Dudi Krisnadi Mengangkat Derajat Kelor di Dunia

  • Fakta.News - 23 Sep 2018 | 07:02 WIB
Mengangkat Derajat Kelor di Dunia
Dudi KrisnadiFoto: Trubus

Desa Ngawenombo, Kecamatan Kunduran, Kabupaten Blora, Jawa Tengah pernah memberi kesan tersendiri bagi David Clifton. Ia jauh-jauh datang dari Vietnam untuk menetap sementara di kediaman Ir. Ai Dudi Krisnadi.

Di sana, mereka bekerja sama dalam memproduksi aneka olahan Moringa oleifera untuk memenuhi pasar negara-negara di Benua Eropa dan Amerika.

Ya, David tahu betul kalau kualitas serbuk kelor Dudi Krisnadi. Menurutnya, produknya sangat baik dibandingkan dari negara-negara sentra produksi kelor lain di dunia.

Serbuk kelor produksi Dudi berkualitas tinggi karena ia mengolah daun kelor maksimal 4 jam setelah panen. Jadi setelah memisahkan daun hasil panen dari ranting, para karyawannya bergegas mencuci dan mengeringkannya.

Baca Juga:

Spesialnya lagi, proses pengeringan berlangsung dalam ruangan. Dudi mengatur suhu di ruang pengeringan maksimal 35 derajat C dan kelembaban 46%. Itu agar tidak merusak kandungan nutrisi.

Daun kelor sendiri kering setelah 3 hari pengeringan. Setelah itu Dudi menggiling daun kering menjadi serbuk hingga tingkat kehalusan 200 mesh dan 500 mesh.

Teknik pengolahan seperti itu rupanya mampu mempertahankan kadar nutrisi kelor. Itulah sebabnya di kalangan komunitas kelor dunia, Dudi dikenal sebagai penemu Moringa Nutrition Lock Method atau metode mengunci nutrisi kelor.

Dudi bahkan sukse menjual sebagian besar produk bubuk dan olahan kelor ke mancanegara, seperti Malaysia, Singapura, Vietnam, Myanmar, Korea Selatan, dan negara-negara lain di Benua Afrika, Eropa, serta Amerika. Gara-gara dia, kelor Blora tembus pasar mancanegara.

Sebegitu spesialnya dia, namun faktanya tak banyak orang mengenalnya. Tapi memang bukan popularitas yang ia cari.

Bagi warga desa setempat, Dudi sosok inspiratif yang disegani. Dia orang yang selalu resah kalau melihat anak muda kurang gizi di tepi hutan Blora. Hingga tanpa sengaja ia menemukan manfaat terpendam dari daun kelor.

Malah Dudi tak cuma menambah asupan nutrisi warga, tetapi turut membuka ketertinggalan mereka dari dunia luar.

Ya, Dudi mungkin satu sosok dari sedikit orang yang peduli pada gizi pemuda. Apalagi dalam menyambut bonus demografi 2035, 70 persen dari jumlah penduduk diprediksi anak muda.

Maka dari itu, generasi muda bangsa, menurutnya, harus kuat, sehat, tidak mudah sakit, dan terhindar dari stunting sehingga mampu bersaing dengan bangsa lain.

  • Halaman :
  • 1
  • 2
  • 3

BACA JUGA:

Tulis Komentar