Tips Anak Krakatau Erupsi, Begini Cara Hindari Bahaya Abu Vulkanik

  • Fakta.News - 29 Des 2018 | 05:07 WIB
Anak Krakatau Erupsi, Begini Cara Hindari Bahaya Abu Vulkanik
Gunung Anak Krakatau Erupsi.(Foto: Istimewa)

Jakarta – Karena letaknya di kawasan Cincin Api Pasifik (Ring of Fire), tak jarang Indonesia mengalami gempa bumi atau letusan gunung berapi. Nah, dari banyaknya gunung berapi di Tanah Air, Gunung Anak Krakatau hingga kini masih aktif mengeluarkan letusan.

Pada Sabtu (22/12) lalu, gunung yang letaknya di Selatan Sunda ini bahkan erupsi sebanyak 576 kali dalam sehari. Menurut ahli dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), tinggi letusannya mencapai 100 – 500 meter dari puncak kawah. Letusan ini juga disertai dengan lontaran pasir, batu pijar, abu vulkanik, dan suara dentuman yang menyebabkan tsunami.

Nah, abu vulkanik yang dikeluarkan dari gunung ini tidak boleh dianggap enteng. Apalagi bagi Anda yang tinggal di daerah yang terpapar oleh abu tersebut.

Berikut beberapa cara yang dapat dilakukan untuk menghindari bahaya abu vulkanik dari PDPI.

1. Menghindari aktivitas luar ruangan

Ketua Umum PDPI dokter spesialis paru Agus Dwi Susanto menyarankan agar orang yang berada pada radius penyebaran abu vulkanik untuk menghindari aktivitas di ruang terbuka.

“Kalau ada abu vulkanik anak krakatau sebaiknya kurangi aktivitas di luar ruangan karena konsentrasi abu yang tinggi di ruang terbuka,” kata Agus kepada CNNIndonesia.com, Jumat (28/12).

Baca Juga:

  • Halaman :
  • 1
  • 2

BACA JUGA:

Tulis Komentar