Connect with us

Fenomena Brexit Ancam Jasa Keuangan Inggris dan Uni Eropa

brexit ancam keuangan inggris dan uni eropa (:ist)

Fenomena Brexit Ancam Jasa Keuangan Inggris dan Uni Eropa

Institusi Keuangan Ernst & Young (EY) telah meneliti 222 jasa keuangan di Inggris, sejak referendum Brexit digaungkan pada 2016. Rencana berpisahnya negeri Ratu Elizabeth dengan Uni Eropa akan terjadi dalam 81 hari.

Perdana Menteri Inggris, Theresia May membutuhkan dukungan parlemen dalam memutuskan Brexit. Parlemen akan menggelar jajak pendapat untuk memutuskan pemisahan Inggris dengan Uni Eropa. Jika May tidak bisa meyakinkan parlemen, maka Inggris dan Uni Eropa bisa berpisah tanpa mendapatkan keuntungan sama sekali.

Di tempat yang berbeda, Bank of England menilai perpisahan tersebut dapat membuat situasi keuangan Inggris lebih buruk dari krisis dunia tahun 2008. Senada dengan perbankan, jasa keuangan menilai perpisahaan tersebut membuat kerja sama Inggris dan Uni Eropa hilang begitu saja. Terlebih, Inggris akan dihadapkan dengan sejumlah masalah hukum keuangan.

London yang menjadi pusat keuangan Uni Eropa serta markas pusat perbankan internasional, harus dihadapkan dengan ancaman pengangguran. Jasa keuangan Inggris telah mempekerjakan 2,2 juta orang untuk memberi kontribusi sebesar 12,5 persen kepada pertumbuhan ekonomi. Industri tersebut memberikan sumbangsih pajak mencapai 145 trilyun Rupiah pada 2018.

Fauzan

  • Halaman :
  • 1
  • 2
Baca Selengkapnya
Tulis Komentar

BERITA

Ajak Saling Memaafkan, Ganjar Jamin Keamanan Warga Papua di Jateng

Oleh

Fakta News
ganjar, abu bakar baasyir
Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo

Semarang – Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo, menyerukan perdamaian pascakerusuhan di sejumlah lokasi di Papua dan Papua Barat serta kericuhan di Makassar. Ganjar juga menjamin keamanan masyarakat Papua di Jawa Tengah.

“Saya minta semua harus menahan diri. Sudah, ayo saling memaafkan. Jangan dikembangkan lagi,” kata Ganjar seperti dalam siaran pers yang diterima, Selasa (20/8/2019).

Ganjar mengatakan dirinya sudah menghubungi Gubernur Papua, tokoh agama Papua dan mahasiswa Papua di Jateng. Politisi PDIP itu menjamin kemanan warga Papua di Jateng.

“Tenang saja, saya jamin keamanan saudara dari Papua yang ada di sini. Saya minta juga kepada seluruh masyarakat Jateng ikut menjaga, karena bagaimanapun mereka adalah saudara kita sebangsa setanah air. Apalagi, banyak saudara kita dari Papua ini sedang sekolah, mari kita jaga agar belajarnya tidak terganggu dengan urusan ini,” tegasnya.

Ia juga berharap warga bisa menahan diri tidak gampang terprovokasi karena khawatir ada penumpang gelap yang berharap perpecahan.

“Semua harus menahan diri, kadang satu kalimat yang tidak baik, semua tulisan yang masuk dalam medsos tidak baik, itu akan membakar. Nanti penumpang gelap yang pengen Indonesia tidak bersatu akan memanfaatkan. Mari menjaga diri, saling memaafkan,” ujarnya.

“Betapa penting budi pekerti, berhati-hati, menjaga perasaan, kita harus sadar bahwa Indonesia punya kultur yang berbeda-beda. Tentu ya tidak ada orang yang menerima dikatakan binatang, maka ndak bisa menerima. Siapa yang mengatakan itu, harus secepatnya meminta maaf. Lalu yang lain saling menghormati, apakah budaya orang lain, apakah tetangga kita, apakah simbol negara, mari kita hormati,” imbuh Ganjar.

Baca Juga:

 

Yuch

Baca Selengkapnya

BERITA

Istana: Presiden Perintahkan Kapolri Tindak Aktor Kerusuhan Tanpa Pandang Bulu

Oleh

Fakta News
Deputi V Kantor Staf Presiden (KSP) Jaleswari Pramodhawardani

Jakarta – Terkait kerusuhan di Papua Barat dan Jawa Timur, Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengimbau semua pihak untuk saling memaafkan supaya ketersinggungan yang melatarbelakanginya bisa reda. Hukum tetap ditegakkan. Dia memerintahkan Kapolri Jenderal Tito Karnavian untuk menindak pelaku kerusuhan.

“Untuk menciptakan ketertiban umum dan penegakan hukum, Presiden sudah memerintahkan kepada Kapolri untuk menindak aktor kerusuhan sesuai dengan hukum yang berlaku tanpa pandang bulu,” kata Deputi V Kantor Staf Presiden (KSP) Jaleswari Pramodhawardani, kepada wartawan, Selasa (20/8/2019).

Jokowi mengutamakan nilai-nilai toleransi di atas segala persoalan bangsa yang plural ini. Nilai-nilai dalam hidup bersama itu perlu terus dijunjung tinggi oleh Indonesia.

“Presiden juga menegaskan bahwa nilai-nilai keberagaman, toleransi, saling menghargai, penting untuk terus-menerus dibicarakan dan dipahami bersama oleh kita semua, sebagai bangsa yang besar,” kata Dani, sapaan Pramodhawardani.

Dia menyatakan, penjelasan Jokowi terkait insiden di Jawa Timur dan Papua sudah cukup jelas, yakni mengimbau agar semua pihak menahan diri terhadap sikap dan tindakan provokasi dari pihak manapun.

Sebelumnya, Jokowi meminta masyarakat saling memaafkan terkait demonstrasi berujung rusuh di Manokwari dan Sorong, Papua Barat. Kerusuhan terjadi buntut insiden pengamanan mahasiswa Papua di Surabaya dan Malang, Jawa Timur.

“Saudara-saudaraku, Pace, Mace, Mama-mama di Papua, di Papua Barat, saya tahu ada ketersinggungan. Oleh sebab itu, sebagai saudara sebangsa dan setanah air yang paling baik adalah memaafkan. Emosi itu boleh tetapi memaafkan lebih baik. Sabar itu lebih baik,” kata Jokowi di kompleks Istana Merdeka, Jakarta, Senin (19/8) kemarin.

Pemerintah ditegaskan Jokowi tetap menjaga kehormatan warga Indonesia, termasuk di wilayah Papua dan Papua Barat. “Yakinlah pemerintah terus menjaga kehormatan dan kesejahteraan Pace, Mace, Mama-mama yang ada di Papua dan Papua Barat,” tutur Jokowi.

Baca Juga:

 

Yuch

Baca Selengkapnya

BERITA

Kominfo Identifikasi 2 Konten Hoaks Terkait Pengepungan Asrama Mahasiswa Papua

Oleh

Fakta News

Jakarta – Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) sudah mengidentifikasi adanya dua konten tidak benar alias hoaks terkait kejadian pengepungan asrama mahasiswa Papua di Surabaya, Jawa Timur.

“Hoaks tersebar melalui media sosial dan pesan instan,” kata Pelaksana Tugas Kominfo Ferdinandus Setu dalam keterangan resmi di Jakarta, Senin, 19 Agustus 2019.

Adapun hoaks pertama yaitu foto mahasiswa papua tewas dipukul aparat di Surabaya. Dalam foto tersebut, tampak seorang pria tersungkur di lantai dengan tulisan “1 korban meninggal dunia pemukulan oleh, Aparat keamanan TNI/POLRI. Mahasiswa Papua di Surabaya.”

Ferdinandus mengatakan foto tersebut hoaks, mengutip keterangan dari Markas Besar Polri. Gambar tersebut ternyata adalah foto korban kecelakaan lalu lintas yang meninggal di TKP laka lantas, Jalan Trikora, depan TK Paut DOK V Atas Distrik Jayapura Utara. Adapun kejadiannya terjadi pada 19 Februari 2019 pukul 07.30 WIT.

Hoaks kedua yaitu soal personel Polres Surabaya yang menculik dua orang pengantar makanan untuk mahasiswa Papua. Menurut Ferdinandus, Kasat Intel Polrestabes Surabaya Ajun Komisaris Besar Asmoro telah membantah terjadinya penculikan. “Kepolisian hanya mewawancarai dan memeriksa kedua orang tersebut,” kata Ferdinandus.

Untuk itu, Kominfo pun mengimbau masyarakat untuk tidak menyebarkan hoaks, disinformasi, ujaran kebencian berbasis SARA. Sebab, perilaku tersebut dapat membahayakan persatuan dan kesatuan bangsa Indonesia.

Aksi pengepungan asrama mahasiswa Papua ini terjadi tepatnya di Jalan Kalasan Nomor 10, Pacar Keling, Surabaya pada Sabtu, 17 Agustus 2019. Pengepungan dan penggerebekan dilakukan oleh aparat TNI. Kemudian, Satpol PP dan ormas juga terlibat. Sebanyak 43 mahasiswa digelandang ke Kantor Polres Surabaya. Namun setelah beberapa jam, mereka dilepas.

Baca Juga:

 

Yuch

Baca Selengkapnya