan 18 Juni 2019. Menurut Pengadilan Negeri Kisaran, Sumatera Utara, terdakwa tidak hadir dengan alasan tidak jelas.

Peningkatan status tahanan kota menjadi tahanan rumah negara dibacakan seusai sidang dengan agenda mendengar keterangan saksi di ruang Cakra Utama Pengadilan Negeri (PN) Kisaran, Sumut, Selasa (25/6/2019).

“Iya benar, sudah dilakukan penahanan. Statusnya sebagai tahanan kota dijadikan tahanan rumah negara. Dia ditahan di Rutan Labuhanruku,” kata Kasi Penkum Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara (Kejati Sumut) Sumanggar Siagian saat dimintai konfirmasi, Rabu (26/6/2019).

Majelis hakim menilai, perubahan status tersebut juga dilakukan untuk memperlancar jalannya persidangan. “Demi kelancaran persidangan, majelis hakim memutuskan untuk menahan yang bersangkutan,” tandas Sumanggar.

Baca Juga:

Baca Selengkapnya