Connect with us

Diplomasi Jokowi di Tengah Krisis Global

Penulis:
Eko Sulistyo
Komisaris PT PLN (Persero)
Presiden Joko Widodo

Rencana kunjungan Presiden Jokowi ke Ukraina dan Rusia, setelah menghadiri KTT G-7 di Jerman, 26-27 Juni, menjadikannya “Asia’s First Leader” yang mengunjungi kedua negara yang sedang berperang sejak Februari lalu.

Media asing mengapresiasi langkah presiden negara terpadat di Asia Tenggara ini, yang menunjukkan kepeduliannya terhadap isu-isu kemanusian di tengah perang yang sedang berlangsung. Peristiwa ini akan menjadi momen besar bagi diplomasi Indonesia.

Sebagai Presidensi G-20 dan “Champion” dari Group of the Global Crisis Respons (GCRG) yang dibentuk Sekjen Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), Presiden Jokowi telah memilih tidak tinggal diam, mendorong perdamaian dan mengatasi krisis pangan. Perang Rusia-Ukraina yang memasuki bulan keempat, tidak hanya menimbulkan banyak korban, tapi juga gangguan pasokan pangan.

Organisasi Pangan dan Pertanian PBB (FAO), “Global Report on Food Crises: acute food insecurity hits new highs”, 5 Mei 2022, memproyeksikan 181 juta orang di 41 negara menghadapi krisis pangan atau tingkat kelaparan yang lebih buruk tahun ini.

Ukraina dan Rusia adalah salah satu lumbung roti dunia, menyediakan 30 persen gandum dan jelainya, seperlima jagungnya, dan lebih setengah minyak bunga matahari. Rusia juga merupakan pengekspor gas alam terbesar kedua dan minyak terbesar ketiga di dunia.

Melonjakknya harga energi, inflasi, dan gangguan pasokan pangan global, bisa mengancam efek yang berkepanjangan pada ekonomi dunia.

Laporan terbaru Bank Dunia, “Global Economic Prospects”, Juni 2022, bahkan menyebut perang Rusia-Ukraina dapat memicu resesi global. Presiden Jokowi sendiri juga pernah menyampaikan, ada 60 negara yang akan ambruk ekonominya, dan 42 negara sedang menuju kesana.

Meski ada yang meragukan keefektifan diplomasi Presiden Jokowi untuk menghentikan perang, namun langkahnya adalah mengemban misi perdamaian dan kemanusian mencegah krisis global.

Koridor Pangan

Salah satu misi penting diplomasi Presiden Jokowi ke Rusia dan Ukraina adalah mencegah krisis pangan global. Mantan Walikota Solo ini diharapkan dapat membujuk Presiden Rusia Vladimir Putin dan Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy, untuk menciptakan koridor pangan di Laut Hitam sebagai jalur aman suplai pangan dunia. Sejak perang terjadi, jalur Laut Hitam untuk ekspor pangan global dari Ukraina, telah mengalami blokade militer Rusia.

Sebelum perang, 90 persen gandum dan biji-bijian lainnya diambil dari ladang Ukraina dikirim ke pasar dunia melalui laut. Sekitar 20 juta ton biji-bijian Ukraina sampai ke Timur Tengah, Afrika Utara, dan sebagian Asia. Untuk Indonesia, Ukraina adalah salah satu sumber gandum terbesar sebelum perang, memasok sekitar 3 juta ton pada 2021.

Sampai hari ini, upaya Turki mengusulkan pembukaan koridor pangan di Laut Hitam, belum mendapat respon kedua negara. Rusia menganggap ranjau-ranjau laut Ukraina dan sanksi Amerika dan sekutunya terhadap industri perbankan, membuat tidak mungkin mengekspor pangan dan pupuk serta menjamin pelayaran asing. Sementara Ukraina mengatakan, Rusia telah memicu krisis pangan global dengan memblokade, membakar ladang, menghancurkan infrastuktur pertanian, mencuri gandum dan menjualnya ke negara lain.

Sebelum perang, kenaikkan harga pangan dunia disebabkan perubahan iklim dari faktor cuaca buruk, kekeringan dan kegagalan panen. Pemulihan global paska pandemi, telah meningkatkan permintaan. Kini di tengah situasi perang yang mengancam krisis pangan, beberapa negara produsen juga menolak mengekspor bahan pangannya, dengan alasan untuk kebutuhan sendiri.

Diplomasi Presiden Jokowi harus dapat meyakinkan kedua pemimpin yang berperang untuk menciptakan koridor kemanusiaan dan mencegah krisis pangan. Korban krisis pangan global, terutama di negara-negara Afrika yang bergantung pada pasokan melalui Laut Hitam, bisa lebih besar dari korban perang itu sendiri. Selain kelaparan, kenaikkan harga pangan dan krisis pangan berisiko menimbulkan ketidakstabilan politik di negara-negara tersebut.

Diyakini sikap netral dan non-blok Indonesia, memudahkan Presiden Jokowi mendesakkan kepentingan kemanusiaan kepada kedua pemimpin negara yang sedang berperang. Koridor kemanusiaan untuk jalur pasokan aman di Laut Hitam bisa ditetapkan tanpa merugikan kedua pihak. PBB dan negara-negara netral seperti Turki dan Indonesia, bisa ditunjuk kedua negara yang berperang sebagai pengawas kapal-kapal pengiriman barang.

Agenda G-20

Selain misi kemanusiaan dan mencegah krisis pangan global, diplomasi Presiden Jokowi ke Jerman, Rusia dan Ukraina, adalah untuk kelancaran pertemuan KTT G-20 di Bali, November 2022.

Sejak invasi Rusia ke Ukraina, tekanan untuk memboikot G-20 dan mengeluarkan keanggotaan Rusia dari G-20, datang dari negara-negara Barat. Mereka menginginkan seperti G-7, yang telah mengeluarkan Rusia dari keanggotaan G-8, paska Rusia menganeksasi Kremia pada 2014.

Dalam beberapa pertemuan di tingkat menteri G-20, sempat diwarnai ketegangan dan walk-out. Saat pertemuan menteri keuangan dan gubernur bank sentral G-20 di New York, April lalu, Inggris, Amerika Serikat dan Kanada, walk-out sebagai protes terhadap invasi Rusia ke Ukraina.

Bahkan sebelum perang terjadi, pada pertengahan Februari 2022 di Jakarta, ketegangan juga sempat mewarnai perumusan komunike pertemuan menteri keuangan dan gubernur bank sentral G-20, mensikapi ketegangan geopolitik di Ukraina.

Menghadiri KTT G-7 di Jerman, adalah kesempatan bagi Presiden Jokowi sebagai Presidensi G-20, meyakinkan para kepala negara anggota G-7 yang juga anggota G-20, pentingnya hadir pada KTT G-20 di Bali untuk membahas pemulihan ekonomi, transformasi digital dan transisi energi.

Pemulihan ekonomi akan menjadi isu sangat penting dibahas pada pertemuan G-20, ketika dunia mulai pulih dari pandemi, namun mulai terancam resesi global, krisis pangan, krisis energi dan krisis finansial global.

Upaya duduk bersama untuk mengakhiri perang dan mencari jalan perdamaian, adalah cara terbaik guna menghindari krisis global dan melanjutkan pemulihan ekonomi. Sikap tidak memihak dalam konflik dan fokus pada isu-isu ekonomi, akan menjadikan kepemimpinan Indonesia dalam G-20, menjadi kekuatan untuk dapat mengajak anggota G-20 bertemu di Bali.

Navigasi diplomasi untuk tetap mengundang Putin dan meredam tekanan Barat, diimbangi dengan mengundang Zelenskyy, baik secara langsung maupun online pada pertemuan G-20 di Bali.

Rumit dan kompleknya permasalah global saat ini, membutuhkan kesadaran para pemimpin dunia untuk menciptakan perdamaian dan melanjutkan pemulihan.

Diplomasi kemanusiaan Presiden Jokowi untuk mencegah krisis pangan dan mengajak para pemimpin dunia hadir di Bali, adalah bentuk partisipasi Indonesia untuk ikut menciptakan perdamaian dunia.

Sekecil apapun hasilnya, kesempatan itu harus diambil pemimpin Indonesia untuk berperan aktif di panggung politik global.

——-

Penulis adalah Komisaris PT PLN (Persero)

Sumber : KONTAN, 28/6/2022.

Baca Selengkapnya
Tulis Komentar

BERITA

Momen Presiden Jokowi Jalan Santai di Lokasi CFD bersama Jan Ethes

Oleh

Fakta News
Presiden Joko Widodo dan Ibu Iriana Joko Widodo menghabiskan waktu bersama cucunya, Jan Ethes Srinarendra, dengan berjalan santai di sepanjang Jalan Slamet Riyadi, Kota Surakarta. Foto: BPMI Setpres/Lukas

Jakarta – Presiden Joko Widodo dan Ibu Iriana Joko Widodo menghabiskan waktu bersama cucunya, Jan Ethes Srinarendra, dengan berjalan santai di sepanjang Jalan Slamet Riyadi, Kota Surakarta, Minggu, 7 Agustus 2022. Jalan tersebut diketahui merupakan lokasi hari bebas kendaraan bermotor atau car free day (CFD) di Kota Surakarta.

Sekitar pukul 07.30 WIB, Presiden Jokowi dan keluarga mulai berjalan kaki di area CFD. Suasana di area tersebut tampak ramai oleh masyarakat yang menghabiskan waktu akhir pekannya dengan berolahraga atau sekadar jalan santai.

Di sepanjang jalan, tak sedikit masyarakat yang menyapa Presiden dan Jan Ethes. Hal yang menarik, Jan Ethes tampak membeli balon yang kemudian turut dibagikan kepada sejumlah pengunjung yang membawa anak kecil.

“Terima kasih Mas Ethes,” ujar seorang warga yang diberikan balon.

Tak hanya itu, sejumlah masyarakat juga meminta untuk berfoto bersama dengan Presiden Jokowi, Ibu Iriana, maupun dengan Jan Ethes. “Pak Jokowi, boleh foto?” ujar masyarakat yang kemudian dijawab dengan lambaian tangan memanggil oleh Presiden.

Setelah berjalan sejauh kurang lebih 2 kilometer, Presiden dan keluarga meninggalkan lokasi CFD sekitar pukul 08.25 WIB.

Tampak hadir dalam kesempatan tersebut yaitu Menteri BUMN Erick Thohir, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, dan Wali Kota Surakarta Gibran Rakabuming Raka.

Baca Selengkapnya

BERITA

Ketika Ganjar Semangati Mahasiswa Baru UGM

Oleh

Fakta News

Yogyakarta – Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo memberikan semangat kepada peserta Pelatihan Pembelajaran Sukses Mahasiswa Baru (PPSMB) Universitas Gajah Mada (UGM), Sabtu (6/8/2022). Ia berharap kelak mahasiswa baru yang hadir di Lapangan Pancasila UGM itu, menjadi agen perubahan dan pembangunan yang membanggakan negara maupun keluarga.

Di depan puluhan ribu mahasiswa baru itu, Ganjar tampil sangat kasual. Ia datang bersepeda dan mengenakan polo ASEAN Para Games 2022 lengkap dengan ransel di punggungnya. Ganjar sengaja tampil seperti itu karena ia ingin menularkan semangat atlet Para Games Indonesia, yang telah berjuang mengharumkan nama bangsa.

“Maaf Ibu Rektor, saya tidak mengenakan baju putih. Tapi saya pakai ini karena saya bangga nanti akan ada penutupan ASEAN Para Games 2022, Insyaallah Indonesia juara umum. Membanggakan sekali,” kata Ganjar membuka dialog, dalam upacara penutupan PPSMB UGM 2022.

Ganjar kemudian memanggil seorang penyandang disabilitas netra kreatif, yang diterima menjadi mahasiswa baru UGM tahun ini. Ia mengetahui ada mahasiswa disabilitas netra yang diterima di Fakultas Ilmu Budaya. Selain itu Ganjar juga ingin seorang mahasiswa dengan latar belakang yatim piatu untuk ikut ke depan. Ganjar ingin kedua mahasiswa itu maju ke depan menemaninya.

“Saya dengar ada mahasiswa tunanetra yang membuat film dan diterima di UGM, katanya di Fakultas Ilmu Budaya. Kalau ada di sini, boleh dong maju ke depan. Satu lagi ada yang, maaf, yatim piatu di sini. Kalau ada ikut maju juga,” ujarnya.

Seorang mahasiswi dari barisan belakang kemudian berdiri dan berjalan ke depan dibantu oleh mahasiswa lain sebelum dijemput oleh seorang dosen. Mahasiswi tersebut diketahui bernama Aulia Rachmi Kurnia. Setelah berkenalan, Aulia menceritakan karya film yang pernah dibuatnya.

“Saya Aulia Rachmi dari jurusan Bahasa dan Sastra Indonesia. Dulu ikut pelatihan kelas film, filmnya dikerjakan satu tim dengan judul ‘Seutas Asa’. Menceritakan tentang difabel netra perempuan yang berpacaran dengan orang nondifabel. Filmnya bisa ditonton di Youtube,” ujar Aulia.

Sementara satu mahasiswa lain yang maju adalah Yohanda. Mahasiswi Sekolah Vokasi asal Imogiri, Bantul itu, menceritakan pesan dari kedua orang tuanya semasa masih hidup.

“Waktu kecil dulu orang tua berpesan untuk kuliah, nggak peduli apa pun penting kuliah. Saya ingin jadi orang sukses dan ibadahnya tambah rajin. Selalu kirim doa dan yasin kepada orang tua,” ujarnya.

Setelah berdialog dengan dua mahasiswi spesial tersebut, Ganjar kemudian memberikan hadiah. Aulia diberikan satu unit laptop untuk menunjang perkuliahan dan lebih serius dalam menggarap film. Sementara, Yohanda mendapat sepeda yang baru dipakai Ganjar menuju lokasi.

Ia juga memberikan pesan kepada seluruh mahasiswa yang hadir, untuk belajar dengan rajin agar cita-citanya tercapai. Lebih penting lagi mereka dapat membanggakan negara dan keluarga.

“Teman-teman yang kuliah di UGM mudah-mudahan belajarnya rajin, dan selalu minta restu orang tua, selalu hormat sama dosen-dosennya. Sehingga, intelektualnya bisa dia dapat, kecerdasan emosionalnya terasah, dan mudah-mudahan ia bisa belajar keragaman yang ada di Yogya ini, dan saya merasakan itu,” tandasnya.

Baca Selengkapnya

BERITA

Jurnalis Terkesan dengan Media Center ASEAN Paragames 2022

Oleh

Fakta News
Foto: MEDIA CENTER APG 2022

Solo – Jurnalis Malaysia Vikneswaran Raman terkesima dengan Media Center Kominfo ASEAN Paragames 2022 yang berada di Hotel Swiss-Belinn Saripetojo, Solo. Menurutnya, fasilitas yang tersedia di media center sangat memuaskan dan cukup membantu pekerjaannya.

Ditemui jelang upacara penutupan ASEAN Paragames 2022 di Stadion Manahan, Sabtu 6 Agustus, Vikneswaran mengaku sudah tiba di Solo sejak 28 Juli lalu. Vikneswaran merupakan jurnalis media Malaysia, Bernama.com, yang ditugaskan untuk meliput pesta olahraga atlet penyandang disabilitas terbesar se-Asia Tenggara ini.

“Saya tiba sejak 28 Juli dan sudah seminggu lebih di sini. Pengalaman yang saya dapat selama liputan di sini sangat baik. Saya dapat banyak berita olahraga dari banyak atlet dan berkunjung ke venue-venue juga,” kata Vikneswaran di tribun Stadion Manahan, dikutip dari situs resmi apg2022.com, Minggu (07/08/2022).

Untuk menunjang tugasnya meliput, Vikneswaran juga sempat beberapa kali mendatangi Media Center ASEAN Paragames 2022. Selain di Media Center, Vikneswaran sering kali juga harus berkeliling ke arena-arena laga demi mendapatkan berita.

“Saya berkunjung beberapa kali ke media center di Swiss-Belinn Hotel dan sangat puas. Tempatnya besar dan fasilitas di sana sangat baik bagi wartawan atau jurnalis. Saya sangat puas dan cukup membantu dalam bekerja,” ujar Vikneswaran.

Vikneswaran Raman, Jurnalis Bernama.com. Foto: MEDIA CENTER APG 2022

Fasilitas Media Center ASEAN Paragames 2022 yang disediakan oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) melalui Direktur Jenderal Informasi dan Komunikasi Publik (Dirjen IKP) memang terbilang mumpuni untuk mendukung kerja cepat para jurnalis.

Di antaranya 50 unit komputer yang berada di ruang kerja bersama dengan kecepatan internet hingga 1 GBPS. Ruang pijat relaksasi yang melibatkan pemijat tunanetra, 200 porsi coffee break serta makan siang dan malam.

“Dari segi fasilitas, saya sebagai wartawan melihat sangat lengkap sekali, terbantu juga kami,” kata Niko, Jurnalis Radar Solo saat menghadiri konferensi pers Media Center Kominfo ASEAN Paragames 2022, Sabtu (6/8/2022).

Dengan berbagai fasilitas yang tersedia, kata Nico, seluruh kebutuhan untuk teman-teman media pun bisa terpenuhi. Mulai dari komputer, kecepatan internet, makanan hingga ruang pijat relaksasi.

Bahkan fasilitas ruang pijat di media center merupakan hal yang unik. Nico mengaku tidak pernah menemui fasilitas tersebut di media center yang lain.

“Ruang pijat itu di beberapa event nasional dan internasional tidak terpikirkan. Tapi di media center ini disediakan,” terang dia.

Ia pun berharap agar Kominfo bisa terus memberikan fasilitas media center seperti di ASEAN Paragames Solo 2022, pada ajang olahraga nasional dan internasional berikutnya.

Foto: MEDIA CENTER APG 2022

Sebelumnya, Dirjen IKP Kominfo, Usman Kansong, mengatakan Kominfo mendorong kesetaraan terhadap penyandang disabilitas dengan membuat ekosistem Komunikasi Publik di ASEAN Paragames XI Solo 2022, melalui penyediaan fasilitas media center yang ramah penyandang disabilitas.

“Jargon dari acara ataupun kegiatan ASEAN Paragames XI 2022 itu adalah Striving for Equality ya jadi kira-kira berjuang untuk kesetaraan. Karena itu Kementerian Kominfo, khususnya di Direktorat Jenderal (Ditjen) IKP, kemudian merasa penting untuk membuat satu ekosistem komunikasi publik yang bertujuan mengabarkan upaya mencapai kesetaraan itu,” ujarnya.

Menurut Dirjen Usman, ekosistem komunikasi publik tersebut antara lain berupa media center yang ramah penyandang disabilitas di kawasan Hotel Swiss-Belinn Saripetojo Solo. Apalagi lokasi media center mudah diakses dan tak jauh dari Stadion Manahan yang menjadi lokasi banyak pertandingan cabang olahraga.

Sehingga media center diharapkan bisa menjadi lokasi pusat peliputan bagi para jurnalis media cetak dan elektronik dari berbagai daerah maupun luar negeri yang melakukan peliputan ASEAN Paragames Solo 2022.

Baca Selengkapnya