Connect with us

Yuk Lihat Buku-Buku Favorit Presiden Jokowi di iPusnas

Buku Favorit Jokowi
Presiden Jokokwi berbelanja buku.(Istimewa)

Jakarta – Jika mantan Presiden Amerika Serikat, Barack Obama, punya daftar buku favorit, Presiden Indonesia Joko Widodo pun demikian. Presiden Jokowi memiliki daftar buku favorit yang tersedia di aplikasi milik Perpustakaan Nasional, yakni iPusnas.

iPusnas sendiri merupakan aplikasi mobile yang menyediakan buku digital secara cuma-cuma buat pembaca di Indonesia. Buku digital ini bisa dipinjam dan dibaca melalui perangkat gawai berbasis Android maupun iOS.

Nah, kamu hanya perlu registrasi akun di aplikasi iPusnas sebelum mengakses ribuan buku digital. Ngomong-ngomong, program ini baru ada di era pemerintahan Presiden Jokowi.

Kembali ke koleksi buku-buku Presiden Jokowi. Nah, di aplikasi iPusnas ini ada menu e-pustaka yang berisi koleksi buku. Salah satunya koleksi buku Presiden Jokowi.

Dalam e-pustaka tersebut, terdapat 21 buku-buku pilihan Presiden Jokowi. Pengakses aplikasi iPusnas bisa dengan mudah melihat buku-buku tersebut. Tinggal mengetuk profil e-pustaka Presiden Jokowi, langsung terlihat daftar buku tersebut. Menariknya, kamu bisa meminjam gratis.

Baca Juga:

  • Halaman :
  • 1
  • 2
Baca Selengkapnya
Tulis Komentar

BERITA

Hasto: Kekuatan PDIP adalah Bersama dan Dekat dengan Rakyat

Oleh

Fakta News

Tuban – Sekjen PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto mengatakan kekuatan PDI Perjuangan adalah bersama dan dekat dengan rakyat. Jadi, sudah sepantasnya elit partai mendekatkan diri dengan rakyat dan menyerap aspirasi yang berkembang.

“PDI Perjuangan bukan partai elit. PDI Perjuangan besar karena rakyat. Jadi kata kuncinya harus turun, turun, turun, temui rakyat. Kalo elit PDI Perjuangan tidak turun tak pantas disebut kader PDI Perjuangan,” kata Hasto saat memberikan pengarahan kepada kader di Tuban, Senin (9/12).

Menurut Hasto, pilkada bagi PDI Perjuangan menjadi momentum untuk memperkuat struktur partai sekaligus menggali potensi daerah seperti Bojonegoro dan Tuban.

Sementara terkait para calon kandidat di Pilkada 2020, Hasto mengatakan PDI Perjuangan membuka pintu bagi putra putri terbaik bangsa untuk bergabung PDI Perjuangan dalam kontestasi pilkada.

“PDI Perjuangan mendengarkan aspirasi rakyat sehingga calon yang diusung perpaduan internal dan eksternal partai. Itu menjadi pola,” jelasnya.

Hasto menambahkan, kandidat dan kader PDI Perjuangan diharapkan bersama-sama memperkuat semangat gotong-royong untuk menyukseskan Pilkada 2020.

“Karena Pancasila itu kalau disaripatikan maknanya gotong royong. Jadi di setiap pilkada manapun, kandidat dan kader bergerak karena gotong royong bukan karena diberi upah atau janji. Tak ada orang yang hebat. Pilkada itu kerja kolektif,” tandasnya.

 

Adn

Baca Selengkapnya

BERITA

Megawati Sarankan ASN yang Terbukti Menganut Paham Radikal Dipecat

Oleh

Fakta News
Persatuan Bangsa
Ketua Dewan Pengarah Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) Megawati Soekarnoputri

Jakarta – Ketua Dewan Pengarah Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) Megawati Soekarnoputri memberikan saran ke pada Mensos Juliari Batubara untuk memecat pegawainya yang terbukti menganut paham radikalisme.

“Pak Menteri kalau ada pegawai dari Kementerian Sosial yang tidak sejalan dengan Pancasila atau terbukti radikal, pecat saja langsung,” kata Megawati di Jakarta, Senin (9/12).

Ketua Umum PDI Perjuangan ini berharap agar PNS bisa menjiwai Pancasila bahkan mengimplementasikan nilai-nilai yang terkandung di dalamnya di kehidupan sehari-hari.

Dalam kesempatan itu Megawati juga menyinggung Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Tjahjo Kumolo yang memiliki tugas berat terkait ASN terpapar radikalisme.

“Seperti ASN, sekarang yang pusing kepala sebetulnya Pak Tjahjo.” Katanya.

“Saya bilang hati-hati loh Yo, kamu yang mesti mikirkan kenapa ASN bisa terpapar (radikalisme), sampai sebegitu,” paparnya.

Selain itu Megawati juga menyebut banyak masjid terpapar radikalisme, untuk itu, dia ingin membumikan nilai Pancasila di kementerian/lembaga.

“Karena kita sendiri tahu sudah sampai seberapa jauh terpaparnya masjid-masjid kita,” kata Megawati.

Menyoal itu, Megawati pernah menyampaikan hal ini kepada Jusuf Kalla, Ketua Dewan Masjid Indonesia.

“Tolong pak kalau dibiarkan saja hanya kebencian yang diberikan kepada mereka-mereka ini, rakyat kita yang perlu rohaninya diisi, tapi oleh seperti itu.”

“Bagaimana kalau kita kejadian seperti di timur tengah? Siapa yang akan menghentikan?” bebernya.

 

Yuch

Baca Selengkapnya

BERITA

Dorong Hilirisasi Riset Perguruan Tinggi, Kemenristek Alokasikan Anggaran Rp15 Triliun

Oleh

Fakta News
Menteri Riset dan Teknologi/Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional, Bambang Brodjonegoro

Padang – Kemenristek mengalokasikan anggaran sebesar Rp 15 triliun pada tahun 2020 untuk mendorong hilirisasi hasil riset di perguruan tinggi. Hal itu dilakukan agar hasil riset dapat diimplementasikan di dunia usaha dan bermanfaat bagi masyarakat.

“Caranya pertama kita menyediakan dana hibah yang disediakan secara berkelanjutan, begitu satu tahapan riset selesai ada hibah lagi sehingga peneliti lebih terpacu untuk akhirnya sampai pada tahap hilirisasi dan komersialisasi,” kata Menteri Riset dan Teknologi/Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional, Bambang Brodjonegoro di Padang, seperti dikutip dari Antara, Senin (9/12/2019).

Hal itu disampaikan Bambang dalam Rapat Kerja Satuan Pengawas Internal Perguruan Tinggi Negeri dan LL Dikti se-Indonesia dengan tema Peran Satuan Pengawas Internal dalam Mengawal Perubahan Organisasi Kementerian.

Bambang menjelaskan, anggaran Rp 15 triliun itu di luar operasional dan diupayakan tepat sasaran agar hilirisasi riset lebih cepat. Tak hanya memberikan hibah, dia mengatakan, Kemenristek juga akan menggandeng pihak swasta dan BUMN sehingga peneliti tahu kebutuhan perusahaan dan masyarakat agar hilirisasi riset menjadi lebih mudah.

Bambang pun memaparkan pada 2020 fokus riset ada sembilan area meliputi pangan, kesehatan, obat, energi, teknologi maju, hingga upaya mengatasi persoalan pembangunan seperti stunting, perubahan iklim, bencana.

“Dengan demikian riset akan bermanfaat langsung bagi masyarakat,” kata dia.

Sementara, terkait dengan adanya duplikasi hingga replikasi riset, Bambang mengatakan akan dikendalikan oleh program Badan Riset dan Inovasi Nasional. Hal itu dilakukan agar ke depannya tidak ada lagi pengulangan tema yang sama.

“Tujuannya agar ada sinergi di antara para pihak yang meneliti tema yang sama sehingga bisa bekerja sama,” ujar Bambang.

 

Munir

Baca Selengkapnya