Dari Islam Muram dan Seram, Menuju Islam Cinta nan Ramah

Ahmad Faiz Zainuddin
Founder SEFT dan Alumni SMA 5 Surabaya Lulusan 1995
  • Fakta.News - 14 Mei 2018 | 15:52 WIB
Dari Islam Muram dan Seram, Menuju Islam Cinta nan Ramah

Peristiwa teror bom di Surabaya yang terjadi di tiga gereja pada Minggu (13/5/2018) kemarin ternyata melibatkan satu keluarga. Di mana sang ayah Dita Supriyanto mengorganisir anggota keluarganya untuk meledakkan bom di ketiga gereja tersebut. Keluarga ini telah tertanam paham radikal ekstrim jauh dari ajaran Islam, hal ini diungkapkan pihak yang mengenalnya sewaktu SMA, berikut pernyataannya dari akun Facebook Ahmad Faiz Zainuddin;

Dita Supriyanto adalah Kakak kelas saya di SMA 5 Surabaya Lulusan ‘91. Dia bersama-sama istri dan 4 orang anaknya berbagi tugas meledakkan diri di tiga gereja di Surabaya.

Keluarga yang nampak baik-baik dan normal seperti keluarga muslim yang lain, seperti juga keluarga saya dan anda ini ternyata dibenaknya telah tertanam paham radikal ekstrim jauh dari ajaran Islam.

Dan akhirnya kekhawatiran saya sejak 25 tahun lalu benar-benar terjadi saat ini.

Baca Juga: Muhasabah Kebangsaan: Untuk Para Penebar Kebencian dan Kekerasan

Saat saya SMA dulu, saya suka belajar dari satu pengajian ke pengajian, mencoba menyelami pemikiran dan suasana batin dari satu kelompok aktivis islam ke kelompok aktivis islam yang lain. Beberapa menentramkan saya, seperti pengajian “Cinta dan Tauhid” Alhikam, beberapa menggerakkan rasa kepedulian sosial seperti pengajian Padhang Mbulan Cak Nun. Yang lain menambah wawasan saya tentang warna warni pola pemahaman Islam dan pergerakannya.

Diantaranya ada juga pengajian yang isinya menyemai benih-benih ekstrimisme radikalisme. Acara rihlah (rekreasinya) saja ada simulasi game perang-perangan. Acara renungan malamnya diisi indoktrinasi islam garis keras.

Pernah di satu pengajian saat saya kuliah di UNAIR, saya harus ditutup matanya untuk menuju lokasi. Sesampai disana ternyata peserta pengajian di-brainwash tentang pentingnya menegakkan Negara Islam Indonesia. Dan untuk menegakkan ini kita perlu dana besar. Dan untuk itu kalau perlu kita ambil uang (mencuri) dari orang tua kita untuk disetor ke mereka.

BACA JUGA:

Tulis Komentar