Connect with us

TGB Unggah Tangkapan Layar Percapakan dengan Yusuf Mansur soal Keislaman Jokowi

Khotbah Jumat, Keislaman Jokowi, Sikap Emosional Prabowo, TGB
Tuan Guru Bajang Zainul Majdi.(Istimewa).

Jakarta – Tuan Guru Bajang Zainul Majdi mengunggah tangkapan layar (screen shoot) percakapannya dengan Ustaz Yusuf Mansur terkait keislaman Joko Widodo.

Tanggapan layar tersebut diunggah TGB dalam akun Instagramnya @tuangurubajang, Jumat (8/2). Dalam tangkapan layar tersebut, Yusuf menjabarkan bahwa tudingan Jokowi anti-Islam itu fitnah belaka.

TGB membenarkan bahwa dirinya memang mengunggah tangkapan layar percakapannya dengan Yusuf Mansur. Mantan Gubernur Nusa Tenggara Barat ini memang kerap berdiskusi dengan Yusuf Mansur.

Ustaz Yusuf Mansur membuat itu kan karena merasa perlu memberi kesaksian yang ia ketahui. Dia sudah lama memendam ingin bicara tentang Jokowi dari sisi keislaman, kemanusiaan, dan apa-apa yang diketahui tentang keluarga Pak Jokowi,” ujar TGB saat ditemui di Hotel Arya Duta, Jakarta, Sabtu (9/2).

Tangkapan layar percakapan TGB dan Yusuf Mansur.

Dalam percakapan itu, Yusuf Mansur juga menyinggung rentetan hoaks yang kerap menimpa calon presiden nomor urut 01 itu. Kesaksian Yusuf Mansur ini sengaja dibuat untuk menghalau segala tudingan hoaks yang kerap menimpa petahana.

“Dia (Yusuf) menyampaikan tidak masalah kalau ini diketahui publik, karena kan akhirnya publik harus tahu. Kalau ada yang suka atau tidak suka itu demokratis ya,” katanya, “Jadi apa yang beliau sampaikan itu sesuai yang dia rasakan pribadi dan langsung.” Imbuhnya.

Apakah Yusuf Mansur mendukung Jokowi? TGB enggan berbicara lebih jauh mengenai dukungan Yusuf Mansur. Menurutnya yang punya wewenang menjawab hal tersebut adalah Yusuf sendiri.

“Kalau itu tanya ke Yusuf Mansur. Saya tidak bisa berbicara atas nama beliau,” katanya.

Baca Juga:

Baca Selengkapnya
Tulis Komentar

BERITA

Aliran Modal Asing Banjiri Pasar Saham RI Berkat Pilpres 2019 Aman

Oleh

Fakta News
Aliran Modal Asing, Pasar Saham Indonesia

Jakarta – Pasar saham Indonesia tahun, diperkirakan akan dibanjiri aliran modal asing sebagai dampak dari sentimen positif investor menyikapi hasil quick count Pilpres 2019.  Perkiraan itu datang dari Grup riset dari DBS Bank, bank beraset terbesar di Asia Tenggara.

Dampaknya,  Indeks Harga Saham Gabungan atau IHSG bakal menembus level 6.900 atau melesat dari ekspetasi sebelumnya.

“Kami menegaskan peringkat ‘Overweight’ kami untuk Indonesia, dan meningkatkan target IHSG kami dari 6.500 menjadi 6.900 berdasarkan atas perkiraan keuntungan 16 kali dalam 12 bulan ke depan,” kata Joanne Goh, Equity Strategist dan Philip Wee, FX (Foreign Exchange) Strategist dari DBS Group Research dalam  kesimpulan analisisnya, Kamis (18/4/2019).

Joanne, yang merujuk pada hasil hitung cepat (quickcount) oleh lima lembaga survei di Indonesia, memperkirakan Joko Widodo sebagai petahana didampingi Ma’ruf Amin sebagai calon Wakil Presiden, kemungkinan besar akan memimpin Indonesia selama 2019-2024. Jika itu terjadi, pelaku pasar saham berharap stabilitas perekonomian terjaga dan reformasi struktural perekonomian terjadi.

“Pemodal dapat mengetahui apa yang bisa diharapkan berdasarkan atas rekam jejak periode pertama Joko Widodo. Pembangunan infrastruktur akan berlanjut, disertai rencana lebih fokus pada pengembangan sumber daya manusia,” ujarnya.

Baca Selengkapnya

BERITA

Silaturahmi Tak Ingin Putus, Jokowi Berharap Segera Bertemu Prabowo

Oleh

Fakta News
jokowi berharap segera bertemu prabowo
Paslon 01 dan 02 saat acara deklarasi pemilu damai(istimewa)

Jakarta – Calon Presiden nomor urut 01, Joko Widodo alias Jokowi ingin segera bertemu dengan rivalnya Prabowo Subianto. Hal tersebut dinilainya sebagai cara meredam tensi yang terjadi di tengah masyarakat.

“Kalau saya semakin cepat bisa bertemu semakin baik saya sudah mengutus seseorang untuk meminta kepada Pak Prabowo dan Pak Sandi untuk bisa bertemu,” tutur Jokowi dalam acara televisi ‘Live Event Pemilu 2019’ di Stasiun Metro TV, Kamis (18/4/19).

Jokowi menilai peretemuannya dengan Prabowo dapat memberi contoh dan kesan mendalam kepada masyarakat. Mantan Gubernur DKI Jakarta tersebut telah berulang kali menyampaikan rasa silaturahmi dan persaudaraannya pada setiap acara debat capres.

Jokowi tidak ingin kontes pemilihan Presiden membuat silaturahmi antara dirinya dengan rival terputus. Ia menilai hal ini dapat mencoreng reputasi Indonesia di mata dunia yang mendapatkan pujian lantaran sukses menggelar pemilu serentak untuk pertama kalinya.

“Selalu saya sampaikan karena sekali lagi pemilu dalam rangka sebuah proses demokrasi dan negara sebesar Indonesia ini menjadi sorotan negara-negara lain,” tuturnya.

Baca juga:

Baca Selengkapnya

BERITA

Setjen dan BK DPR Harus Dukung Implementasi Reformasi Fungsi Dewan

Oleh

Fakta News
Reformasi Fungsi Dewan
Sekretaris Jenderal (Sekjen) DPR RI Indra Iskandar(Foto: Istimewa)

Jakarta – Sekretaris Jenderal (Sekjen) DPR RI Indra Iskandar mengatakan dalam mengimplementasikan reformasi fungsi dewan, masih banyak hal yang harus dibenahi oleh Sekretariat Jenderal (Setjen) dan Badan Keahlian (BK) DPR RI. Dimana lembagai ini berperan sebagai supporting system terutama dalam mewujudkan konsep parlemen modern.

“DPR ini juga dituntut memiliki fungsi berfikir, maka supporting systemnya (Kesetjenan, Red) sebagai fasilitator dari fungsi berfikir itu juga harus kuat. Jadi Kesetjenan juga akan di reformasi,” kata Indra usai memberi sambutan dalam acara Focus Group Discussion (FGD) dengan tema ‘Penyempurnaan Blue Print Implementasi Reformasi DPR’ di Ruang Abdul Muis, Komplek Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (18/04/2019).

Indra menginginkan kedepan harus ada suatu pemikiran tentang reformasi kedewanan serta ada aturan atau undang-undang yang nantinya dapat memaksimalkan fungsi kerja dewan dan supporting system di dalamnya, demi mewujudkan kemandirian kelembagaan.

“Kemandirian menyeluruh pada suppporting system, kemandirian SDM-nya, kemandirian anggaran serta nanti ada aturan yang menyangkut kewenangan dewan. Memang ini masih luas dan masih terlalu lebar. Kedepan, aturan-aturan ini harus kita tuangkan dalam UU yang lebih detail dan rinci supaya reformasi ini lebih jelas arahnya,” tambah Indra.

Baca Juga:

Baca Selengkapnya