Pro Kontra Tarawih Akbar di Monas Monas yang Tak Lagi Sekadar Tempat Wisata

  • Fakta.News - 22 Mei 2018 | 13:07 WIB
Monas yang Tak Lagi Sekadar Tempat Wisata
Wisatawan asing di Monas

Jakarta – Rencana menggelar tarawih akbar di Monas akhirnya kandas. Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akhirnya membatalkan rencananya mengadakan tarawih akbar di Monas setelah dihujani kritik dari para ulama.

Hal ini juga mematahkan sekaligus menimbulkan tanya. Pasalnya, Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno sebelumnya mengatakan pihaknya sudah berkoordinasi dengan para ulama untuk mengadakan acara tersebut.

Baca Juga: MUI dan Muhammadiyah Kritik Rencana Pemprov DKI Gelar Salat Tarawih di Lapangan Monas

Terlepas dari itu, hal ini membuat Monas kembali disorot publik. Warga menilai bahwa fungsinya kini tak lagi sekadar tempat wisata.

Tak terkecuali saat Pemprov DKI mengusulkan tarawih akbar di Monas yang menjadi ikon Jakarta tersebut. Sekelebat pertanyaan pun terlintas, layakkah Monas menjadi tempat untuk ibadah?

Rupanya, hal ini memang diperbolehkan berdasarkan Peraturan Gubernur (Pergub) Nomor 186 Tahun 2017 tentang Perubahan Atas Peraturan Gubernur Nomor 160 Tahun 2017 tentang Pengelolaan Kawasan Monumen Nasional, Monas. Lewat pergub tersebut Anies-Sandi berani kembali membuka Monas untuk kegiatan pendidikan, sosial, budaya, dan keagamaan. Pergub ini pula yang belakangan membuat Monas ramai dengan kegiatan. Bukan hanya wisata.

  • Halaman :
  • 1
  • 2
  • 3

BACA JUGA:

Tulis Komentar