Connect with us

Sampaikan Pesan Megawati, Hasto: BMI Harus Miliki Kepeloporan dan Bangun Optimisme

Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto

Jakarta – Sekjen PDI Perjuangan, Hasto Kristiyanto mengingatkan Ketum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri berpesan agar organisasi sayap Banteng Muda Indonesia (BMI) memiliki pandangan keluar (outward looking) dan memiliki kepeloporan, serta selalu membangun optimisme apalagi di ditengah pandemi Covid-19.

“Ruang politik itu dinamis dan diharapkan bisa menyentuh hal-hal elementer menyangkut hidup dan kehidupan serta menguasai ilmu pengetahuan. Itulah harapan yang disampaikan Ibu Megawati. Bahwa politik menyebar kebaikan. Politik itu terkibat aktif dalam kehidupan rakyat seperti gerakan menanam pohon. Disitulah politik begitu membumi dan hadir guna mencerdaskan kehidupan bangsa,” ucap Hasto saat memberi paparan di rapat DPP PDI Perjuangan yang dilakukan secara daring dan dihadiri secara khusus seluruh pengurus BMI se-Indonesia, Jumat (16/10).

Hasto mengatakan kepeloporan anak muda yang bergabung di BMI dari berbagai latar belakang diharapkan meningkatkan harkat kemanusiaan.

Kepada BMI, Megawati juga mengingatkan sebagai pemenang dua kali pemilu legislatif segala sesuatu itu butuh konsolidasi dan tantangan sekarang lebih berat karena pandemi covid.

Ibu Megawati mengingatkan pandemi covid ini belum tahu kapan berakhir. Sementara implikasinya khususnya sektor perekonomian sangat terasa. PDI Perjuangan termasuk BMI komit hadir di tengah rakyat sehingga harus aktif turun ke bawah,” lanjut Hasto.

Mengingat peran Indonesia pada tahun 1955 melalui Konferensi Asia Afrika, Hasto berharap BMI harus punya pandangan geopolitik dan memiliki outward looking.

“Indonesia itu luas dan besar. Kita negara kepulauan terbesar di dunia,” jelas Hasto.

Turut hadir dalam rapat antara lain: Wasekjen Utut Adiyanto, Wasekjen Sadarestuwati, Ketua DPP PDI Perjuangan bidang keanggotaan dan organisasi Sukur Nababan, Ketua DPP PDI Perjuangan bidang pemuda Eriko Sotarduga, Ketua DPP PDI Perjuangan bidang kesehatan, perempuan dan anak, Sri Rahayu. Sekjen DPP BMI Anthoni Wijaya memberi penjelasan terkait agenda dan program yang telah dilakukan selama ini.

Selepas wafatnya Ketua Umum BMI Nazaruddin Kiemas tahun lalu, Eriko mengatakan ke depan perlu reorganisasi dan regenerasi yang bisa dilakukan melalui Munas BMI secara virtual.

“Supaya BMI mengarah lebih baik dan bergerak cepat ke depan, serta keanggotannya terus diperkuat. DPP PDI Perjuangan memberi dukungan pelaksanaan agenda itu dengan arahan dari Ibu Ketua Umum,” kata Eriko.

Wasekjen PDI Perjuangan Utut Adianto mendorong BMI sebagai sayap partai merekrut kaum muda.

Sementara Sukur Nababan menambahkan BMI sebagai sayap partai berperan melebarkan partai dengan cara pengurus dan kader BMI agar semakin proaktif mengenalkan PDI Perjuangan ke masyarakat dan melahirkan berbagai program.

“Peran BMI diharapkan menggarap struktur dan elemen masyarakat yang belum tersentuh partai. BMI bisa menjadi laboratorium awal sebelum masuk partai,” ucap Sukur.

Setelah mendengarkan pengurus BMI dari sejumlah daerah, Hasto mengingatkan bahwa konsolidasi memang penting. Tak boleh terlena dan berpuas diri.

“DPP PDI Perjuangan sepakat agar BMI mengepak sayap mendekati segmen orang muda dengan sentuhan BMI yang memiliki nasionalisme,” ucap Hasto.

Hasto menutup arahannya dengan mengatakan penjaringan dan penyaringan calon pengurus BMI di tingkat pusat dan daerah akan segera dimulai.

Baca Selengkapnya
Tulis Komentar

BERITA

Dokter Reisa: Pasien Sembuh Harian Bertambah 4.094 Orang

Oleh

Fakta News
Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Reisa Broto Asmoro

Jakarta – Pasien sembuh dari Covid-19 per 19 Oktober 2020 bertambah sebanyak 4.094 kasus. Jumlah kumulatifnya kini sudah mencapai angka 305.100 kasus. Penambahan kesembuhan harian tertinggi masih berasal dari DKI Jakarta sebanyak 1.093 kasus dan kumulatifnya menembus angka 84.337 kasus.

Provinsi Sumatera Barat hari ini menambahkan kasus sembuh yang sangat pesat mencapai 523 kasus dan menambah jumlah kumulatif menjadi 7.047 kasus. Sehari sebelumnya provinsi ini menambahkan 114 kasus sembuh. Jawa Tengah kedua harian tertinggi menambahkan kesembuhan harian sebanyak 470 kasus dan kumulatifnya ketiga tertinggi mencapai 25.538 kasus.

Diikuti Jawa Timur dengan 341 kasus dan kumulatifnya mencapai 44.359 kasus. Provinsi ini masih berada di urutan kedua secara kumulatif nasional. Jawa Barat urutan selanjutnya dengan menambahkan pasien sembuh harian sebanyak 319 kasus dan kumulatifnya posisi ketiga mencapai 22.022 kasus.

Selain itu provinsi yang juga banyak menambahkan pasien sembuh harian berada di Riau jmenambahkan harian sebanyak 252 kasus dan kumulatifnya 8.819 kasus. Kalimantan Timur juga menambahkan pasien sembuh harian sebanyak 237 kasus dan kumulatifnya mencapai 9.514 kasus.

Sementara pada tambahan pasien terkonfirmasi positif hari ini sebanyak 4.369 kasus dan kumulatifnya mencapai 381.910 kasus. Kasus aktif Covid-19 per hari ini sejumlah 63.733. Sebaran daerah dengan kasus tertinggi harian berada di DKI Jakarta dengan tambahan harian sebanyak 952 kasus dan kumulatifnya mencapai 99.158 kasus. Diikuti Jawa Tengah menambahkan kesembuhan harian sebanyak 571 kasus dan kumulatifnya urutan keempat mencapai 31.302 kasus

Jawa Barat menyusul dengan menambahkan pasien terkonfirmasi positif sebanyak 504 kasus dan kumulatifnya urutan ketiga mencapai 33.147 kasus. Disusul Jawa Timur hari ini menambahkan kesembuhan sebanyak 295 kasus dan kumulatifnya masih kedua tertinggi sebanyak 50.364 kasus.

Selain itu, pasien meninggal masih bertambah sebanyak 118 kasus. Hingga saat ini total pasien meninggal dunia menembus angka 13.077 kasus. Kasus kematian harian tertinggi berada di DKI Jakarta dengan 21 kasus dan kumulatifnya bertambah menjadi 2.126 kasus. Jawa Tengah hari ini mencatatkan pasien meninggal kedua tertinggi sebanyak 15 kasus dan kumulatifnya urutan ketiga mencapai 1.645 kasus.

Jawa Timur urutan selanjutnya dengan 12 kasus dan kumulatifnya masih yang tertinggi mencapai 3.631 kasus. Selanjutnya ada Jawa Barat dengan tambahan harian sebanyak 10 kasus dan kumulatifnya 649 kasus.

Selain itu per hari ini jumlah suspek ada 161.763 kasus dan spesimen selesai diperiksa sebanyak 42.287 spesimen. Untuk sebaran wilayah masih berada di 34 provinsi dan bertambah lagi 1 daerah menjadi 501 kabupaten/kota.

Baca Selengkapnya

BERITA

Per 23 Oktober Tercatat Ada 381.910 Kasus Covid-19 di Indonesia: 63.733 Aktif, 305.100 Sembuh, dan 13.077 Meninggal

Oleh

Fakta News

Jakarta – Pandemi Covid-19 di Indonesia yang sudah berjalan lebih dari tujuh bulan hingga saat ini belum ada tanda-tanda membaik. Hal ini terlihat dengan masih adanya penularan virus corona yang menyebabkan jumlah kasus Covid-19 terus bertambah.

Berdasarkan data Satuan Tugas Penanganan Covid-19 pada Jumat (23/10/2020) pukul 12.00 WIB, ada 4.369 kasus baru Covid-19 dalam 24 jam terakhir. Penambahan itu menyebabkan total kasus Covid-19 di Indonesia kini mencapai 381.910 orang, terhitung sejak diumumkannya pasien pertama pada 2 Maret 2020.

Informasi ini disampaikan Satgas Covid-19 melalui data yang diterima wartawan pada Jumat sore. Data juga bisa diakses publik melalui situs Covid19.go.id dan Kemkes.go.id, dengan update yang muncul setiap sore.

Meski belum diketahui kapan pandemi berakhir, harapan terlihat dengan semakin banyaknya pasien Covid-19 yang sembuh. Dalam sehari, ada penambahan 4.094 pasien Covid-19 yang sembuh dan dianggap tidak lagi terinfeksi virus corona.

Mereka dinyatakan sembuh berdasarkan pemeriksaan dengan metode polymerase chain reaction (PCR) yang memperlihatkan hasil negatif virus corona. Dengan demikian, total pasien Covid-19 yang sembuh kini ada 305.100 orang sejak awal pandemi.

Akan tetapi, pemerintah masih mengabarkan duka dengan terus bertambahnya pasien yang meninggal dunia. Pada periode 22-23 Oktober 2020, ada 118 orang yang tutup usia setelah terinfeksi virus corona. Sehingga, angka kematian akibat Covid-19 di Indonesia berjumlah 13.077 orang.

Dengan data tersebut, maka saat ini ada 63.733 kasus aktif Covid-19. Mereka adalah pasien yang masih menjalani perawatan di rumah sakit atau menjalani isolasi mandiri.

Sebanyak 4.369 kasus baru hari ini diketahui setelah pemerintah melakukan pemeriksaan terhadap 42.287 spesimen dalam 24 jam. Sebagai catatan, satu orang bisa menjalani pemeriksaan spesimen lebih dari satu kali.

Kasus Covid-19 di Indonesia saat ini sudah tercatat di semua provinsi, dari Aceh hingga Papua. Secara detail, ada 501 kabupaten/kota dari 34 provinsi yang terdampak penularan virus corona.

Ini berarti sudah lebih dari 97 persen wilayah di Indonesia yang terdampak pandemi akibat virus bernama ilmiah SARS-CoV-2 itu.

Baca Selengkapnya

BERITA

Presiden Jokowi Dorong Fakultas Kehutanan Kembangkan Inovasi di Era Disrupsi

Oleh

Fakta News

Jakarta – Presiden Joko Widodo (Jokowi) berharap Fakultas Kehutanan Universitas Gadjah Mada (UGM) mampu mengembangkan inovasi di era disrupsi untuk memajukan sektor kehutanan di Indonesia. Salah satunya mengembangkan precision forestry.

“Dalam kaitan ini, saya mengharapkan Fakultas Kehutanan UGM untuk mencarikan titik temu, mencarikan jembatan. Nah, ini tugas untuk dipelajari dan dikembangkan konsep baru ala UGM. Salah satu solusi yang patut diperhitungkan adalah pemanfaatan teknologi digital dengan mengembangkan precision forestry,” ujar Presiden Jokowi dalam Rapat Senat Terbuka dalam rangka Dies Natalis ke-57 Fakultas Kehutanan UGM secara daring, Jumat (23/10/2020).

Precision forestry yang dimaksud Presiden Jokowi adalah teknologi yang mampu menghitung secara cermat dan tepat dengan penggunaan teknologi digital dan komputasi serta memanfaatkan data analitik dan pengembangan kecerdasan buatan.

“Precision forestry adalah teknologi yang mampu menghitung secara cermat dan tepat dengan penggunaan teknologi digital dan komputasi. dengan mengembangkan dan memanfaatkan big data analytic dan pengembangan kecerdasan buatan. Dengan pengembangan teknologi ini, semangat gabungan antara penggunaan hutan dalam konsep agraris dan industrial tanpa mengorbankan pasca industri, bisa kita kembangkan,” kata Presiden Jokowi.

Saat ini, ujar Presiden Jokowi, Indonesia memasuki era tarik-menarik yang berkepanjangan antara hutan dalam konsep agraris, konsep industrial, dan konsep pasca-industri. Dalam kenyataannya, lanjut Jokowi, agrarisasi dan industrialisasi berbasis hutan masih merupakan sektor ekonomi yang paling penting.

“Agrarisasi dan industrialisasi berbasis hutan masih merupakan sektor ekonomi yang paling penting, yang penting seperti industri kertas, krayon, minyak sawit, dan lain-lainnya. Tetapi konsep agrarisasi dan industrialisasi tersebut sering dikontradiksikan dengan konsep pasca-industri yang cenderung konservasi dan konservatif,” sebut Presiden Jokowi yang juga alumnus Fakultas Kehutanan UGM ini.

Baca Selengkapnya