Ketika Sandiaga Uno Disebut Sebagai Produk Kecelakaan Politik

  • Fakta.News - 11 Ags 2018 | 16:14 WIB
Ketika Sandiaga Uno Disebut Sebagai Produk Kecelakaan Politik
Sandiaga Uno disebut produk kecelakaan politikfoto: Cnn Indonesia

Jakarta – Istilah kecelakaan politik kembali mencuat selepas kubu oposisi mengumumkan Sandiaga Uno menjadi cawapres Prabowo Subianto untuk Pilpres 2019. Hal ini diutarakan Direktur Eksekutif Indo Barometer M Qodari terkait kejutan tersebut.

Ia menilai penunjukan Sandiaga Uno adalah sebuah anomali yang tercipta dari kebuntuan kubu Prabowo. Tak ayal, Qodari pun menyebut Sandi sebagai produk kecelakaan politik.

Dirinya pun tak menampik bahwa kejutan besar ini cukup menohok nalarnya. Betapa tidak, nama Wakil Gubernur DKI Jakarta itu hampir tidak pernah masuk dalam pembahasan calon wakil presiden.

“Kita selalu bicara AHY (Agus Harimurti Yudhoyono), Salim Segaf Al Jufri, bahkan Zulkifli Hasan dan ustaz Abdul Somad, atau Anies Baswedan. Ini kejutan besar, belum ada dalam sejarah kita capres cawapres dari partai yang sama,” ujarnya Jumat, (10/8).

Baca Juga:

Terlepas dari pengunduran Sandi dari Partai Gerindra agar tak melanggar aturan pun disebut sebagai akal-akalan semata. Pada dasarnya, Sandi yang juga mundur dari posisi Wakil Gubernur DKI Jakarta tetaplah berasal dari Gerindra.

Kejutan atas penunjukan Sandiaga Uno ini pun tak pernah diprediksi lembaga survei manapun. Di sinilah latar belakang Qodari menyebut Sandi merupakan produk kecelakaan politik.

“Kalau AHY, PKS menolak. Cawapres PKS, SBY menolak. Akhirnya ambil jalan tengah orang dari luar yang punya popularitas,” kata dia mengomentari kebuntuan yang terjadi di kubu Prabowo.

Menurut Qodari, belajar dari Pilkada DKI Jakarta ketika Sandi rela menggelontorkan Rp100 miliar demi menyukseskan pencalonannya, kali ini pun demikian. Sandi memiliki dana yang cukup untuk membiayai pencawapresannya dengan Prabowo.

Meski belum terbukti kebenarannya, jalan mulus Sandi di tikungan terakhir ini dituding politisi Demokrat Andi Arief lantaran ada mahar Rp500 miliar. Dugaan itu sampai-sampai membuat Andi Arief menyebut Prabowo Subianto sama saja layaknya jenderal kardus.

Tengok saja kekayaan Sandi yang mencapai Rp4 triliun itu. Uang segitu dianggap sebagai peluang bagi Prabowo untuk tak lagi memikirkan urusan logistik.

“Sandi juga bersedia mundur dari jabatannya sebagai wagub DKI Jakarta dan wakil ketua pembina Partai Gerindra. Tentu ini dianggap sebagai nilai tambah bagi kubu oposisi,” ungkap Qodari.

Bicara soal kecelakaan politik, tahun lalu, Sandiaga Uno sendiri ternyata pernah menyebut dirinya hasil dari kecelakaan politik. Namun entah apa yang dipikirkannya saat itu, menurut Sandi makna kecelakaan politik tersebut ternyata punya arti lain.

Tepatnya pada Selasa, 31 Oktober 2017 lalu. Ketika itu Sandiaga memberikan sambutan saat menghadiri acara pemberian bantuan yang dilakukan Badan Amil Zakat, Infaq, dan Shadaqah di Kantor Wali Kota Jakarta Selatan.

Dalam sambutan, Sandi sempat menceritakan pengalaman seorang pengusaha yang memutuskan terjun ke dunia politik. Dia menyebut hal itu sebagai “kecelakaan”.

Pengusaha yang diceritakan Sandi itu tak lain adalah dirinya sendiri. “Pengusaha nasional, terus ‘kecelakaan’ masuk politik. Rumahnya tuh Kelurahan Selong, Kecamatan Kebayoran Baru, siapa ya?” ujar Sandi. Para pejabat Pemerintah Kota Jakarta Selatan dan warga yang hadir langsung riuh tertawa dan bertepuk tangan.

Tanpa maksud menghakimi seseorang menggunakan istilah, di Kamus Besar Bahasa Indonesia ada tiga makna yang bisa mengartikan kata kecelakaan. Pertama adalah sebuah perihal celaka, bencana, kemalangan, atau kesusahan.

Makna kedua, jika kecelakaan yang dimaksud merupakan kata kerja, maka artinya adalah celaka. Makna ketiga, jika kata yang dimaksud merupakan kata benda, maka artinya adalah kejadian atau peristiwa yang menyebabkan orang celaka.

Baik Qodari maupun Sandiaga Uno sendiri tentu punya tafsir masing-masing. Namun pada umumnya kata kecelakaan kerap disandingkan dengan kata Hati-hati untuk menjadi frasa yang menunjukkan peringatan.

  • Halaman :
  • 1
  • 2

BACA JUGA:

Tulis Komentar