Elon Musk Kesuksesan Elon Musk, Sang Inovator di Masa Modern

  • Fakta.News - 26 Feb 2018 | 15:58 WIB
Kesuksesan Elon Musk, Sang Inovator di Masa Modern

Jakarta – Semua pengguna internet sudah pasti kenal dengan sosok Elon Musk, kini ia sudah bisa disejajarkan dengan Mark Zuckerberg pendiri Facebook, Bill Gates pendiri Microsoft, atau bahkan Steve Jobs pendiri Apple.

Elon Musk dikenal sebagai salah satu pendiri PayPal. Dia juga menggagas penerbangan luar angkasa komersial melalui SpaceX, perusahaan pembuat roket dan wahana antariksa yang dia dirikan pada tahun 2002. Maka, tak heran jika dia berani memasang target ambisius untuk Tesla Motors, yang tak lain juga merupakan perusahaan miliknya.

Elon Musk lahir dan dibesarkan di negara asal ayahnya, Afrika Selatan. Pria kelahiran 28 Juni 1971 ini adalah anak tertua dari 3 bersaudara. Ayahnya adalah seorang engineer dan pemilik sebuah perusahaan konstruksi. Sementara ibunya, yang berasal dari Kanada, adalah seorang ahli diet.

Elon Musk merupakan anak pertama dari pasangan Maye Musk, seorang wanita berkebangsaan Kanada dan Errol Graham Musk, yang diketahui berkebangsaan Afrika Selatan. Di awal masa pendidikannya, Elon yang lulus dari Pretoria Boys High School lalu hijrah ke Kanada di usianya yang ke 17 untuk menghindari proses wajib militer di Afrika Selatan. Pada tahun 1990, Elon sempat mengenyam bangku perguruan tinggi di Queen’s University, Kingston, Ontario. Dua tahun berselang, Elon kembali pindah ke Wharton School di University of Pennsylvania dan berhasil menyabet gelar sarjana dalam bidang ekonomi.

Tidak hanya sarjana ekonomi, Elon juga meraih gelar sarjana dalam bidang fisika. Tidak puas dengan double degree yang ia miliki, Elon lalu pindah ke California untuk mengejar gelar Ph.D dalam bidang fisika terapan di Stanford, namun takdir berkata lain. Hanya dua hari ia habiskan di bangku S2, Elon ternyata lebih memilih untuk mengejar keinginannya untuk berwiraswasta di sektor internet, energi terbarukan, dan luar angkasa.

BACA JUGA:

Tulis Komentar