Wisata Inginkan Gerbang Pengenal Wajah, Jepang Berlakukan Pajak Keberangkatan di Bandara

  • Fakta.News - 7 Jan 2019 | 17:17 WIB
Inginkan Gerbang Pengenal Wajah, Jepang Berlakukan Pajak Keberangkatan di Bandara
Tokyo.(Foto: Independent UK)

Jakarta – Berwisata ke negeri orang tentu menjadi keinginan banyak orang. Salah satu destinasi yang paling populer dalam beberapa tahun belakangan adalah negeri Matahari terbit, Jepang.

Jumlah turis di Kepang pun mencapai 30 juta orang untuk pertama kalinya pada Desember tahun lalu. Jumlah ini pun akan mengalami peningkatan saat Olimpiade Tokyo 2020.

Agar proses imigrasi dapat dilakukan dengan cepat walaupun jumlah wisatawan meningkat, Jepang menargetkan untuk membuat gerbang pengenalan wajah di Bandara. Konsekuensinya adalah pengunjung yang berangkat dari bandara Jepang akan dikenakan pajak sebesar 1.000 Yen.

Pajak ini mulai diberlakukan pada hari ini, Senin (7/1/2019) dan berlaku bagi semua orang, tanpa melihat kewarganegaraan seseorang. Warga Jepang pun juga harus membayar pajak ini.

Lantas bagaimana dengan seorang penumpang pesawat yang penerbangannya melakukan transit di bandara Jepang? Bagi penumpang yang keluar Jepang dalam waktu 24 jam sejak entry transit mereka dan anak-anak berusia kurang dari dua tahun akan dibebaskan dari pajak keberangkatan.

Bagi Anda yang sudah membeli tiket penerbangan sebelum tanggal ditetapkannya pajak yang diatur dalam Undang-undang yang diberlakukan April tahun lalu ini, tidak akan dikenakan pajak ini.

Baca Juga:

  • Halaman :
  • 1
  • 2

BACA JUGA:

Tulis Komentar