Connect with us
Najelaa Shihab

Semua Demi Pendidikan Indonesia

Najelaa Shihab
Najelaa Shihab(Foto: Dok. Pribadi)

Sosok Najwa Shihab memang sudah begitu populer. Namun ia tak sendiri. Ada beberapa anggota keluarganya yang juga populer. Salah satunya adalah sang kakak, Najelaa Shihab.

Ya, sosok perempuan tangguh berusia 41 tahun ini punya keyakinan perubahan pendidikan di Indonesia bukan hal yang mustahil diwujudkan. Dari mendirikan Sekolah Cikal di Jakarta pada 1999, orang juga mengenalnya sebagai orang yang mau merangkul banyak pihak untuk bersama-sama mengubah wajah pendidikan Indonesia yang lebih baik.

Menurutnya, pendidikan bukan sekedar proses belajar mengajar antara guru dan murid di sekolah. Banyak aspek terkait pendidikan yang bisa digali lebih dalam.

Baca Juga:

Ia pun kerap berbagi hal menyangkut pendidikan. Biasanya ia bahas melalui audio visual yang diunggah ke Youtube, lewat akun Semua Murid Semua Guru.

Dalam video, ia bercerita dan berbagi tips bagaimana komunikasi antara guru dengan murid atau pola asuh orang tua. Biasanya juga ia menyertakan publik figur untuk menarik perhatian.

Elaa, sapaannya, juga pernah mewawancara motivator Merry Riana yang bisa menginspirasi generasi muda. Menurutnya, soal pendidikan, tak bisa hanya dari sudut pandang pengajar, tapi juga siswa.

Dengan program tersebut, Elaa mengajak semua insan dari berbagai profesi, seperti dokter, aktris, Youtuber, musisi, jurnalis dan politikus untuk bergerak bersama demi pendidikan yang lebih baik. Semua pengalaman yang dimiliki para profesional tentu saja menjadi pembelajaran yang baik bagi siapa saja.

Selain itu, dalam tiga tahun terakhir, Elaa mengajak komunitas, pemerintah pusat dan daerah, perusahaan, seniman, orangtua untuk berkolaborasi dalam Pesta Pendidikan. Ia menggalang emansipasi untuk mewujudkan masyarakat yang berdaya.

Tentunya melalui berbagai kegiatan kreatif berbentuk sesi peningkatan kesadaran, dialog, konsultasi dan kemitraan.

Najelaa Shihab yakin sebenarnya banyak yang mau peduli dan terlibat dalam pendidikan. “Namun, karena jalan sendiri-sendiri, komunitas ini jadi tidak saling mengenal. Kita ingin agar komunitas ini punya dampak. Saya yakin, dengan kolaborasi, perubahan dapat kita raih,” kata Elaa yang juga putri Muhammad Quraish Shihab itu.

Ya, ibu 3 anak ini pada tahun 1999 Elaa fokus mendirikan Sekolah Cikal di Jakarta. Dengan latar belakang di bidang psikologi, Elaa berharap bisa menghadirkan pendidikan yang lebih baik bagi anak-anak Indonesia.

“Sekolah Cikal seperti jadi laboratorium, untuk menghasilkan sesuatu yang nyata sehingga jadi contoh praktik baik dalam bidang pendidikan,” kata jebolan UI ini.

Ia mengaku mendirikan sekolah saja tidak cukup. Elaa ingin berbagi mengenai bagaimana memperkuat guru untuk terus mau belajar serta berbagi ilmu dengan sekolah lain.

Perempuan kelahiran Surakarta, 11 September 1976 itu sampai memberikan pelatihan bagi guru-guru non-Cikal. Awalnya, ada 25 sekolah yang diberi pelatihan. Dalam proses berbagi ini, Elaa selalu menjadikannya sebagai pembelajaran.

  • Halaman :
  • 1
  • 2
  • 3
Baca Selengkapnya
Tulis Komentar

BERITA

Penurunan Tarif Tiket Pesawat Harus Tetap Perhatikan Keselamatan

Oleh

Fakta News
Tarif Tiket Pesawat
Anggota Komisi VI DPR RI Idris Laena(Foto: DPR)

Jakarta – Tarif tiket pesawat yang melonjak akhir-akhir ini menjadi sorotan, apalagi menjelang Hari Raya Idul Fitri, karena dinilai akan membebani daya masyarakat yang akan menggunakan transportasi udara. Meski Kementerian Perhubungan telah memerintahkan maskapai penerbangan untuk menurunkan tarif batas atas (TBA) tiket pesawat sebesar 12-16 persen, Anggota Komisi VI DPR RI Idris Laena menegaskan penurunan tarif tiket pesawat harus tetap memperhatikan keamanan dan keselamatan penumpang.

“Cari jalan terbaik. Selama masih seperti ini, kita masih akan terus marah kalau kita tidak bisa mencari jalan keluar dari permasalahan ini. Jangan hanya Garuda Indonesia saja, kalau mau menurunkan harga tiket, tetap dipikirkan keamanannya. Bisa nggak tetap aman, karena ini yang paling penting,” tegas Idris saat mengikuti Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan seluruh jajaran Kementerian BUMN Bidang Transportasi di Gedung Nusantara I DPR RI, Senayan, Jakarta, Kamis (16/5/2019).

Selain Kementerian BUMN, RDP juga dihadiri oleh Direktur Utama PT. Jasa Raharja (Persero), PT. Kereta  Api Indonesia (Persero), PT. Garuda Indonesia (Persero) Tbk., PT. ASDP Indonesia Ferry (Persero), PT. Pelni (Persero), Perum Damri dan PT Pertamina (Persero).

Baca Juga:

Baca Selengkapnya

BERITA

Komisi II Gali Informasi Permasalahan Pemilu di Jatim

Oleh

Fakta News
Permasalahan Pemilu
Ketua Komisi II DPR RI Zainuddin Amali(Foto: DPR)

Jatim – Rangkaian Pemilihan Umum (Pemilu) serentak 2019 sudah memasuki tahapan akhir, yaitu proses rekapitulasi surat suara tingkat nasional oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU). Selain terus memantau proses rekapitulasi nasional, Komisi II DPR RI juga terjun langsung ke lapangan guna menggali informasi terkait permasalahan yang ada di berbagai daerah terkait penyelenggaraan Pemilu serentak ini.

Ketua Komisi II DPR RI Zainuddin Amali mengatakan, selain menggali permasalahan yang ada di Jawa Timur, kunjungan ini juga dimaksudkan untuk menerima masukan secara langsung dari Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) se-Jawa Timur, agar ke depan penyelenggaraan pemilu jauh lebih lagi.

“Kita tahu di masyarakat tentu beredar berbagai informasi, baik yang benar maupun yang kurang tepat. Maka menjadi kewajiban Komisi II untuk datang langsung ke daerah. Selain ke Jawa Timur, ada yang ke Jawa Tengah dan Jawa Barat untuk melihat langsung seperti apa kejadiannya itu,” kata Zainuddin saat memimpin pertemuan Tim Kunjungan Kerja Spesifik Komisi II DPR RI dengan mitra kerja terkait di Kantor Bakesbangpol Jatim, Rabu (15/5/2019).

Baca Juga:

Baca Selengkapnya

BERITA

PP Muhammadiyah Minta Warganya Tak Ikuti Aksi Massa 22 Mei

Oleh

Fakta News
PP Muhammadiyah
Abdul Mu’ti, Sekretaris Umum PP Muhammadiyah.(istimewa).

Jakarta – Pimpinan Pusat Muhammadiyah menyerukan warganya untuk berlaku santun dan seusia hukum dalam menyikapi pengumuman hasil Pemilu 2019. PP Muhammadiyah juga mengimbau warganya untuk menerima hasil Pemilu 2019 dan tak mengikuti aksi massa 22 Mei mendatang.

Hal tersebut disampaikan Abdul Mu’ti, Sekretaris Umum PP Muhammadiyah dalam keterangan tertulis yang diterima Fakta.News, Minggu (19/5). Pernyataan ini dikeluarkan terkait maraknya pemberitaan seruan aksi pada 22 Mei yang merupakan tanggal pengumuman hasil resmi pemilu oleh Komisi Pemilihan Umum.

“Kepada warga Persyarikatan Muhammadiyah hendaknya bisa menjadi warga negara yang santun, taat hukum, dan mengikuti khittah dan kepribadian Muhammadiyah,” ujar Mu’ti.

Selain itu, Sekretaris PP Muhammadiyah ini juga ingin agar warga Muhammadiyah menerima apa pun dan siapa pun pemenang Pemilu 2019. “Warga Muhammadiyah hendaknya menerima apapun hasil Pemilu dan siapapun yang terpilih sebagai Presiden-wakil presiden dengan tetap berdasarkan tuntunan amar ma’ruf nahi munkar sesuai paham Muhammadiyah,” imbuhnya lagi.

Karena itulah, PP Muhammadiyah sangat menganjurkan warganya untuk tidak mengikuti aksi massa pada 22 Mei mendatang.

Baca Juga:

Baca Selengkapnya